Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Segel Terbuka



Naga emas itu mendekati Vallen dengan wujudnya yang besar.


"Apa yang anda maksud,jika anda sudah menungguku selama 17 tahun?" Tanya Vallen.


"Karena ini bukan pertama kalinya kamu memasuki kuil ini dan bertemu denganku. Namamu Vallen, benar kan?."


"Aku sama sekali tidak mengingatnya, apa yang terjadi pada saat itu?"


"Sebelum aku memulai cerita itu, perkenalkan dirimu secara benar. Jangan lupa bahwa ini adalah kediamanku, dan kamu adalah tamuku."


"Namaku adalah Vallen, seorang Civiliant, berumur 17 tahun. Lahir dari kedua orang tua biasa, Ibuku bernama Celia, Ayahku bernama Louise. Anda adalah?"


"Ayahmu adalah orang biasa? Aku rasa tidak."


"Hmm, apa maksud anda?"


"Tidak, lupakan saja apa yang telah kukatakan."


"Oh, baiklah kalau begitu."


(Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara Ayah dan Naga kuno ini. Tapi, kenapa?)


"Aku membawa malam yang kelam dengan tubuhku, sayapku yang mengeluarkan badai dengan sekali hempasan, membunuh ribuan nyawa ketika aku terbang. Aku Naga yang dapat menentang Dewa. Namaku adalah Fafnir, salah satu dari 5 Naga Kuno."


(Kekuatan yang sangat besar, kakiku bergetar, jantungku berdetak kencang, badanku tidak dapat bergerak. Sungguh kekuatan yang mendominasi, inikah kekuatan Naga kuno."


Fafnir mendekat dan berubah menjadi sesosok Manusia, dan berkata kepada Vallen.


"Akhirnya kamu kembali, Naga ini sudah lama tidak berjumpa denganmu, dan ternyata kamu sudah besar sejak pertama kali kita bertemu."


"Tetapi aku, tidak pernah bertemu denganmu."


"Wajar jika kamu tidak mengingat apapun, karena pada saat itu kamu masih bayi."


"Masih bayi? Jadi aku ke tempat ini dengan..."


"Ya, kau benar. Louise serta Celia yang membawamu ke tempat ini."


"Tetapi, mengapa orang tuaku membawaku ke tempat ini?"


"Beri aku waktu untuk menceritakan sedikit saja tentang kejadian itu."


"Baiklah, aku juga ingin mendengarnya."


"Ayahmu adalah penyelamat Naga kuno ini."


"Ayahku menyelamatkan anda?"


"Singkatnya Ayahmu pernah bertarung denganku, di saat yang sama dia juga menyelamatkanku. Tidak, tepatnya dia sudah menumbuhkan sayapku yang pernah terpotong dan aku berhutang budi kepada Ayahmu dengan memberikan sebagian kekuatanku. Jadi aku menanamkan sisikku di dalam tubuh Louise, dan tentu saja dia mendapatkan kekuatan yang hebat."


"Tunggu sebentar, apa hubungannya pertemuan ini denganku."


"Tentu saja ada hubunganya denganmu, bodoh. Ketika Ayahmu menerima Bless dariku, dan mendapatkan kekuatan yang besar, dia menikahi seseorang wanita, dan melahirkan seorang anak pertama yaitu dirimu. Kelahiranmu di dunia ini disertai badai yang sangat ganas, dan kamu mewarisi kekuatan Ayahmu."


"Apakah itu benar? Tetapi mengapa aku tidak mempunyai kekuatan apapun di dalam diriku. Bahkan aku tidak merasakan hembusan Mana di tubuh ini."


Mana adalah sebuah kumpulan energi yang dimiliki seseorang yang ketika energi ini dikeluarkan maka akan menciptakan suatu kekuatan yang disebut sihir.


"Karena tubuhmu yang masih kecil, tentu saja kamu tidak dapat menahan besarnya kekuatan itu. Louise dan Celia, mereka berdua kemudian mendatangiku, dan meminta untuk mensegel kekuatan yang ada di dalam tubuhmu, karena jika aku tidak menekan kekuatan itu, maka tidak lama lagi tubuhmu akan meledak, dan menjadi abu."


"Jadi alasan selama ini aku tidak merasakan Mana di dalam diriku adalah...?"


"Ya, akulah yang menekan kekuatan di dalam dirimu, tetapi saat ini kau sudah dapat menerima kekuatanmu lagi. Jangan khawatir." Fafnir tersenyum.


"Ya bisa dikatakan bahwa sisik yang aku tanam dalam Ayahmu itu akhirnya secara alami ke dalam tubuhmu. Yah, Naga sepertiku juga bisa ceroboh kau tahu?"


"Apa anda tahu susahnya hidup tanpa Mana di tempatku. mereka terus mengejekku, dan Akademi membuangku." Vallen meneteskan air mata dengan memukul tanah.


