
Oke sekarang giliranku untuk mengeluarkan Plana...
"Hoii lihat anak sombong itu mulai membentuk Plana."
"Itu... Plana tingkat Silver level 3."
"Hehh... lumayan."
Ehmm menyembunyikan kekuatan lebih sulit daripada memamerkannya, aku tidak mau mereka curiga tentang Plana ku yang asli.
"Hehh Silver 3 kah.... kau cukup kuat Val."
"Yahh tapi tak sekuat dirimu Diana, aku yakin kapasitas mana mu lebih besar."
"Kalau itu aku tidak tau... mau mencobanya?"
"Ehh Duel kah.... apa kamu yakin?"
"Tentu saja kenapa tidak.."
"Baiklah... ayo bertanding."
Kami menjelaskan kepada Instruktur dan mengizinkan duel antara Aku dan Diana.
"Jangan tahan kekuatanmu Diana.."
"Heh kau juga."
"Aiya... aku takut menghancurkan Arena jika mengeluarkan seluruh kekuatanku, Baiklah aku siap."
"DUEL DIMULAI."
Ayo tunjukkan kekuatanmu Diana.
"Aku memanggilmu.... Busur api... Longinus Bow."
"Busur api, aku pernah mendengar kekuatannya sangat besar dan bisa membakar apapun yang dikenainya, lawan yang merepotkan..."
"Hei... Vallen kenapa kamu terdiam, oh jangan2 kau terpana melihat busur ku... tenang saja, aku tidak akan sungkan untuk mengalahkan mu... terima ini.... Meteor Rain."
"Ini seperti hujan meteor, panah itu diselimuti api. Lumayan tapi... Shadow Step."
"Apa.. seranganku tembus di badanya.. tidak, bukan itu.. dia melewati semua panahku hanya dengan langkah kecil... Sial, dia mulai mendekat."
Para siswa yang melihat pertarungan Vallen dan Diana juga merasakan ketegangan, mereka tidak ikut bertarung tapi merasakan tekanan yang kuat.
"Hei kalian lihat tadi bagaimana maksudnya, kenapa panah itu hanya melewati tubuh Vallen.?"
"Bukan Melewati..."
"Eh apa maksudnya Instruktur.?"
"Panah itu jelas mengarah ke tubuh Vallen, tetapi dia bisa menghindari hujan panah itu dengan kecepatan yang tidak biasa."
"Hahh bagaimana bisa hal seperti itu.."
"Shadow Step..."
"APA.... itu kan hanya sihir dasar..."
"Yahh sihir dasar.. tetapi bukan berarti itu tidak dapat dikembangkan, yang digunakan Vallen adalah Shadow Step tingkat tinggi..."
"Tingkat Tinggi tetapi bagaimana caranya.."
"Ini hanya perkiraanku saja tetapi Vallen.... kemungkinan besar dia sudah berlatih sihir itu hingga mencapai titik teratas."
"Apakah hal itu mungkin bagi seorang siswa berumur 18 Tahun?"
"Aku juga tidak tau.... tapi yang jelas baik itu Vallen atau Diana mereka bertanding dengan sihir tingkat Tinggi."
"Luar Biasa... Vallen ini bukan orang biasa, dari cara Instruktur menanggapi pernyataan tadi aku yakin dia juga tidak percaya dengan kekuatan Vallen yang besar ini."
....
...
.
"Diana busur itu mungkin sangat kuat jika mengenai ku, tapi itu hanya efektif dari jarak jauh, bagaimana jika aku mendekat.."
"Jangan meremehkan ku Val, bukan hanya kamu yang bisa beladiri."
Diana menggunakan beladiri kerajaan, dia juga menggunakan busur itu seakan pedang.
"Sial dari jarak dekat aku juga kesulitan menghadapinya, aku akan mencoba shadow step dan mengenai titik buta nya.... Kena kau.."
"Aku sudah menyadari kau akan menggunakan trik itu, tetapi..."
"Sial ini perangkap."
"Lotus Fire diaktifkan..."
SFX : BOOMMMMM
Suara ledakan menggelegar, Diana sudah memasang jebakan di tanah dengan posisi pada Blind Spot atau titik buta, dia sudah menduga Vallen akan memanfaatkan situasi dengan menyerang titik butanya.
"Hem sepertinya hanya sampai itu saja... Vallen kau Lema....."
Dari balik asap sisa ledakan, Vallen melesat cepat menuju ke arah Diana.
