
"Dan begitulah ceritanya kerajaan kita ini berdiri Anakku Vallen."
Ucap seorang Ibu yang membacakan sebuah cerita tidur kepada Anaknya.
"Hmm Ibu, apakah keempat Guardian itu sekarang masih hidup?"
"Tentu tidak sayang, kejadian itu sudah lama, tepatnya 500 tahun yang lalu. Apa kamu tahu sekarang kerajaan kita digerakkan, dan dilindungi oleh keturunan langsung dari para Guardian dan Raja Manusia terdahulu lho..."
"Padahal aku ingin bertemu dengan Tuan Deovare, dia Guardian yang sangat kuat, dia bahkan mempunyai seekor Naga. Ibu, aku ingin memelihara seekor Naga..!"
Ucap sang Anak kepada Ibunya dengan mata yang berkaca-kaca seakan penuh harapan.
"Hehehe.. Sekarang kan sudah ada keturunannya Vallen. Ayo nanti kita berkunjung kesana untuk melihat keturunan Guardian Deovare." Ibu sambil mengusap kepala Vallen.
"Enggak mau, aku hanya ingin bertemu dengan Guardian Deovare." Jawab Vallen sembari meronta di atas ranjang.
"Hoo... Nak, apakah kamu mau menjadi seperti tuan Deovare?"
Tanya Ayah yang juga berbaring di sebelah Vallen.
"Hmm... Ayah benar, aku akan menjadi seperti tuan Deovare dan berlatih dengan keras." Jawab Vallen dengan keras dan penuh semangat.
"Hahaha itu baru Anakku." Ayah mengusap kepala Vallen, dengan harapan agar kelak suatu saat nanti, dia akan menjadi seseorang yang baik dan kuat.
"Sudah waktunya untuk tidur, besok kita harus membuka toko di pagi hari. Aku penasaran apakah dia ingin menjadi seorang murid di Akademi Alvarez suatu saat nanti?" Ucap sang Ibu kepada Ayah.
"Tentu saja dia akan menjadi murid Akademi suatu saat nanti. Mulai besok aku akan melatih dia agar kelak dia tidak kesulitan menjalani Incerenation."
Ujian kedewasaan atau biasa disebut dengan Incerenation. Sebuah ujian yang diadakan di Kerajaan tepatnya di suatu Akademi. Para Remaja berumur 17 tahun keatas dari berbagai daerah yang ingin menjadi seorang murid di Akademi Alvarez harus melewati Incerenation ini.
Setelah itu yang terpilih dengan mempunyai suatu kekuatan, akan diperbolehkan untuk memasuki cabang Akademi dimana mereka akan berlatih, dan diharuskan berkembang sesuai bakat, serta kekuatan yang sudah mereka dapatkan.
Sedangkan bagi mereka yang tidak mempunyai kekuatan apapun, maka akan gagal dan mendapat predikat Nonless.
Ucap Ayah sambil berbisik kepada Vallen, mendengar hal ini Vallen hanya tersenyum.
Vallen kemudian bertanya kepada Ibunya.
"Ibu, apakah Ibu sangat menyeramkan ketika sedang marah?"
"Tentu tidak sayang, itu hanya Ayahmu sendiri yang penakut. Kamu jangan dengarkan Ayahmu ya." Nada Ibu seakan mengejek Ayah.
"Hohoho... Tapi Ayah ini sangat kuat ketika di atas ranjang dengan Ibumu lho Nak."
Ayah bercanda dan tertawa.
"Apa yang Ayah katakan di depan Anak kita yang masih kecil? Hemm... dasar mesum." Ucap Ibu sambil mencubit telinga Ayah.
"Hmm, mesum itu apa Yah...?" Vallen bertanya-tanya.
"Ehem, mesum itu adalah..."
Ibu kemudian menampar Ayah.
"Aduh..."
"Sudah-sudah ayo kita tidur sudah malam."
"Hmm... Baik Bu."
Pada akhirnya suami istri yang baik ini kemudian berhenti bercanda, setelah itu Vallen tiba-tiba tertidur lelap di tengah mereka, dan akhirnya suami istri tersebut ikut terlelap dengan nyaman dilindungi oleh selimut yang sangat hangat dengan memeluk Vallen.
Mereka bertiga tidur ditemani malam berbintang dengan sinar bulan yang terang, juga suara nyanyian burung hantu serta jangkrik yang merdu, mereka pun melewati malam yang indah di sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh area padang yang sangat hijau.