Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Ke Sarang Serigala Mistik (Part 3)



Noir menjelaskan hal mengenai Reiki kepada Vallen, hal itu membuat Vallen menjadi penasaran.


"Baiklah sebelum aku menjelaskan lebih dalam mengenai Reiki, kita akan memberi salam kepada Patriack terlebih dulu."


"Baiklah."


Vallen, dan Noir memasuki aula.


Mereka disambut oleh banyak anggota keluarga Deovare.


"Jadi orang baru ini yang menjadi anggota keluarga kita?"


"Aku dengar dia seorang Knight."


"Hmm, dia kelihatannya cukup kuat."


"Psst... Jangan ramai."


"Baik."


Vallen memberi salam, dan menundukkan kepala dihadapan Patriack.


"Vallen Deovare menghadap Patriack."


"Kami menyambutmu, Vallen. Kami ingin kamu menjalankan sumpah keluarga. Apakah kamu bersedia?"


"Dengan senang hati Tuanku.."


"Baiklah, bawakan kertas sumpah."


Setelah itu Alex membacakan isi sumpah kepada Vallen.


"Vallen Deovare dengan ini aku akan membacakan isi sumpah kepadamu, jawab jika kamu bersedia."


"Baik Tuanku."


"Sebagai anggota keluarga Deovare, apakah kamu bersedia akan selalu setia kepada Kerajaan Estora?"


"Saya bersedia."


"Apakah kamu bersedia menjalankan perintah Raja, dan Patriack keluarga Deovare kita?"


"Saya bersedia."


"Perintah Raja adalah hal yang mutlak, apakah kamu setuju?"


"Saya setuju."


"Perintah Patriack juga merupakan hal yang mutlak, apakah kamu setuju."


"Saya setuju."


"Menjadi bagian dari Keluarga, kau akan menerima banyak informasi rahasia. Berjanjilah agar selalu menjaga rahasia Keluarga sampai ajal menjemputmu."


"Saya Berjanji."


"Sebuah pengkhianatan yang merugikan Kerajaan, dan Keluarga Guardian, akan dibayar dengan nyawa. Apakah kamu bersedia menyerahkan nyawa-mu jika hal itu terjadi?"


"Saya bersedia."


"Baiklah dengan kepercayaan yang diberikan oleh Raja kepadaku. Namaku Alex Deovare, Patriack Keluarga Guardian Deovare, dengan ini menerima sumpah dari anggota baru kami yang bernama Vallen Deovare. Aku berharap kamu selalu menjaga kesetiaan kepada Keluarga barumu."


"Terima kasih Tuanku."


Setelah sumpah dilakukan, Vallen menemui Alex untuk membahas program kerjanya.


"Patriack, mengenai program yang anda katakan?"


"Ah itu benar, kamu akan bertugas di bagian Diplomasi."


"Diplomasi?"


"Itu benar, untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan oleh Tetua Frein."


"Baiklah Vallen, namaku Frein Deovare. Aku akan menjadi orang yang membimbingmu sampai kau mengerti apa itu Diplomasi."


"Baiklah, Vallen mohon bantuannya Tetua Frein."


DI hari itu, Vallen belajar tentang Diplomasi. Fakta bahwa Kerajaan Manusia tersebar di berbagai benua. Sebagai seorang utusan Kerajaan, sangat penting mengetahui seluk beluk Kerajaan sebelum menjalin suatu kerja sama.


Kerajaan Estora diapit oleh berbagai wilayah, Di bagian Utara terdapat Kekaisaran Iblis, bagian Barat berdiri suatu Kerajaan Manusia bernama Zlandar, bagian Timur juga berdiri sebuah Kerajaan Manusia bernama Tuore, sedangkan bagian Selatan merupakan wilayah Laut, dan di seberang Laut itu berdiri suatu Benua yang ditempati oleh para Elf, Dwarf, dan Beastman.


Kerajaan Estora merupakan wilayah yang paling adidaya diantara Kerajaan Manusia yang lain, oleh karena itu mereka menerima berbagai keuntungan untuk mengekspor berbagai barang ke wilayah lainnya.


"Baiklah untuk hari ini kita akan menyudahi terlebih dahulu pertemuan kali ini, besok kita akan belajar tentang kondisi Kerajaan."


"Baik, terima kasih Tetua Frein."


Frein mengangguk, dan pergi meninggalkan ruangan.


