
Vallen dan Illeria berada di balkon, mereka berdua mengobrol dan menikmati indahnya cahaya bulan purnama.
"Itu... Aku tidak tahu harus bagaimana, sebagai puteri kerajaan. Aku terkadang harus menjaga image di hadapan wargaku sendiri, tetapi aku tidak menyangka jika Joan memiliki niat jahat seperti itu."
"Dari pertama kali aku melihat orang itu, aku sudah mengetahui kalau dia itu tertarik kepadamu, maka dari itu aku langsung melindungimu pada saat itu."
"Hehm.. Kamu memang Ksatria terbaikku."
Setelah mereka berbincang, akhirnya Vallen beranjak pulang ke kediamannya.
"Baiklah Illeria, aku akan pulang dulu. Besok aku mungkin akan ikut ambil bagian dalam rencana pengadilan."
"Hehm.."
Illeria menarik kerah Vallen, dan mencium keningnya.
"Illeria...Ini?"
"Aku memberikan do'a keselamatan, aku memohon agar dewi selalu mendampingi dan melindungimu."
"Terima kasih Illeria."
Vallen memegang tangan Illeria dan menciumnya.
Keesokan harinya, di markas besar Ksatria.
"Misi kali ini cukup berbahaya, aku harap kalian sudah siap, dan jangan kecewakan Paduka Raja."
Para Ksatria bersiap menyeret keluarga Polac ke pengadilan, mereka dipimpin langsung oleh salah satu anggota keluarga Guardian Deovare.
"HIDUP PADUKA...! HIDUP KERAJAAN ESTORA...!"
Para Ksatria menyerukan keselamatan Raja, dan juga keamanan tanah air mereka.
"Wah, luar biasa. Aura kepemimpinan yang dimiliki oleh keluarga Guardian Deovare bisa membuat Ksatria lebih bersemangat."
"Tentu saja, keluarga Guardian Deovare merupakan ikon yang sangat sakral bagi para Knight. Mereka berperang menggunakan pedang, tombak, baju zirah. Sama seperti Pahlawan Deovare."
"Ya kau benar sekali Vallen. Selain itu, Knight pada dasarnya memang di berada di bawah pengawasan keluarga Deovare."
"Kak Fiona, aku akan segera berangkat. Tolong sampaikan salamku ke Ayah, Ibu, dan Emma di rumah."
"Tentu saja... Hehmm, melihat Adik kecilku akan pergi berperang, Kakak tidak tega melihatnya lho..."
Fiona mengelus kepala Vallen.
"Kamu ini bisa-bisa aja. Vallen, semoga kau pulang dengan selamat."
"Terima kasih Kak Fiona."
Sedangkan itu, Sharla muncul.
"Fiona, kita mendapatkan misi. Ara-ara, bukankah ini Vallen. Oh, aku dengar kamu akan pergi bertugas."
"Kak Sharla. Haha, itu benar Kak. Aku ikut serta dalam upaya menyeret Polac ke pengadilan."
"Aku sudah mendengar berita tentang misi penyelidikan pertamamu. Kamu bekerja dengan baik."
"Itu bukan apa-apa Kak. Misi seperti itu tidaklah sulit."
"Oho, lihatlah Adik kecil ini sudah bisa menyombongkan diri. Fiona, enaknya diapain ya anak ini?" Sharla melihat dengan nakal.
"Hehm, aku tidak tahu. Tetapi, kalau untuk ciuman. Kedua kakak-kakak ini bersedia lho."
Wajah Vallen mulai memerah.
"K-Kakak Sharla dan Kak Fiona, sudah cepatlah pergi. Mau sampai kapan kalian menggodaku terus?"
"Ara-ara... Imutnya."
(Karakter mereka terlalu fulgar, pantas saja mereka berdua terkenal dikalangan para Knight, bahkan anggota Guardian. Haishh...)
Setelah berbincang, Fiona, dan Sharla pergi menjalankan tugas.
Sedangkan itu.
Di bawah komando dari Panglima, dan beberapa Knight tier 3. Para pasukan Knight akhirnya bersiap untuk menyeret Polac ke pengadilan.
Di sisi lain keluarga Polac.
"Hehm... Jadi mereka mengirim Knight untuk menyeret keluargaku ke pengadilan. Berani melawanku, kau akan merasakan akibatnya."
"Tuan, diperkirakan pasukan Knight berjumlah kurang lebih sekitar 500 orang. Mereka bergerak di bawah komando dari salah satu anggota keluarga Deovare, satu Panglima, dan beberapa Knight tier 3."
"Hanya 500 orang saja, apa hebatnya? Kita memiliki pasukan yang lebih banyak. Tenyara bayaran kita yang dipimpin oleh Shaman, 1 orang dari mereka bisa menghabisi 10 sampai 15 Knight dari kerajaan dengan mudah. Hahahaha."
"Kekuatan parasit memang sangat mengerikan."
"Tentu saja sangat mengerikan. Selain itu, mereka sangat buas, tetapi ketika kau tau bagaimana cara menggunakannya dengan benar, maka dia akan menjadi sangat penurut seperti anak kecil yang sangat manis. Hahahah."