Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Rising Sun



Pertemuan dengan kedua orangtua setelah sekian lama berpisah. Walau hanya 1 tahun lebih tidak pernah berjumpa tetapi, Vallen tidak dapat melupakan kehangatan kasih sayang seorang Ibu. mungkin itulah alasan Vallen selalu merindukan mereka.


(Point Of View Vallen).


Aku memasuki rumah dan aku mendengar tangisan bayi. Ketika aku berjalan perlahan entah kenapa ada perasaan sangat bahagia sekaligus terharu, disana aku melihat seorang bayi mungil yang sangat imut.


"Ohhh lucunya. Ibu Ayah ini..." Ketika aku mengatakan ini wajah mereka berdua seperti ingin segera memberitahukan sesuatu yang sangat berkesan


"Val dia adalah adikmu..." Ucapan Ibu yang halus dan lembut dibalut dengan senyuman dan aku melihat Ayah tersenyum disana.


"Jadi kamu Adik kecilku. Halo Adik, ini Kakakmu disini. Sangat imut..." Mata yang bulat dan biru, rambut hitam gelap seperti punya Ibu dari sini aku sadar bahwa Adikku sangat menggemaskan.


"Vallen, dia adalah Adikmu namanya Emma, cantik sekali bukan...? Hahaha setidaknya dia tak sepertimu pada saat kamu masih bayi.Hahaha." Yah aku tahu kenapa Ayah bilang seperti itu karna pada saat aku kecil, aku sering sekali mengerjai Ayahku. Melihat wajahnya itu membuatku ingin menjahilinya.


"Ho, Nama yang cantik, aku yakin yang memberi nama Emma adalah Ibu, kalau Ayah yang memberi nama tidak mungkin sebagus itu. Jadi namamu Emma yah Adik kecilku tersayang." Aku menggendong Emma dengan tidak sabar ingin juga memeluk dan mencium pipinya yang tembem...


Setelah reuni berlalu aku menjalani hari seperti biasa. Kami makan malam bersama dan aku menceritakan penuh bagaimana Aku bisa bertemu dengan Fafnir dan menjadi Muridnya. Aku juga bercerita tentang kejadian di desa Quile dan memberitahu mereka bahwa Aku dekat dengan seorang gadis yang bernama Sistine. Mendengar hal ini mereka berdua sangat senang dan ada beberapa hal yang tidak mereka percayai seperti kekuatan sihirku yang sudah pulih dan menjadi sangat kuat. Namun aku tidak memaksakan kepercayaan itu karna aku tahu bahwa berkat mereka berdualah aku bisa menjadi seorang ahli sihir.


Waktu berlalu cukup lama untuk mereka mendengar ceritaku. Ibu harus pergi agak awal karna akan menidurkan Emma, sedangkan Ayah ada di depanku mendengar ceritaku sepanjang malam. Walaupun terkadang sifatnya agak menjengkelkan namun dia adalah Ayahku dan dia juga seorang Ayah yang sangat baik.


"Hehhmm jadi seperti itu yah... Tidak salah aku menitipkanmu ke Fafnir. Dia sudah banyak membantu keluarga kita."


"Yahh bisa dikatakan bahwa dia juga sudah menyelamatkan harapan Anakmu ini. Apakah Ayah tahu perasaanku pada waktu itu ketika aku divonis memiliki kehidupan yang Nonless atau tidak mempunyai bakat dasar dalam sihir.... itu semua menyakitkan tapi setelah aku mengalami banyak pertemuan akhirnya aku tersadar bahwa kehidupanku ini tidak lebih dari setitik debu yang melayang di angkasa. Aku bersyukur bertemu dengan mereka dan Master Fafnir menitipkan sesuatu untuk diberikan kepadamu." Aku memberikan sesuatu yang aku tidak tahu apa isinya dan Ayahku menerima paket itu seakan sudah tahu apa isi di dalamnya.


"Hehm aku ucapkan terima kasih karna sudah membawa paket ini dengan aman.."


"Sebernya apa isi dari paket itu Yah?"


"Belum saatnya kamu untuk tahu Nak... tidak sekarang." Ucapan ayah sangat dalam dan jelas kali ini apakah isinya itu sesuatu yang berbahaya.


