
Creuz Fadim. Seorang Jendral yang memimpin ribuan pasukan dari Kerajaan Ivaria. Reputasinya bahkan diakui oleh para petinggi elit dari banyak wilayah. Sekarang dia... Mencoba untuk membawa Vallen ke Kerajaan Ivaria.
"Uhum... Baiklah satu minggu. Kemudian aku akan membawa Vallen ke Ivaria sesuai kontrak yang disepakati."
"Baiklah... Creuz, apa ada sesuatu yang membuatmu harus membawa Vallen?"
"Otoritas kewenanganku masih terlalu rendah. Maaf ya Alex, aku tidak bisa memberitahumu."
"Baiklah kalau seperti itu. Aku hanya berharap kau bisa mengembalikan dia secara utuh ketika sudah saatnya nanti."
"Jangan khawatir, semua berada dalam rencana Paduka."
"Baguslah kalau seperti itu."
Mereka berdua menenggak minuman Ale, dan berbicara mengenai banyak hal.
Sedangkan itu di kediaman Vallen.
"Hhaaahhh..."
"Tuan, mengapa anda terlihat kecapean?"
"Begini Tiffa. Sebenarnya..."
Vallen menceritakan semua yang terjadi pada saat pesta penyambutan.
"Aku akan ikut..."
"Tidak boleh..."
"Eh...? Kenapa?"
"Perjalananku penuh dengan bahaya, aku bahkan tidak tahu mengapa Kerajaan Ivaria membutuhkan bantuan dari orang sepertiku. Jika tebakanku benar, sekarang pasti sedang terjadi sesuatu dengan Ivaria."
"Tapi... Vallen."
"Maaf ya, Tiffa. Untuk sekali ini saja, kamu ikuti keegoisanku."
"Hahh... Tidak bisa kupercaya. Baiklah, aku akan menuruti mu untuk masalah itu."
"Terima kasih ya. Sebagai gantinya kamu pulang ke rumah Ibu, dan Ayahku. Mereka membutuhkanmu disana untuk merawat Emma."
"Kapan kamu akan berangkat?"
"Satu Minggu lagi..."
"Kalau begitu, aku akan pergi ke desa Mura kalau sudah tiba waktunya."
"Baiklah jika maumu seperti itu."
Malam telah berganti pagi...
"Baiklah ini adalah saatnya kamu belajar sampai malam ya, Vallen."
(Gawat... Aku belum pernah melihat Tetua yang seperti ini. Dia sangat serius sekarang.)
Di dalam perpustakaan.
"Hooh... Jadi Kerajaan Ivaria itu berada di wilayah yang dekat dengan Laut. Mata pencaharian mereka juga makanan laut."
"Itu benar. Kerjasama yang dilakukan antara Kerajaan kita dengan Ivaria adalah setiap tahun mereka pasti membeli banyak sekali beras, dan gandum dari Estora."
"Apakah mereka kesulitan dalam bertanam?"
"Mereka dalam situasi yang tidak menguntungkan. Raja mereka sekarang terkena suatu penyakit yang aneh, Wabah terjadi di beberapa wilayah mereka. Tidak hanya itu, tanah mereka pun terkena imbasnya, panen mereka rusak, tanah mengering, pepohonan layu. Dan yang paling parah adalah ikan-ikan yang tersapu ke tepian pantai banyak yang membusuk, hal itu membuat dermaga menjadi sangat bau."
"Apakah itu suatu kutukan?"
"Jika memang benar seperti itu maka... Tidak salah jika mereka kemudian memintamu untuk menjadi sebuah tali penghubung antara Ivaria dengan Estora."
"Yah, apapun yang terjadi nanti. Aku akan menjalankan tugasku dengan baik."
"Pastikan kau mempelajari sejarah mereka, tradisi, dan pengetahuan umumnya."
"Baik Tetua Frein."
"Ingatlah Vallen, jika kita bisa memper-erat hubungan dengan Ivaria. Maka Kerajaan kita juga akan semakin makmur."
"Apakah itu karena Minyak?"
"Ya, Ivaria mempunyai banyak sekali uang berkat tambangnya itu."
"Tetapi, apa fungsi minyak itu sebenarnya?"
"Sebagai pertanda akan perubahan zaman. Kau tahu, banyak sekali Kerajaan di benua ini yang ingin memonopoli tambang minyak milik Ivaria. Contohnya tetangga Kerajaan kita, mereka bahkan tidak ragu untuk menginvasi wilayah Ivaria."
"Apakah benar begitu? Jika itu memang terjadi maka sekarang Ivaria dalam keadaan yang..."
"Terjebak..."
"Orang-orang yang licik. Setelah Ivaria terkena musibah, musuh-musuhnya datang menyerang disaat mereka masih memperbaiki Kerajaanya."
"Jika aku dihadapkan oleh suatu perang, maka..."
"Vallen...!"
"Ugh..."
"Apa kau lupa hal yang paling dasar bagi seorang anggota Aristokrat?"
"Maafkan aku Tetua. Itu benar, tugas kita adalah mencegah adanya peperangan, memberikan keuntungan yang bisa diterima oleh para pemimpin antar wilayah, dan menjadikan ucapan sebagai senjata ampuh untuk situasi yang kacau."
"Bagus... Sekarang aku yakin bahwa kau benar-benar siap untuk menjadi seorang Aristokrat."