Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Aku Mengandalkanmu



Keesokan harinya, rombongan Vallen seera berangkat menuju Ivaria.


"Apakah itu rombongan yang sedang dibicarakan itu?"


"Itu benar, kabarnya rombongan ini juga mengangkut Knight yang terkenal itu."


"Benarkah?"


Keberangkatan mereka menuju Kapal, membuat orang-orang berkumpul, dan saling membicarakan rumor-rumor.


"Sir Knight Vallen, semoga anda selamat sampai tujuan."


"Sir Vallen... Aku mendoakanmu."


Sir Vallen...! Sir Vallen...!


(Aku mendengarkan mereka bersorak memanggil namaku, apakah aku sudah terlalu populer sekarang?)


"Hei bocah, jangan terlalu besar kepala."


"Ah, maaf Tuan Creuz."


(Itu benar, reputasiku hanya sebesar biji kacang dibandingkan Jendral Creuz Fadim. Sebuah fakta yang luar biasa telah diberitahukan kepadaku, bahwa dia ini adalah salah satu Jendral yang masuk ke dalam Ten General Heaven Will.)


"Hmm ada apa?"


"Ah tidak Tuan Creuz, aku hanya merasa bahwa anda itu orang yang sangat kuat. Apakah tidak apa-apa jika Jendral sekuat anda meninggalkan Kerajaan Ivaria hanya untuk membawa seorang anggota Aristokrat?"


"Dasar bocah, jangan merendahkan orang-orangku. Apa kau kira hanya aku orang yang kuat disana?"


(APA...! Jadi masih banyak orang yang kuat disana. Aku merasa bersemangat.)


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?"


"Ah, tidak apa-apa. Jangan dipirkan."


Dalam benak Creuz berkata:


(Aku tahu mengapa anak ini tersenyum seperti itu. Dasar Alex, kau suka merekrut orang-orang yang gila seperti anak ini. Sebelumnya Alex bilang kalau Vallen itu adalah seorang Maniak Petarung. Setelah melihat hal ini, sepertinya itu memang benar.)


Creuz percaya perkataan Alex.


Setelah itu mereka menaiki kapal.


"Hmm, apakah ada sesuatu Tuan?"


"Di perjalanan nanti mungkin kita akan bertemu dengan Armada Kerajaan Tuore."


(Kerajaan Tuore mempunyai Armada kapal terbanyak diantara seluruh Kerajaan yang lain, hal ini membuat mereka mendominasi lautan.)


"Apakah informasi mengenai kedatangan anda sudah bocor?"


"Itu benar, apalagi mereka tahu bahwa aku yang sedang mengunjungi Estora. AKu yakin mereka tidak akan menahan diri."


"Jadi seperti itu. Hehehe... Kalau begini situasi akan sangat menarik, aku sudah lama tidak meregangkan otot-otot ini."


"Aku terkadang berpikir kalau kau itu orang yang sangat bodoh. Aku jadi curiga apakah kau menjadi anggota Aristokrat karena kebodohanmu itu."


"Ahahaha... Itu... Maafkan aku."


"Hahhh... Ingatlah bocah, sebagai seorang Aristokrat Kerajaan Estora tugasmu adalah menciptakan situasi dimana perdamaian itu adalah jalan yang utama. Jika kau menyerang mereka tanpa melihat kondisi, Kerajaanmu akan berperang dengan mereka. Pirikan konsekuensi-nya."


"Baiklah Tuan Creuz, maafkan atas tindakanku. Itu benar, aku adalah seorang anggota keluarga Guardian Deovare sekaligus anggota Aristokrat yang membawa perdamaian Diplomasi."


"Itu bagus, jika kamu sadar akan tugasmu. Jadi aku serahkan kepadamu jika hal itu terjadi."


"Baik, serahkan kepadaku Tuan Creuz."


"Aku mengandalkanmu Bocah tengik."


Setelah itu mereka merapikan barang-barang


Vallen berdiri diatas tiang layar kapal, dia menatap cakrawala.


(Dunia ini sangat luas, keinginanku untuk menjelajahi, keinginan untuk merasakan, keinginan untuk menikmati. Suatu saat, apakah aku bisa berpergian ke seluruh bagian dunia ini...?)


Harapan dari seorang anak muda yang merasa haus akan pengetahuan. Apakah ini merupakan pertanda akan sesuatu yang besar akan terjadi kepada Vallen?


"Keberadaan Dewa. Aku tidak tahu mengapa, tetapi Master Fafnir sangat membenci mereka."


Dewa merupakan suatu entitas yang menguasai langit, beberapa dari mereka dulunya merupakan Manusia biasa yang menghabiskan waktu untuk memecahkan misteri dunia, hingga akhirnya dia mendapat pencerahan, dan diangkat menuju langit.


(Itu adalah beberapa hal yang kudapat dari membaca buku kuno di Palace. Penduduk langit kah? Aku yakin mereka itu sangat kuat.)


Setiap rakyat dari Kerajaan memuja Dewa yang berbeda-beda, contohnya Kerajaan Estora yang memuja Dewa Ares, Dewa Athena, dan Dewa Perseus.