
Pertemuan tidak terduga diantara mereka memberikan sebuah Chemistry baru. Vallen mengantar mereka semua ke Aula pesta.
"Oke Vallen, terima kasih sudah mengantar Natasha. Mulai dari sini, aku akan bertemu dengan Raja Estora."
"Sesuai permintaan anda Master Helmine."
"Vallen, terima kasih sudah mengawalku."
"Oh, Ini hanya hal yang mudah, tidak perlu sungkan."
(Gadis yang aneh, dan apa-apaan Aura itu. Sangat dingin.)
"Master Fafnir, hoi..."
"Hehm.. Apa?"
"Apa mungkin kekuatan Natasha sangat kuat?"
"Hoo, sangat menarik. Jika kau bisa merasakan tekanan itu, kemungkinan dia sedikit lebih kuat daripada kau."
"Aku merasakan Aura yang sangat dingin, terasa keras, dan mematikan."
"Melihat bagaimana dia bertindak, aku yakin dia sudah banyak membunuh makhluk hidup."
"Makhluk hidup?"
"Ya, Manusia maupun Monster. Rasa haus darah yang aku rasakan ketika dia berada di dekatmu. Aku yakin dia sudah menahan dirinya sendiri untuk membunuhmu."
"Membunuh? Jadi perasaan dingin yang aku rasakan itu adalah hawa membunuh."
"Yang jelas berhati-hatilah, bagaimanapun juga dia adalah Vampir. Jika tebakanku benar, dia ingin sekali merasakan darahmu. Yah, pikirkanlah bagaimana jika seorang Manusia memiliki Aura Naga yang besar."
(Hehm, Master Fafnir pernah berkata kepadaku bahwa aku adalah kasus yang spesial. Raga Manusia, berjiwa Naga. Rintangan apa yang akan aku hadapi nanti..?)
"Baiklah, kamu bisa pergi. Aku akan menyusul Helmine di ruangan Raja."
"Baiklah Master."
"Vallen..."
"Iya?"
"Ingatlah untuk berhati-hati."
"Jangan khawatir Master, jika mereka berani muncul aku akan meladeni mereka."
"Yah, aku lupa kalau kamu adalah seorang petarung Maniak."
(Vallen masih sulit untuk menahan diri ketika bertemu seseorang yang lebih kuat, jika itu karena Fragment Kaisar Naga, aku tidak tahu apakah itu sebuah kekuatan atau sebuah kutukan. Sebagai Mastermu, aku akan merubahmu sedikit demi sedikit.)
Vallen pergi bertemu dengan Ren, dan mereka berdua berjalan di taman.
"Hehm, sudah lama aku tidak bisa berduaan denganmu Ren."
"Dasar, jika kamu hanya memilih satu Gadis, maka tidak akan jadi seperti ini."
"Ya-ya aku tahu. Tapi, aku tidak bisa mengkhianati perasaan mereka semua."
"Bagian itulah yang aku suka darimu."
Suara musik yang merdu terdengar sampai ke taman.
"Ren, maukah kau berdansa denganku?"
Vallen dan Ren menari dengan pelan, dan menikmati irama. Sampai akhirnya musik berhenti dan mereka saling menatap dengan perasaan cinta.
Mereka berdua saling merangkul satu sama lain, dan saling mendekatkan wajah. Ciuman itu terasa sangat indah bagi mereka berdua.
Sedangkan itu di waktu yang sama di ruangan Raja.
"Sang Silver Dragon, Helmine De'arc. Terima kasih sudah menyempatkan hadir dalam Kerajaan kami."
"Seperti biasa kau terlalu formal Neville."
"Hahaha... Kalau begitu, maafkan sikapku. Jadi, sebenarnya ada masalah apa sampai kau datang kesini?"
"Seperti yang kau tahu, Festival Ragnarok akan segera diadakan. Kami dari Kekaisaran Avalon ingin mengundang Kerajaan anda untuk ikut serta dalam acara itu."
"Hooh, ternyata lebih cepat dari yang kuduga."
"Ara~ Sepertinya kau menantikan undangan kami. Apakah karena sudah 2 kali Kerajaan Estora tidak memenuhi undangan kami sebelumnya, jadi sekarang kau merasa bersemangat?"
"Jangan bersikap seakan tidak tahu, aku masih sangat ingat dengan apa yang kalian lakukan kepada para peserta kami."
"Hooh... Apakah ini sebuah deklarasi?"
Tiba-tiba Fafnir mendobrak pintu.
"Jangan keterlaluan, HELMINE..!"
"Fafnir, apa yang kamu lakukan."
"Bilang kepada Kaisar Iblis. Kami akan ikut serta dalam Festival Ragnarok tahun depan."
"Cih... Kamu terlalu membanggakan muridmu itu. Apa kamu sudah lupa dengan apa yang terjadi dengan muridmu yang terakhir kali?"
"Hentikan Helmine."
"HAHAHA... Aku masih ingat bagaimana dia menjerit memanggil namamu."
"K-KAU..." Fafnir mengangkat tangannya.
"Apakah kamu ingin menamparku, seperti yang terakhir kali kau lakukan?"
"Pergi dari sini."
"Hehm... Fafnir, kumohon ikutlah denganku. Bersama-sama kita akan menduduki puncak dunia ini."
"Helmine, setelah beberapa tahun berlalu sikapmu belum berubah. Aku sempat bodoh mempercayai perkataanmu tadi. Keluarlah dari sini, dan kuperingatkan jangan macam-macam dengan Vallen. Jika tidak, aku akan membunuhmu."
"Hehm, baiklah aku akan keluar. Mengenai undangan ini, aku akan mengatakannya kepada Kaisar Iblis. Sampai jumpa."
Fafnir dan Helmine saling menjauh tanpa melihat kebelakang.
Natasha yang sudah menunggu di luar ruangan Raja, menghampiri Masternya.
"Master, apa yang terjadi disana?"
"Ohh, bukan apa-apa. Ayo kita pergi ke hotel dulu."
Sesampainya di hotel.
Natasha dan Helmine tidak mengucapkan sepatah kata apapun, mereka mandi, makan malam, dan kemudian tidur. Namun, satu hal yang pasti. Natasha mendengar tangisan Masternya sembari menyebut nama Fafnir. Natasha tidak berani untuk bertanya kepada Masternya.