
Setelah segel pada tubuh Vallen sudah terlepas dan Mana yang berada di dalam tubuhnya mengalir dengan tak beraturan. Hal ini yang kemudian membuat Fafnir merasa khawatir.
"Vallen, mungkin kekuatanmu sudah pulih namun kapasitas Mana dalam tubuhmu melonjak dengan cukup cepat, maka dari itu kamu harus berlatih dalam lembah ini selama satu tahun dan aku sendiri yang akan membimbingmu."
"Baiklah Master, murid ini akan mendengarkan dan melaksanakan perintahmu."
"Sekarang duduklah dan coba kendalikan aliran Mana di dalam tubuhmu."
Vallen duduk dan dalam posisi Meditasi, memurnikan dan mengatur pergerakan jumlah Mana. tidak lama dia kemudian berhasil dalam mengatur aliran Mana yang telah menumpuk terlalu berat di dalam tubuhnya.
"Bagus, seperti itulah dasar pengendalian Mana dalam dunia sihir. Sebentar lagi aku akan membuatkan obat pemurnian jiwa untukmu."
"Master, bukankah obat itu membutuhkan bahan-bahan yang langka. Aku sering mendengar obat jiwa seperti itu dijual dengan harga yang sangat tinggi."
"Heh... Jangan samakan obat jiwa buatanku dengan buatan Manusia biasa. Obat jiwa yang kubuat mempunyai efek ratusan kali lebih bagus. Semakin murni dan bening aura dalam obat itu maka kualitasnya juga semakin baik."
Setelah Fafnir selesai mengumpulkan beberapa bahan. Dia mulai meracik obat tersebut dengan sangat teliti menggunakan tungku yang memiliki kelangkaan setara tingkat Legenda.
"Wah... Jadi seperti ini proses pembuatan obat jiwa itu dan juga entah kenapa bau di sekitar area penyulingan sangat wangi sekali."
"Vallen, obat pemurnian jiwa sudah selesai, minumlah dan kemudian serap secara perlahan-lahan."
"Baik Master."
Efek dari obat itupun segera bereaksi. Tubuh Vallen seperti berasap dan mengeluarkan cairan hitam dari lubang pori-porinya.
" Luar biasa efek dari obat pemurnian jiwa ini meningkatkan kekuatanku berkali-kali lipat."
Vallen mengulangi proses pemurnian selama 3 bulan dan kekuatannya sudah luar biasa besar. Perlahan Vallen memperoleh kembali emosinya.
Fafnir membawa Vallen menuju pegunungan untuk mengetes kekuatan sihirnya.
"Ahem... kamu lihat bukit di sekitar tepi sungai itu?"
"Iya Master, saya melihatnya dengan sangat jelas. Luar biasa aku merasakan jarak pandanganku semakin jelas. Aku bahkan bisa melihat seekor semut berjalan di bukit itu."
Vallen dan Fafnir sedikit berbincang.
Setelah beberapa saat.
Fafnir melihat sekelompok Petualang.
"Woah... Hoi Vallen, aku melihat bukit yang sangat besar dan indah juga disana. Huhahaha..." Fafnir dengan memasang wajah mesum.
"Heh, berapa lama anda akan melihat bukit wanita itu Master?"
"Hush... Diamlah, ini juga merupakan sebuah pemandangan bagi lelaki seperti kita kau tahu. hal-hal seperti ini merupakan bentuk hiburan ketika aku keluar untuk melihat dunia Manusia."
"Aih... Selera Master liar juga yah. Hahaha."
Gawat aku tidak akan mempertemukan Master dengan Kakak Fiona. Apalagi dengan daya tarik bukitnya itu.
"Hehm berisik, Master jangan menggangguku. Lagipula Master sendiri mimisan dari tadi dan apa-apaan darah yang keluar dari hidungmu deras sekali. Anda bisa membuat sungai dengan itu."
"Pubertas... Iya Mastermu ini sedang puber. Hahahah."
"Hah...! Bukankah umur Master sudah ribuan tahun. Terlalu tua untuk anda mengalami pubertas."
Tidak lama para Petualang itupun beranjak pergi dari tempat peristirahatnya.
Srut...! Fafnir mengusap hidung.
"Baiklah Vallen, kembali ke tujuan kita ke sini. Sekarang posisikan telapak tanganmu seperti ini menghadap bukit itu."
"Seperti ini Master?"
"Yah bagus seperti itu. Sekarang rasakan aliran Mana memenuhi telapakmu dan ketika sudah terkumpul lepaskan ke bukit itu. Ingat batasi kekuatanmu. Mantra pemicunya adalah Raikiri."
Memusatkan pikiran dan aliran Mana di dalam tubuh, kemudian alirkan ke telapak tangan.
"Raikiri."
"Hoi... Aku bilang untuk menahan kekuatanmu."
Petir itu mengenai bukit dan meledak serta mengancurkan tanpa sisa. Bahkan petir itu tidak berhenti sampai disitu. Petir ini terus menembus bukit dan bahkan gunung lainnya.
Di sisi lain, ada sekelompok petualang yang sedang menghadapi monster besar.
"Sial monster ini terlalu kuat. Kelompok ini tidak dapat menahannya." Ucap seorang Petualang.
Tiba tiba...
Suara petir bergemuruh dan mengarah ke Monster itu dan membuat angin yang sangat kencang berhembus.
"Arg... Daya penghancur ini. Hoi siapa yang mengeluarkan sihir itu?"
"Saya tidak tahu Ketua. Aku rasa ini sihir jarak jauh, kamu bisa lihat jejak jalur lintasan petir itu dan meratakan apapun yang dilewatinya."
"Sungguh kekuatan yang sangat dahsyat. Monster itu hancur terkena serangan jauh. Siapakah yang mengeluarkan sihir sehebat ini?"
Sihir Vallen memiliki dampak kerusakan yang membuat hancur apapun yang dilewati oleh petirnya.
"Hoi Vallen, sudah aku bilang untuk mengkontrol kekuatanmu" Fafnir memukul kepala Vallen.
"Akhirnya Master...Terima kasih Master Fafnir."
"Hehm... Selamat yah. Ini adalah kekuatanmu sekarang dan kamu bukan seorang Nonless lagi. Ingat busungkan dadamu dan berbanggalah wahai satu-satunya Muridku."
"Baik Master." Vallen Membungkuk di hadapan Fafnir.