Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Berpamitan



"Pengetahuan, kemampuan, strategi, dan kekuatan? Sepertinya Creuz membawa orang yang sangat menarik."


"Tidak hanya itu, kabarnya dia juga seorang Knight."


"Apa maksudmu, dia seorang Knight sekaligus seorang Aristokrat?"


"Ya, itu benar. Bagaimana menurut anda Yang Mulia?"


...


..


.


Hari ini adalah hari keberangkatan Vallen, menuju Kerajaan Ivaria. Mereka akan melewati jalur laut, dimana sebelum itu mereka akan meminta izin kepada Keluarga Guardian Moriel selaku penjaga wilayah Selatan.


"Tuan Creuz, ini merupakan desa Mura sekaligus tempat dimana saya tumbuh."


"Desa yang sangat baik, panen melimpah, perdagangan berjalan dengan lancar."


"Oh, setelah Vallen menjadi Knight. Banyak sekali orang-orang yang mempir ke desa kami untuk membangun usaha, kebanyakan dari mereka adalah pedagang. Ini semua berkat Vallen, desa kita bisa berkembang dengan baik."


"Apa yang anda katakan Kepala Desa, aku tidak melakukan apa-apa."


"Hahaha... Anak muda itu harus percaya diri lo."


Setelah Vallen melewati pusat perdagangan desa, dia kemudian menuju kediaman orang tuanya. Dia meminta izin sekaligus meminta do'a untuk keselamatan.


"Anakku, Ibu akan selalu mendukungmu. Maka dari itu, pergilah. Aku akan menjaga Ayahmu."


"Ayah tidak akan nangis lho. Ingat ini..."


"Ayah, Ibu. Aku bersyukur karena aku lahir di keluarga ini."


Celia spontan memeluk Vallen dengan erat. Sedangkan Louise, bersikap tegap sambil menahan air mata.


Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini, mereka akan bersinggah ke kediaman Moriel.


"Vallen, sekarang aku tahu mengapa kamu bisa sebaik ini. Kedua orang tuamu itu orang yang hebat."


"Terima kasih Tuan Creuz, tanpa mereka aku bahkan tidak akan bisa jadi seperti ini."


Setelah beberapa jam berlalu.


"Hooh, ini adalah sebuah Akademi?"


"Ya tuan Creuz, ini adalah cabang dari Akademi Alvarez. Mereka yang berada disini merupakan orang-orang yang mempunyai bakat Tamer."


"Karena mereka akan bisa lebih berkembang apabila sangat dekat dengan Alam."


"Jadi seperti itu, jadi Estora juga mengedepankan pengetahuan kah?"


"Itu sangat benar. Tanpa pengetahuan, sebuah Kerajaan pasti akan kesulitan dalam menjalankan sebuah sistem demokrasi."


"Jujur saja, melihat keadaan Kerajaan Estora membuatku sangat iri."


"Seperti apapun tempat kerja ku nanti, aku akan bekerja semaksimal mungkin."


"Yah, aku percaya kau pasti bisa."


"Terima kasih, Tuan Creuz."


Mereka tiba di kediaman Moriel.


"Perwakilan Ivaria telah tiba..."


Pintu gerbang terbuka.


"Selamat datang, Jendral Creuz Fadim. Silahkan lewat sini."


"Baru kali ini aku masuk ke kediaman Guardian Moriel."


(Ternyata struktur bangunan disini sangat berbeda, apakah setiap wilayah mempunyai ciri khas masing-masing?)


"Selamat datang di kediaman Guardian Moriel. Saya Bianca Moriel, dengan ini mewakili Kepala Keluarga untuk menyambut utusan Kerajaan Ivaria."


"Terima kasih atas sambutannya, jika boleh tahu dimanakah Kepala Keluarga kalian?"


"Patriack sedang membahas persoalan tambang dengan Paduka Raja saat ini, jadi saya yang bertanggung jawab atas penerimaan tamu."


"Baiklah, saya juga sudah menyiapkan beberapa hadiah untuk Patriack kalian."


"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hati Ivaria."


"Tidak masalah. Kerajaan kalian juga sudah menerimaku dengan sangat baik."


Setelah berbincang, rombongan Creuz menetap selama satu malam sebelum kapal yang akan mengantar mereka tiba keesokan harinya.


Vallen mencari udara segar di Ibukota sektor Selatan.


"Whah banyak sekali makanan hasil laut disini, sepertinya aku akan sangat sibuk mencicipi semua makanan ini."


Suasana ramai, canda tawa penduduk, tempat hiburan. Mewarnai seluruh perjalanan Vallen di kota itu.