
Beberapa konsep yang sudah saya siapkan akan saya tulis dibawah.
Benua Terrania, merupakan benua yang sangat luas dan subur. Di benua ini terdapat beberapa peradaban yang dihuni oleh berbagai ras yang saling hidup berdampingan.
Bertempat di suatu dataran yang sangat luas dengan beberapa sumber mineral alam yang melimpah, di benua inilah Kerajaan Estora berdiri dan juga di benua ini berdiri suatu Kekaisaran dengan peradaban yang maju, ras yang berada di Kekaisaran ini didominasi oleh ras Manusia Iblis atau bangsa Demon, dengan Kekaisaran bernama Demore.
Puluhan tahun terakhir kedua ras itu saling berseteru dan beberapa kali telah berperang, namun kedua pemimpin dari masing-masing ras itu mengambil keputusan untuk menyudahi peperangan yang tidak ada gunanya.
Kerajaan dan Kekaisaran mulai mengambil langkah baru dalam langkah Diplomasi antar negara. Hingga akhirnya langkah baru dibuat untuk menghentikan konflik yang sudah ada selama puluhan tahun itu yaitu dengan suatu pertandingan antara Kerajaan dengan Kekaisaran yang disebut dengan Festival Ragnarok.
Ragnarok merupakan suatu upaya yang sudah diberlakukan untuk menjaga kerukunan antara kedua negara itu. Pertandingan ini sendiri diadakan selama 5 tahun sekali dan sudah berlangsung hingga 30 tahun lamanya. Para peserta yang bertanding di Ragnarok ini disebut sebagai Players.
Para Players yang berpartisipasi tentu saja adalah para Siswa dan Siswi dari masing-masing negara yaitu Kerajaan Estora dengan Academy Alvarez dan Kekaisaran Demore dengan Academy Cerebral.
Festival Ragnarok mempunyai berbagai macam jenis pertandingan, diantaranya adalah pertandingan Magic, pertandingan Sword, pertandingan Alkemis dan pertandingan Tamer. yang artinya sebanyak tiga peserta akan diambil dari murid yang terbaik dalam masing-masing bidangnya.
Dengan izin dari Raja, Vallen menjadi seorang Knight yang bertugas sebagai pengawal pribadi dari Puteri Illeria. Semua orang terdekatnya yang hadir merasa bahagia.
"Puteri, apakah anda sudah siap untuk memasuki Akademi Alvarez?"
"Tentu saja Vallen, aku sudah tidak sabar ingin menjadi seorang siswa di Akademi. Aku menantikan masa-masa remajaku penuh dengan kesenangan."
"Hem, aku pasti akan melindungi anda Puteri."
"Kamu sudah berjanji lho... Jangan ingkar janji ya Val." Illeria mencium dahi Vallen.
"Woah... Puteri ada apa?" Vallen tersipu.
"Oh, Ibuku selalu mencium dahiku setiap saat, katanya untuk perlindungan."
"Oh haha... Baiklah Puteri terima kasih atas kebaikan anda."
Di malam itu Vallen dan semua orang sedang berpesta dan bergembira menyambut seorang Knight khusus di Kerajaan mereka. Tentu saja tidak terkecuali Ren dan juga Sistine yang ikut hadir bersama-sama.
"Heemm... Enak ya sekarang jadi pengawal pribadi dari tuan Puteri Illeria."
"Ren, apakah kamu cemburu pada saat Puteri mencium dahiku?"
"Dasar bodoh." Plak..!!! Ren menepuk dada Vallen.
"Tentu saja tidak Sistine, dia itu seorang Puteri lho."
"Baik-baik... terserah kamu sih, aku tidak peduli. Humf..."
Vallen kemudian memeluk Ren dan Sistine dan mencium mereka berdua.
"Kalian berdua adalah sumber kebahagiaanku, dan aku sangat mencintai kalian berdua. Jadi jangan cemberut lagi ya."
"Kami tidak cemberut kok."
Vallen kemudian meninggalkan Ren dan Sistine yang menghampiri Puteri Illeria, tampaknya mereka membicarakan sesuatu.
Setelah mencari kemana-mana akhirnya Vallen bertemu dengan Gurunya yaitu Fafnir.
"Bagaimana perasaanmu Vallen?"
"Master... Yah bisa dibilang aku cukup senang sekarang."
"Kamu akhirnya memilih jalanmu menjadi orang penting di Kerajaan, namun aku akan memberimu beberapa saran."
"Hem... Apa itu Master?"
"Menjadi seorang Knight mempunyai tanggung jawab yang besar, selain menjadi pelindung kamu harus bisa menjaga perilaku demi majikan mu."
"Baik Master, murid ini akan menerima saran yang engkau berikan."
"Oh dan satu hal lagi, kamu harus berhati-hati dengan Noble yang memandang rendah seorang rakyat biasa sepertimu. Kerajaan melarang perilaku deskriminasi, namun ada beberapa Noble yang bisa mencari jalan sesat untuk menjebakmu."
"Apakah Master sedang menyelidiki pergerakan Noble di dalam Kerajaan?"
"Jangan beritahu siapapun mengenai hal ini. Yang perlu kamu waspadai adalah Noble dari sektor Utara."
"Baiklah Master Fafnir, terima kasih banyak untuk peringatan ini."
"Baiklah, Ayahmu dan Raja mengundangku untuk minum bersama mereka jadi aku akan pergi dulu."
"Silahkan Master." Vallen menundukkan kepala dihadapan Fafnir.