
"Sungguh sambutan yang menarik kawan, kau murid baru di akademi dan sudah membuat beberapa musuh, hahaha kau menarik, yah kalau kau butuh bantuan aku akan membantu mu, hahah.." Ucap Arduin Deovare.
"Heh lelaki memang bodoh ya, aku tidak habis pikir kenapa laki2 di dunia ini kelewat konyol." Sahut Hylario Vanderba.
"Cihh perempuan kutu buku... aku heran apa gunanya kau pakai kacamata besar itu jika tidak digunakan untuk melihat dunia yang luas ini."
"Diam kau Arduin, pengetahuan mu tidak ada apa apanya dibandingkan denganku, kita hidup di kelas yang berbeda, biarpun kau seorang keturunan Guardian hummph*mengembungkan pipi*."
"Ak... gawat dia imut juga tetapi kenapa harus jadi kutu buku.... dunia tak adil, Ahhuumm yahh aku akui kau lebih pintar nyonya Hylario."
"Hehe... kedua orang ini pasangan yang serasi.., baiklah aku akan pergi dulu tidak enak kalau harus mengganggu sepasang kekasih yang sedang bermesraan."
"Haahh kekasih dari mana..?" Mereka berdua mengucapkan hal yang sama.
Lucu sekali.
.....
...
.
Hal yang aku katakan tadi membuat berbagai respon dari beberapa pihak, namun aku tidak akan berniat menarik kembali ucapanku, aku paling benci dengan sistem yang berkuasa mendapat segalanya, aku harus menghapus sistem seperti ini, tidak seharusnya seorang bangsawan bertindak semena mena, apalagi memaksa kehendak orang lain dibawah mereka menggunakan kekuatan latar belakang dari keluarganya, aku jijik dengan tipe manusia seperti ini.
Setelah Vallen melepas belenggu rantai yang menancap di jantung nya, efek emosi dari Vallen masih belum sepenuhnya pulih, hal ini yang membuat dia kehilangan jati dirinya, dia bisa jadi penyayang, dia bisa jadi pemarah, dia bisa jadi murka, dan liar dalam beberapa aspek seperti Kenikmatan dalam menghilangkan nyawa seseorang, Vallen tidak merasakan sesuatu ini telah lama hidup di dalam dirinya, semakin lama hingga ia akan keluar dan menunjukkan wujud aslinya, siapakah sesuatu itu, yang pasti ia berasal dari ketidakmurnian dunia kegelapan.
......
...
.
Vallen memasuki kelasnya dan duduk di bangku bersebelahan dengan Diana Esthera.
"Hey teman sebangku... kenapa kau merenung, apakah kau menyesal telah mendeklarasikan perang ke seluruh Akademi?".
"Hoo Mrs.Diana kah? iyah aku cuma kepikiran beberapa hal, namun aku tak berniat untuk menarik kembali ucapanku."
"Cukup panggil saja Diana... kalau begitu tunjukkan seberapa kuat dirimu."
"Memang itu yang akan kulakukan."
......
...
.
"SIAP INSTRUKTUR."
.....
...
.
"Oke pada hari ini kita akan Praktek yaitu tentang Plana, Diana Esthera coba jelaskan apa itu Plana."
"Baik Instruktur, Plana merupakan kumpulan Mana yang di alirkan ke seluruh tubuh dengan maksud untuk menciptakan baju pelindung atau Armor berdasarkan dari karakteristik manusia itu."
"Betul... Plana yang diciptakan oleh Mana mempunyai fungsi yang sangat diperlukan untuk perlindungan atau penambahan stat tempur, setiap Plana itu memiliki 4 tingkatan yaitu Copper, Silver, Gold, dan Mithril, setiap tingkatan mempunyai level 1 sampai 5, tingkatan ini juga menentukan kualitas Mana di dalam diri kalian, artinya Mana yang besar akan mendapat Plana tingkat tinggi juga."
"Guru Fafnir pernah memberiku pengetahuan tentang Plana pada saat itu, namun tingkatanku hanya dalam tahap Silver level 2, Diana ngomong2 tingkatanmu sekarang apa?".
"Heh sebentar lagi kau akan mengetahuinya."
.....
...
.
"Cara untuk menciptakan Plana adalah pertama kalian harus fokus pada aliran Mana di dalam tubuh, bayangkan Mana itu mengaliri tubuhmu dan kemudian Plana akan secara otomatis terbentuk berdasarkan kekuatan masing2, intinya seperti ini."
Woahh itu Tahap Gold level 3.
"Jadi seperti inilah Plana, sekarang kalian yang harus mempraktekkan, jika kalian kurang fokus maka Plana akan hancur dan kalian harus mengulanginya... Paham?"
"SIAP INSTRUKTUR."
.....
...
.
"Jadi Vallen tadi kau penasaran berada di tahap apa Plana ku... uhhu hu... baiklah akan ku tunjukkan."
SFX : Whoossshhh
Plana milik Diana mengeluarkan cahaya terang yang membuat beberapa orang terpaku melihatnya.
"Sungguh hebat, seperti yang diharapkan dari keturunan Guardian, itu adalah Plana tingkat Silver level 4, dia pasti punya Mana yang besar."