Setelah lama berbincang tak ku rasa malam sudah berganti pagi, aku pergi keluar dari rumah dan bisa ku bilang sekarang desa Mura sudah berkembang lebih baik, dikatakan bahwa desa kedatangan salah satu Alkemis yang membantu membuat dan menjual sarana dan prasarana, karna desa kami dalam tingkatan ekonomi menengah ke bawah maka tidak ada seorang Baron disini tetapi desa kami dipimpin oleh seorang kepala desa yang baik.


Pertama tama aku harus berbelanja dulu, dalam perjalanan banyak ku lihat para petualang dan aku berspekulasi bahwa ada sebuah guild yang baru didirikan di desa ini, bila memang benar demikian maka tak diragukan lagi mengapa desa ini bisa sedikit naik tingkat ekonominya, aku memasuki pasar di pertengahan desa sebelah air mancur dan mulai berbelanja ria, 1 koin emas bernilai 30 silver dan 1 koin silver bernilai 50 copper dan untuk barang barang seperti ini hanya dipatok harga per copper, aku membeli beberapa oleh2 untuk orang2 yang ku kenal karna sudah lama tak berjumpa dengan mereka.


Aku mampir ke salah satu toko disini, kebetulan dia adalah pamanku sendiri.


"Hoo Vallen kau sudah kembali... Hem hem padahal ku kira kau sudah hilang entah kemana." Orang ini adalah paman ku, dia adalah adik dari ibu ku dan juga dia adalah seorang pedagang sembako.


"Ah maaf paman karna sudah membuatmu khawatir."


"Owh melihatmu semakin kuat sudah menghilangkan kekhawatiranku, dan juga aku penasaran selama 1 tahun ini apa yang sudah kau alami." Seperti yang diharapkan dari paman dia bisa melihat perkembangan ku, sangat luar biasa.


Aku membeli beberapa barang dan paman juga memberi ku banyak diskon walaupun aku bersikeras untuk membayar harga asli, tapi aku tidak mau diceramahi terlalu lama jadi aku pasrah saja.


Dengan membawa oleh2 aku pun mulai berkeliling ke rumah kenalanku, aku memberikan mereka hadiah dari desa Quile dan mereka sangat senang.


Hingga akhirnya aku sampai di tujuan akhir yaitu rumah Ren dia adalah seorang wanita yang pernah bertukar janji dengan ku, dan keluarganya menjalankan bisnis penginapan.


"Selamat Datang, silahkan...." ucap para pelayan di dalam penginapan.


"Woahh penginapan ini semakin megah saja, aku penasaran apa saja yang sudah terjadi 1 tahun terakhir ini."


Aku menemui salah satu pelayan dan bertanya tentang pemilik penginapan, tak lama pelayan itu datang dengan ibu daripada Ren.


"Ahh bukankah ini Vallen... Ara..... kau sudah sangat besar sekarang, lama tak berjumpa apakah kau baik2 saja."


"Hai bibi yah aku sangat baik, bibi juga kulihat sangat segar dan lebih muda."


"Uhu hu tak kusangka kau juga pandai menggoda yah..." Ha ha ha bercanda seperti ini dengan bibi ku rasa dia tak berubah sama sekali, sama seperti bibi yang ku kenal baik dan periang.


Pada saat berbincang sesekali aku melihat kanan kiri mencari keberadaan Ren, hingga....


"Ah benar juga kalau kau mencari Ren dia baru saja berangkat ke Guild dengan ayahnya."


"Haaa(kaget)... dia ke guild." Sialan apakah dia mulai ingin menjadi seorang petualang, aku harus mengejarnya..


"Bibi aku permisi dulu, aku ingin menyusul Ren, sampai nanti." Aku melambaikan tangan dan segera berlari.


"Ahh nak tunggu.... ara2.. apakah dia mungkin salah paham, ah biarlah masa muda memang membuat iri saja."


Aku akhirnya tiba di guild, tak kusangka bahwa guild nya sangat megah dan bagus sekali, banyak petualang di dalam dan bahkan ada Bar nya, ini hampir mirip seperti guild yang ada di desa Quile, aku berjalan perlahan lahan dan ada seorang gadis yang mendatangi ku.