"Ah, Maafkan aku, ini juga semua kulakukan agar kau dapat menikmati hidup. Tetapi, suatu saat aku yakin bahwa jika saatnya telah tiba, kamu akan datang kesini, dan memohon kepadaku untuk mendapatkan kekuatanmu lagi. Tetapi, dari mana kau tahu tempat ini, jika orang tuamu bahkan tidak menceritakan kejadian itu kepadamu?"


"Aku mengingat cerita Kakekku, dia adalah seorang mantan Petualang yang pernah masuk ke kuil."


Vallen kemudian menceritakan apa yang telah terjadi dengan Kakeknya.


"Ternyata seperti itu. Salah satu dari Petualang itu ternyata adalah Kakekmu, dan juga Ayah dari Ibumu. Semua ini seperti sebuah benang yang saling mengikat."


Maksudnya Fafnir adalah, entah kenapa semua kejadian itu saling berhubungan.


"Apakah ini yang dinamakan Takdir?"


"Heh, aku tidak peduli. Bagiku, keberadaan Dewa itu sesuatu yang sangat mengganggu."


"Baiklah, bagaimana cara agar aku mendapatkan kekuatanku kembali?"


"Tentu saja aku harus mencabut kembali segel itu. Tetapi..."


"Hehm, ada apa?"


"Segel yang aku buat padamu itu berbentuk rantai yang mengikat ke jantungmu, setiap ujung rantai itu terdapat sebuah pasak besi berjumlah 10 buah. Semua pasak itu tertancap di jantungmu."


"Hahh jadi apakah aku akan mati?"


"Tentu saja tidak, apa gunanya sihir jika kau kemudian mati. Untuk melepas segel itu aku harus menguraikan satu-persatu rantai itu. Masalahnya adalah setiap aku melepas satu rantai maka kau akan merasa kesakitan seperti jantungmu ditusuk oleh besi yang panas. Jika itu 10 Rantai maka kamu akan merasakan 10 tusukan tepat ke jantungmu. Apakah kau siap?"


Vallen yang mendengar konsekuensi dari ritual pelepasan segel ini sempat membuatnya ragu dan takut. Namun dia kembali mengingat masa-masa pahit, dimanapun ia berada dan kemanapun dia berpijak, dia akan tetap dianggap sampah.


"Naga Agung, aku tidak akan mati, kan?"


"Aku menjamin kamu akan tetap hidup, tetapi kamu akan merasakan rasa sakit yang sangat hebat."


"Kalau begitu, aku menerima pelepasan segel ini. Baik itu sepuluh tusukan, atau bahkan ratusan, itu tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan kedua orang tuaku untuk membesarkan anak tidak berguna ini."


"Baiklah... Bersiaplah, karena ini akan terasa sangat sakit."


Fafnir yang dalam bentuk Manusia itu mulai membuat Vallen melayang di udara, dan mulai memancarkan sesuatu berbentuk segel kepala Naga dengan rantai di setiap sisinya. Fafnir memegang segel itu dan mulai melepas satu-persatu segel rantai yang mengikat kekuatannya.


Melepas satu rantai membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Vallen menjerit kesakitan, dia terus menjerit dan menjerit hingga perlahan emosinya mulai memudar. Fafnir yang sadar akan hal ini mencoba merafal sihir Healing untuk sedikit meringankan rasa sakit itu.


"Bertahanlah, Vallen. Aku sudah mencabut 4 Rantai, bertahanlah sebentar lagi."


"Arrggg....!!!"


Akhirnya Ritual telah selesai. Bentuk fisik Vallen mulai berubah, dia lebih tinggi dan berotot, wajahnya kelihatan semakin tampan, dan tentu saja Mana mulai menyembur keluar dari tubuhnya, bentuknya seperti asap dan terlihat percikan listrik dari tubuhnya. Disaat dia mulai membuka mata, langit mulai bergemuruh dahsyat dan mengeluarkan petir yang menyambar tubuh Vallen seakan-akan petir itu memberikan kekuatannya kepada Manusia yang sudah terpilih.


"Vallen, kamu adalah anak Petir, yaitu salah satu kekuatan yang bisa menandingi penduduk langit. Ternyata kau memiliki kekuatan yang sama persis seperti Ayahmu."


Vallen mengepalkan tangan ke atas dan mengeluarkan petir.


"Jadi ini adalah kekuatanku?"


"Hahaha... Selamat karena sudah meraih kembali kekuatanmu. Tapi ingat kekuatan besar membawa dampak lain pada dirimu. Karena rasa sakit yang luar biasa itu, beberapa emosi dalam dirimu menjadi berkurang, apa yang aku lihat sekarang adalah raut wajah tanpa ekspresi apapun. Tapi tenang saja, setelah beberapa bulan kau akan sembuh."


"Hanya sementara waktu? Tidak masalah, lagi pula aku telah mendapatkan kembali kekuatanku."


"Ya, Kekuatanmu adalah elemen Petir yang sangat langka untuk dimiliki oleh seorang Manusia biasa."