"Apa... dia.. argggg kekuatan ini besar."
"Aku kira ledakan itu besar... ternyata hanya mirip kembang api."
...
..
.
"Itu apa yang terjadi.."
"Instruktur ini... apa yang sebenarnya terjadi.?"
"Apa yang terjadi di detik2 itu... aku yakin Vallen terkena ledakan tadi... Apa mungkin ini... hahahaha"
"Ehmm Instruktur kenapa anda tertawa..?"
"Freezing Time... Sihir yang bisa menghentikan waktu sesaat, aku kira hal itu hanya mitos tetapi anak ini... Tidak.. tidak ada apa2... aku hanya terkejut saja."
"Sebenarnya apa yang Instruktur pikirkan? "
...
..
.
"Kenapa kau bisa menghindari sihirku tadi bagaimana caramu melakukannya... menggunakan Shadow Step secara berturut2 itu mustahil."
"Yahh itu rahasia, tidak penting aku akan menggunakan apa.... aku datang lho..."
"Kemarilah...."
"Light Sword Kai..... "
SFX : Swoosshhh
Light Sword atau pedang cahaya, Vallen bisa melesat secepat cahaya dan melancarkan serangan mutlak... dikarenakan Vallen tidak menggunakan pedang, maka dia menjadikan tangannya sebagai pedang itu sendiri.
"Cepat sekali... Barrier." barrier atau sihir perlindungan, menciptakan suatu pelindung yang berpola lingkaran menyelimuti tubuh.
"Hanya dengan sihir seperti itu kau tidak dapat mengentikan ku..."
SFX: Byuuuhhh bertabrakan..
Akibat serangan Vallen, Diana terdorong dan terpental ke arah tembok..
"Uhhakkk*darah keluar*.... Aku tak menyangka Vallen, tapi dengan ini berakhir sudah.....
Api dengarkan perintahku... berikan aku Api nerakamu... bakar mereka bakar musuhku... hanguskan.... hanguskan... Sihir tingkat Tinggi Fire Lotus Breath..."
Serangan tingkat tinggi yang dikeluarkan Diana, berbentuk Panah raksasa dengan diselimuti Api membara berbentuk Burung Pheonix...
...
..
.
"Hentikan sekarang juga... jika dia melepaskan sihir itu... dia akan membunuhnya(Vallen)." Teriak Instruktur.
"Sial sudah terlambat kah.."
...
..
.
"Sihir Dilepaskan..."
"Sihir ini sangat luar biasa.... bertarung denganmu sangat membuatku membara... tetapi aku harus.....
Kupanggil Namamu Kusanagi..."
"*Ohh halo tuan... sudah lama sekali sejak kau memanggilku, bagaimana aku akan melayanimu saat ini.?"
"Yahh seperti biasa... tebas panah itu."
"Baik tuanku*."
"Dimension Break...."
SFX : Sslaasshhh.
Tebasan dari pedang Vallen membuat panah itu terbelah menjadi 2 dan mengenai tembok di belakang Vallen sebelah kanan dan kiri menyebabkan ledakan luar biasa yang mengguncang Akademi.
SFX : SSRRIINNKKK dengan Elok memasukan Kusanagi ke sarung pedang..
"Bagaimana bisaa itu ter...ja...di..." jatuh tak sadarkan diri."
...
..
.
"DUEL SELESAI... PEMENANGNYA VALLEN."
Whooahhh.
Apa apaan itu.
Hal itu bukan level siswa.
Para siswa yang melihat duel itu semua Shock dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bahkan Instruktur tak bisa berkata apa2.
"Apakah aku terlalu berlebihan...? Instruktur tolong bawa Diana ke ruang kesehatan dia tak sadarkan diri."
"Tentu saja dan oh, Vallen.... kau melewati ekspektasiku."
"Terima kasih Instruktur."
Yapp aku yakin ini terlalu berlebihan... Tapi apa boleh buat.. aku akan bertanggung jawab.
Diana Esthera... Para Guardian pasti Sekuat ini... Aku menikmati pertarungan ini... Lagi... Lagi.... Lagi... aku butuh orang yang kuat....
Dengan senyuman jahat Vallen menikmati pertarungan itu, tetapi senyuman itu bukanlah dia sendiri.. melainkan sesuatu yang sekarang berdiam di dasar kesadarannya... Siapakah itu dan seperti apa wujudnya.???