"Hei tampan apa yang kau lakukan disini, tempat ini bukan untuk pria lemah seperti mu." Seorang gadis petualang kah... omonganya sakit juga njerrr.


"Ahh aku kesini hanya mau mencari seseorang, aku bukan seperti ingin menjadi anggota guild atau apapun yang berhubungan dengan guild."


"Hehmmm apakah kau mencari ku, tarif ku permalam 2 silver lohh tampan(mencubitku)." Kau memang cantik tapi tidak dengan sifatmu itu.


"Maaf aku tak tertarik dengan gadis cantik seperti mu."


"Hehmmm aku suka bocah tampan yang kasar, nama ku Palla dan aku tertarik dengan mu bocah....maukah kau menjadi milikku." Si l*cur ini terus mengganggu.


Aku mengeluarkan Aura Dragon dan membuat seisi guild merasakan tekanan sementara, Palla yang di depanku langsung pingsan setelah aku mengeluarkan Aura dengan maksud mengintimidasi, tak lama setelah aku membuat seisi Guild gaduh, seorang lelaki berlari dia berada di beranda atas dan berteriak.


"Siapa yang mengganggu guild ku? maju sini sialan." Ucap dengan tegas lelaki itu yang tak lain adalah ayah dari Ren, seperti nya dia mengatakan bahwa ini adalah guildnya jadi dia adalah seorang Guildmaster.


"Hem(melihatku)... kau masuk ke sini."


"Baiklah aku kesana."


Setiap langkah tatapan sebagian orang disekitarku seakan tak percaya dan beberapa dari mereka agak menunduk, Guild yang tadinya ramai dan banyak canda tawa sekarang menjadi sunyi dengan kehadiranku, aku penasaran apakah efek dari Aura ini terlalu berat bagi mereka.


Sesaat setelah aku memasuki ruangan Guildmaster aku melihat seseorang wanita yang sangat ku nanti untuk berjumpa... ya dia adalah Ren dia ada di ruangan itu menatapku dengan haru dan juga khawatir.


"Hai Ren senang berjumpa lagi dengan mu... maaf aku terlambat terlalu lama dari janji kita tapi ak...." Dia berlari ke arahku dan memelukku dengan erat.


"Bodoh kau darimana saja, aku khawatir dengan keadaanmu.." Dia menangis si pelukan ku.


"Ah aku tahu maafkan aku yah Ren(mengusap kepalanya)."


"Ohhhoomm(batuk)... maaf mengganggu reuni kalian tapi Vallen apa2 an dengan Aura mu itu?" Ah aku tak bisa mengatakan nya kepada orang luar.


"Ah bukan apa2 kok paman, aku hanya berlatih sedikit beberapa bulan ini."


"Sedikit...? aku mulai curiga nak, aku sudah menggeluti profesi seperti ini dan percaya atau tidak menurut pengalaman ku seorang yang dapat mengeluarkan aura sebesar itu tingkatanya tak dapat dikatakan sebagai seorang manusia lagi, kamu sebenarnya siapa Vallen ?" penglihatan paman terlalu tajam seperti biasanya, dia dulu adalah seorang petualang yang terkenal dan bisa sampai menjadi Guildmaster orang ini tak bisa dianggap remeh.


"Paman juga siapa? dengan Aura tekanan seperti ini aku juga penasaran dengan tingkat kekuatan paman."


"Ha ha ha kau menggangap ku remeh bocah, sepertinya ini adalah sebuah rahasia dari pada seorang lelaki, jadi aku menghargai privasi mu, tetapi sampai kapan kau akan memeluk anakku?"


"Ahhh aku minta maaf paman.." Ren juga tersipu malu, paman kau menggangu saja.


Ketika suasana sudah nyaman kami memulai pembicaraan.


"Jadi seperti itu kah, kamu menemukan seorang Guru yang sangat baik nak."


"Yah begitulah paman, daripada itu paman anda menjadi kepala Guild di desa ini.... aku hampir tak percaya dengan sifat mudah ceroboh anda dapat diangkat menjadi Guildmaster sekarang."


