
Kekuatan Batin atau biasa yang disebut Inner Power melekat pada setiap Manusia terpilih di daratan ini, mereka mempunyai bentuk dan tingkat tersendiri.
Vallen mendapatkan sebuah kekuatan Elemen petir yang juga merupakan salah satu Elemen yang sangat langka dan jarang ditemui. Elemen dengan tingkat kesulitan yang tinggi, namun berkat adanya sang guru naga kuno bernama Fafnir, ia dapat berlatih dengan cukup baik.
Sang guru mengajari berbagai macam Skill dan juga tidak hanya berfokus kepada sihir saja. Fafnir juga mulai melatih Vallen dengan Outer Power atau Kekuatan Fisik dengan harapan bahwa Vallen dapat menguasai kedua teknik ini.
"Sudah tidak diragukan lagi bahwa kekuatan sihirmu mulai berkembang dan terkendali dengan cukup baik. Tapi..."
"Tapi kenapa Master?"
"Sudah saatnya untukmu berlatih dengan senjata. kamu tahu ada salah satu Class langka pada era ini."
"Aku pernah mendengarnya dan juga ada banyak diantara mereka."
"Ya dan jika kita berbicara tentang dirimu maka ada satu Class yang sangat cocok untukmu."
"Apakah itu Spell Fencer atau Penyihir Pedang. Master tahu sendiri bukan, aku sangat menyukai pedang?"
"Ya betul sekali, Spell Fencer kemampuannya yaitu mengunakan pedang yang dialiri elemen sihir untuk meningkatkan kekuatan serangan jarak dekat maupun jauh dan aku rasa dengan kemampuan fisik serta sihirmu, Spell Fencer tidak diragukan lagi adalah Class terbaikmu."
"Master, itu berarti kemampuanku termasuk dalam kategori yang cukup Spesial karna semua Skill yang ada dalam tubuhku merupakan tingkatan yang langka."
"Untuk kasusmu itu sangat berbeda. Aku juga cukup terkesan dan sekaligus terkejut dengan kemampuan serta perkembangan yang kamu miliki."
"Yah... Mungkin Dewa memberikan tubuh khusus padaku."
"Hehm, bagi kami naga kuno keberadaan mereka cukup menggangu."
"Hahaha... Baiklah Master cukup bercandanya. Ngomong-ngomong kapan aku akan berlatih dengan senjata?"
"Baiklah pertama, kita harus mencari tahu jenis pedang apa yang cocok digunakan untukmu."
"Aku menggunakan pedang Katana pada saat melatih fisikku, itupun Ayah sendiri yang melatihku pada saat aku berumur 9 tahun."
"Jadi kamu sudah berlatih Katana selama 8 tahun?"
"Ya, bisa dikatakan seperti itu. Aku cukup percaya diri dengan ilmu pedangku."
"Baiklah kalau begitu aku punya satu senjata dari gudang hartaku."
Fafnir yang dalam wujud Manusia kemudian membuka sebuah gerbang yang sangat besar. Di dalam Altar itu terdapat gunung harta yang sangat banyak diantaranya ada koin, emas, berlian, batu permata dan banyak lagi. Tetapi di ujung ruangan terdapat 3 jenis senjata yang berdiri megah.
"Wow... Master aku tidak tahu bahwa hartamu sebanyak ini. Kamu bisa membangun ratusan kerajaan dengan semua hartamu."
"Heh, bagi para naga kuno harta seperti ini merupakan hal kecil. Tapi apa yang aku ingin tunjukan kepadamu bukanlah hal seperti ini."
Vallen dan Fafnir tiba di ujung ruangan.
"Senjata terkuat disini ada tiga, dua dari mereka merupakan buatan penduduk langit diantaranya ada pedang Archangel, busur Firelord, dan yang terakhir adalah bukan buatan dari dunia ini dan seperti yang kau lihat itu adalah pedang dengan bentuk mirip seperti Katana tapi untuk jenisnya aku pun tidak tahu apa namanya."
"Bukan dari dunia ini. Maksud Master ini berasal dari dunia lain?"
"Kemungkinan seperti itu. Pedang itu sudah ada di Altar ini sebelum aku datang dan aku perkirakan sudah ada selama jutaan tahun."
"Bukankah itu luar biasa. Jadi apakah kamu pernah menggunakannya Master?"
"Hehm... Tidak pernah kok. Aku juga tidak pernah sekalipun menyentuhnya."
"Hah kenapa Master?"
"Sepertinya pedang itu menolakku untuk menjadi tuannya, disaat aku ingin menyentuhnya pedang itu seperti akan melahapku, jadi aku urungkan."
"Hoi... Bukankah itu artinya pedang ini sangat berbahaya dan Master ingin memberikan itu untukku?"
"Siapa yang bilang aku akan memberikannya untukmu? Aku hanya ingin menunjukkan ketiga senjata koleksi milikku."
"Heh... Dasar pelit. Apa aku boleh menyentuh senjata ini?"
"Yah, boleh saja sih asal kamu berhati-hati. Oh ya, hati-hati dengan pedang Katana itu."
"Master, bolehkah aku menyentuh Katana itu?"
"Hah, sudah aku bilang itu berbahaya bahkan untukku apalagi kamu yang hanya Manusia."