"Huwaahh... Akhirnya pelajaran ini selesai. Menjadi seorang Diplomatik, menurutku ini sangat menyenangkan. Baiklah aku akan keliling Palace, aku masih penasaran dengan seluk beluk Keluarga baru ku ini."


"Oh, Hai."


"Hmm, apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Ah tidak, sebenarnya saya ingin berkeliling di sekitar Palace, karena aku baru datang pagi ini, jadi..."


"Oh, kamu adalah anggota Keluarga yang baru."


"Ya, itu benar."


"Baiklah, ikutlah denganku. Aku akan menunjukkan berbagai area di Palace ini."


"Hoh, baiklah. Aku akan sangat terbantu jika anda bersedia memandu saya."


"Jangan terlalu formal kawan, namaku Isacc Deovare. Salam kenal ya."


"Ohh, namaku Vallen Deovare. Salam kenal juga."


Isacc, dan Vallen mulai berkeliling di sekitar Palace.


"Ini adalah halaman belakang dari Palace, seperti yang kau tahu di sinilah tempat kita melatih Arma yang melayani Keluarga Deovare, selain kami membuat tempat latihan untuk Arma berbakat pedang, kami juga membuat tempat latihan untuk Arma berbakat sihir. Hal ini dilakukan agar keseimbangan, dan kerukunan akan terjaga."


"Luar biasa, tempat seluas ini hanya dijadikan sebagai tempat latihan."


"Tentu saja, para Tamer juga berlatih di sini."


"Hmm, jadi seperti itu."


"Baiklah kita akan ke tempat yang selanjutnya."


Isacc mengantar Vallen ke berbagai tempat, diantaranya ada dapur, kantor administrasi, ruangan pertemuan, pemandian air hangat, taman, tempat penempaan senjata, dan penjara bawah tanah.


"Kau tahu? Meskipun kami adalah anggota Guardian, namun yang boleh tinggal disini hanyalah Keluarga inti saja. Rekrutan seperti kita disediakan tempat tinggal di bagian kota. Mungkin sebentar lagi kamu akan diantar ke kediamanmu."


"Oh, Keluarga inti ini adalah?"


"Keluarga inti merupakan keturunan langsung dari Guardian Deovare, tentu saja itu Patriack beserta seluruh keluarganya, Tetua besar beserta seluruh keluarganya."


"Tetua besar berbeda dengan Tetua biasa?"


"Ya, kau benar. Tetua besar saat ini ada tiga, sedangkan Tetua biasa itu berasal dari anggota Rekrutan seperti kita,"


"Baiklah, terima kasih sudah menjelaskan banyak hal."


"Tentu saja, sesama anggota harus saling membantu."


"Oh iya kalau boleh tahu, kamu berada di bagian apa?"


"Aku berada dalam bagian kantor administrasi, kalau kamu?"


"Aku anggota Diplomatik."


"Ahh, itu berarti itu kamu berada dalam pengawasan Ayahku ya."


"Hmm, siapakah ayah anda itu?"


"Oh aku belum bilang ya. Haha, maaf-maaf. Ayahku adalah Tetua Frein."


"Wahh, ternyata kamu adalah anak dari Tetua Frein. Pantas saja aku merasakan hal yang tidak asing saat bertemu denganmu tadi."


"Hahaha, kau ada-ada aja kawan. Baiklah karena aku sudah mengantarmu kesana-kemari, aku akan pamit dulu."


"Ohh, sudah mau pulang kah?"


"Itu benar, kau bisa melanjutkan jika masih ingin berkeliling. Tapi ingat, wilayah di atas merupakan tempat pribadi Keluarga Inti, jadi orang seperti kita dilarang memasuki area itu."


"Baiklah, terima kasih atas bantuanmu. Aku akan membayarnya lain kali."


"Benarkah? Kalau begitu sebotol Wine putih cukup untuk membayar semua ini."


"Hahah baiklah. Sampai nanti Isacc."


"Hoh, sampai nanti Vallen."


(Wilayah atas kah? Aku penasaran bagaimana keadaan di sana.)


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Vallen.


"Tuan Vallen, saya disuruh oleh Tetua untuk mengantar anda ke kediaman anda yang ada di kota."


"Oh, bagaimana dengan pelayan pribadiku?"


"Jika yang anda maksud adalah Tiffa, maka dia sudah berada di tempat tinggal anda sekarang."


"Baiklah antar aku kesana."


"Baik, Tuan Vallen."