Paman ini biarpun sangat kuat tetapi merupakan orang yang mudah ceroboh, dia pernah sesekali berbelanja dengan Ren yang saat itu masih berumur 3 tahun dan pulang ke rumah tanpa membawa Ren dan melupakan putrinya dia meninggalkannya begitu saja, alhasil dia diceramahi selama 1 hari penuh oleh istrinya.... tapi berkat kejadian itu dia sangat memprioritaskan Ren di masa2 pertumbuhannya bahkan sampai sekarang, dia adalah ayah yang baik.


"Yahh berkat putriku yang cantik ini aku dapat mengatur kegiatan administrasi, dia sekarang menjadi sekretaris Guildmaster lho.. ha ha ha."


"Aku akui kalau Ren sangat pandai dan teliti, aku yakin dia mendapatkan berkah itu dari bibi, tidak seperti paman yang mudah ceroboh."


Setelah kami berbincang dan bercanda tawa, aku memberikan beberapa hadiah yang ku dapat dari Baron Parley kepada kedua ayah dan anak ini, mereka berdua senang.


Ren mengajakku keluar mencari angin dan mengobrol lebih dalam denganku.


"Ren maafkan aku sekali lagi atas apa yang sudah terjadi, aku bukannya ingin mengingkari janji kita tapi..." Dia menaruh jari telunjuk di bibirku untuk menutup perkataanku.


"Sudahlah Val, aku tahu kok kamu sudah menceritakan semua pengalaman mu selama 1 tahun ini... berat yah bagimu." Dia mengucapkan itu dengan senyuman nya yang imut.


"Beberapa hari lagi ritual Incerenation akan diadakan, aku akan mengikuti tes itu sekali lagi, dan aku akan dapat menepati janji kita berdua."


"Apakah kau yakin akan mengikuti ujian itu lagi? padahal kau bisa terus bersamaku bahkan aku dapat mencarikan mu pekerjaan di Guild."


"Aku sangat berterima kasih dengan tawaran mu, tetapi aku juga ingin mempunyai mimpi yang dapat diwujudkan."


Setelah agak lama aku membahas mimpiku, Ren mengatakan bahwa dia akan terus mendampingiku selama hidupnya, dia bahkan menyatakan perasaan nya secara terang di depanku, aku tak dapat menolaknya karna perasaanku juga sama sepertinya, tetapi aku menceritakan sesuatu hal yang ku jumpai ketika masih di desa Quile, ya dan itu adalah tentang Sistine.


"Hehmm kau bilang Sistine? apakah dia seorang puteri dari pemilik penginapan Shione?"


"Hahh bagaimana kau bisa tau?


"Apa kau tahu kenapa penginapan keluarga kami bisa sampai megah seperti sekarang? karna aku berlatih dan menempa ilmu di penginapan Shione selama kurang lebih 6 bulan, dan Sistine adalah sahabat baikku."


"Hahh jadi kamu...." Aku tak dapat mempercayai nya ternyata Ren pernah berkunjung ke desa Quile, dan bahkan menempa ilmu disana.


"Ahh dan baru kemarin ini orang tua Sistine pulang dari sini setelah melihat keadaan penginapan keluargaku."


"Jadi seperti itu kah? ha ha ha kebetulan seperti apa ini."


"Tapi aku tak keberatan kalau Sistine juga menjadi istrimu karna dia adalah orang yang baik, lagipula untuk seorang lelaki mesum sepertimu 1 wanita tak akan pernah cukup.." Anjayy kata2 itu menusuk dada ku.


"Hhhoomm(batuk)... Ren aku juga mencintai mu dan..." Sebelum aku mengakhiri perkataanku, Ren menciumku dengan sangat intim, kami berdua jatuh dalam kenikmatan.


Dan dalam beberapa hari lagi Ritual Incerenation akan dimulai, Nantikanlah Kehidupan Lingkup Akademi dimana ada cinta, pertikaian, persaingan, dan persahabatan.


SIHIR DUNIA MELAMPAUI LANGIT DENGAN VOLUME/SEKUEL KE-2 NYA AKAN HADIR DALAM 1 HARI LAGI..