"Tapi aku merasa ada yang aneh dengan pedang itu seakan-akan sedang menarikku."
"Hum, kamu tidak bercanda kan? Jika ada kesalahan kamu akan dilahap oleh pedang itu."
"Ya aku tahu Master, tapi aku yakin Katana itu seperti memanggilku."
"Hah... Baiklah kamu boleh menyentuhnya, tapi jika ada sedikit keanehan aku akan langsung menarikmu."
"Baik Master, terima kasih."
Vallen kemudian mulai mendekati pedang itu.
Pedang itu mulai memancarkan Aura yang kemerahan. Aura merupakan hasil Manifestasi dari kekuatan yang ada pada suatu benda maupun tubuh Manusia. bentuknya bisa bermacam-macam tergantung apa yang ada di dalam Manusia maupun benda itu sendiri.
"Arg... Pedang ini mengeluarkan Aura yang sangat kuat."
Karna pancaran gelombang Aura yang dikeluarkan oleh pedang itu Vallen menjadi pingsan.
Setelah itu....
Ehm... Apa yang terjadi? Aku merasa tubuhku seperti melayang.
Ketika Vallen bangun dia berada di sebuah bangunan yang membuat Vallen seperti tidak asing dengan strukturnya itu.
"Dimana ini? Perasaan tadi aku masih ada dengan Master."
Tiba-tiba entah dari mana ada suara auman yang menggelegar.
"Hah... Suara ini, apakah seekor Monster?"
Ketika Vallen mencari asal suara itu dia melihat seekor Naga berkepala 7 yang sedang berdiri membelakangi bulan dan bintang. Naga itu menatapnya.
Vallen tidak dapat melihat wujudnya dengan jelas. Namun yang pasti Naga itu menyeramkan, sayapnya besar sekali berwarna merah tua.
Naga ini seperti menatap ke dalam jiwaku.
"Wahai Manusia... Selamat datang di dalam duniaku."
"Apakah kamu berasal dari dunia ini? Kenapa aku bisa memasuki dunia ini."
"Aku yang memanggilmu lewat pedang diluar sana."
"Hah! Jadi kamu yang ada di dalam pedang itu?"
"Kurasa cukup salah. Biar aku jelaskan pedang itu dibuat dari salah satu tanduk dari kepalaku yang terputus dan pedang itu merupakan perantara dimensi untuk menuju ke tempat ini."
"Jadi apa yang kamu mau dariku dan kenapa kamu memanggilku?"
"Singkatnya pedang itu telah mengakuimu sebagai Masternya dan aku berharap kamu dapat menerimanya."
"Baiklah aku juga tidak akan menolak. Tetapi kenapa harus aku, diluar sana bahkan ada seekor Naga kuno yang menginginkan pedang itu?"
"Karna dia bukan berasal dari duniaku. tetapi di dalam dirimu, aku merasakan ada sesuatu yang familiar. Jika aku boleh menebak, kamu adalah seorang manusia yang telah mengalami Reinkarnasi."
"Reinkarnasi... Apa maksudmu?"
"Sepertinya waktunya sudah cukup. Hanya ini yang bisa aku ucapkan kepadamu, untuk selebihnya itu hanyalah Hipotesisku saja jangan kau anggap serius. Percaya atau tidak dunia ini menyimpan berbagai rahasia yang bahkan tidak ada seorangpun yang tahu."
Arg... Apa maksud dari perkataannya itu? Dan kenapa aku merasa pandanganku sedikit buram dan agak gelap.
Vallen yang tadi pingsan perlahan-lahan mulai bangun.
"Hei...Bangunlah."
"Master, aku dimana sekarang?"
"Tenang saja kamu ada di ruanganku sekarang. Apa kamu tidak ingat kalau kamu pingsan setelah menyentuh pedang Katana itu?"
"Hmm, aku tidak ingat. Oh iya dimana pedang itu sekarang?"
"Ada di sebelahmu sekarang dan yang aku lihat sepertinya pedang itu sudah mengakuimu sebagai masternya. Berat untuk dikatakan tetapi aku akan memberikan pedang itu kepadamu."
"Hah... Master apakah kamu yakin?"
"Tentu saja... Lagipula aku masih memiliki banyak senjata." Vallen mulai meneteskan air mata.
"Iya... Tetapi jangan mengatakan hal seperti itu sambil menangis. Sangat memalukan kamu tahu."
"Huah... Aku tidak menangis ini cuma kemasukan debu saja."
"Terima kasih banyak Master. Aku sangat menghargai pemberian anda."
"Hehm... Asal kamu bahagia saja. Oh iya kamu harus menjalin kontrak dengan senjata ini cukup teteskan darahmu ke pedang ini."
"Wahai pedang dengarlah permintaanku. Namaku Vallen dan sebagai Mastermu aku akan memberi nama kepadamu. Namamu adalah Kusanagi dan berikanlah aku kekuatanmu."
Pedang itu bersinar dan mengeluarkan gelombang aura berwarna merah darah, seakan seperti menerima master barunya.
"Pedang Kusanagi kah? Nama yang bagus Vallen."
"Tentu saja Master." Tersenyum
Pedang dengan elemen angin dan Skill petir yang aku miliki sangat cocok untuk di gabungkan.