
Perlahan membuka mata.
Vallen menyadari bahwa dia sudah berada di ruangannya sendiri.
Merasa bingung, dia pun bangun dan mencoba untuk mencari semua orang.
"Oh, Vallen. Kau sudah bangun? Bagaimana perasaanmu?"
"Masih sedikit pusing. Cylaz sialan itu, dia memberi racun lagi."
Creuz mencoba menyembunyikan sesuatu.
"Bagaimana keadaan Puteri Chloe?"
"Aman... Puteri Arleana juga dalam keadaan yang aman."
"Huh? Aku melihat orang itu membawa Puteri Arleana. Dari mana kau tahu kalau dia baik-baik saja."
Puteri Arleana memasuki ruangan.
Vallen terkejut.
"Puteri...!"
Merasa khawatir, Vallen mendekat.
"Apakah anda baik-baik saja? Bagaimana dengan Adik anda?"
"Chloe, masuklah."
"Puteri Chloe, anda juga baik-baik saja kan?"
"Tenang saja Vallen. Kakak, bukankah kamu harus segera menjelaskan situasi kepada Vallen?"
"Itu benar. Vallen dengarkanlah..."
Vallen mendengarkan seluruh situasi yang diucapkan oleh Puteri Arleana.
Mulai dari upaya penculikan yang hanya merupakan sebuah pengalihan, tujuan sebenarnya dari Organisasi Black Trigger adalah benda Pusaka Kerajaan Ivaria yang tersimpan di dalam Chamber.
"Ketika mereka menculikku, para Prajurit langsung menyebar dan mencari keberadaanku. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh Black Trigger untuk mencuri Pusaka kami, dan mereka berhasil mendapatkannya."
"Tapi kenapa? Puteri Chloe yang seharusnya bisa membaca masa depan..."
"Tidak... Kemampuan yang aku miliki juga mempunyai batas waktu tertentu saja. Aku tidak bisa membaca apa yang akan terjadi besok, Eye Of God hanya bisa membaca kejadian beberapa menit kedepan. Oleh karena itu, aku mengutamakan keselamatan Kakak Arleana."
"Terus, pada saat aku bertarung dengan Cylaz, mengapa Puteri Chloe menghentikan aku?"
"Untuk itu, aku serahkan kepada Kakak untuk menjelaskannya."
"Kamu tahu kan? Semua Kerajaan memiliki suatu kelompok yang menjaga dari balik bayangan. Kerajaan Estora yang memiliki pasukan elit tersembunyi bernama Erebus, kami juga memiliki pasukan elit bernama Majin. Kalian bisa masuk."
Pintu yang terbuka itu kemudian dimasuki oleh kelompok berbaju hitam dengan wajah tertutup, beberapa dari mereka memakai topeng.
Kelompok dengan anggota sebanyak 7 orang itu kemudian berlutut di hadapan Puteri Arleana.
"Vallen, aku perkenalkan. Mereka adalah pasukan elit Kerajaan Ivaria, Majin."
"Jadi mereka adalah pasukan elit dari Ivaria, Majin yah."
(Aku merasakan kekuatan yang besar dari mereka. Tidak salah lagi, mereka pantas disebut pasukan elit.)
"Pemimpin pasukan silahkan maju dan perlihatkan wajahmu."
(Aku merasakan perasaan yang tidak asing darinya.)
"Yo, kita berjumpa lagi ya, Vallen?"
"Cylaz, K-Kau....!"
"Whoh tenang dulu Vallen."
Creuz menghentikan Vallen.
"Apa maksudnya ini, Cylaz?"
"Tenanglah Vallen, aku akan menjelaskannya."
"B-Baik Puteri, maaf sudah terbawa emosi."
Arleana menghela nafas panjang.
"Kelompok Cylaz adalah anggota Black Trigger, sekaligus mata-mata Kerajaan. Tidak, lebih tepatnya mereka adalah pasukan yang sudah kuberikan tugas untuk memata-matai pergerakan Organisasi Black Trigger."
"Lalu, bagaimana dengan Mary?"
"Kami membutuhkannya agar rencana tetap berjalan, maka dari...."
Vallen kemudian melepaskan pukulan tepat ke kepala Cylaz.
Semua orang di ruangan terkejut.
"Vallen...!"
"Tenanglah Puteri, aku pantas mendapatkannya."
"Tapi, Cylaz..."
"Ya, dia sangat pantas mendapatkan pukulan ini. Melihat bagaimana caranya memperlakukan Wanita layaknya binatang."
"Maafkan aku. Pada saat itu, aku sedang bertugas dengan anggota Black Trigger yang asli. Semua rekanku menjalani tugas secara terpisah, yang harus kulakukan adalah bersandiwara di depan mereka, walaupun harus menyiksa seseorang."
"Kau bilang itu bersandiwara hah? Kubunuh kau."
Tekanan Aura yang sangat hebat mulai mendominasi ruangan, rasa sesak nafas, ketakutan, perasaan cemas bercampur menjadi satu.
Creuz mencoba menenangkan Vallen.
"Vallen, tenanglah... Keadaan Mary baik-baik saja."
Seketika Vallen tenang berkat upaya Creuz.
"Apa itu benar Cylaz? Mary baik-baik saja."
"Ah, aku jamin dia pasti baik-baik saja."
"Baiklah kalau begitu. Sekarang, kembali ke topik awal. Apa mencuri Pusaka Kerajaan juga bagian dari tugasmu?"
"Tidak, pada Operasi kali ini aku tidak mendapatkan tugas apapun. Aku hanyalah anggota rendahan, yang merancang semua ini kemungkinan adalah Jendral kami. Berbeda denganku yang masuk regu pemantau, pada operasi kali ini yang bertugas adalah pasukan inti mereka sendiri."
"Jadi begitu..."
"Ketika aku mendapat kabar bahwa operasi mereka melibatkan Puteri Arleana, secara diam-diam aku keluar dari markas dan mengejar para penculik itu."
"Dan kemudian kita bertemu di jalan itu, benar bukan? Jadi, kenapa kau menusukkan racun pelumpuh itu lagi?"
"Iya... Karena kamu tidak mau berhenti menyerangku, bukan?"
"Ya... Ku kira itu benar."
(Aku tidak menyangka apabila mereka sudah menyiapkan rencana seperti ini.)
"Jadi bagaimana rencana kalian selanjutnya?"
"Mereka akan menyerang Kerajaan Ivaria, menggunakan Pusaka itu."
"Tujuan mereka adalah?"
"Eye Of God."
"Apa kau bilang?"
"Untuk beberapa hal yang tidak aku ketahui, mereka sudah menemukan kemampuan Puteri Chloe."
"Tampaknya pemimpin kalian adalah orang yang murka."
"Ehmm... Pemimpin Organisasi Black Trigger adalah orang yang mengerikan. Sulit menjelaskannya, namun aku pastikan dia sangat berbahaya."
Vallen tersenyum.
"Menarik... Sangat kuat ya."
Darahnya mendidih, Jiwa Naga meronta. Vallen sangat bersemangat ketika mendengar hal itu.
"Oh iya, aku belum memberitahukan sesuatu kepadamu ya. Cylaz adalah Anakku."
"A-Apa...! Cylaz adalah Anakmu, Jendral Creuz?"
"Bukankah menurutmu nama kita agak mirip? Huruf awal C, dan huruf akhir Z."
"Ahh... Benar juga ya."
ILUSTRASI : CYLAZ FADIM