
Setelah Vallen berbincang dengan Sharla dan juga Fiona. Akhirnya, hari pertemuan semua devisi Knight akan segera dimulai.
"Mohon semua Tier segera menata barisan sesuai devisi."
(Komandan Devisi pertama. Silas Argenta, seseorang yang berada didalam keluarga Noble Argenta. Bagaimanapun juga, dia sangat kuat.)
"Karena semua sudah berkumpul, maka pertemuan ini akan segera dimulai."
Setelah beberapa saat berlalu.
"Dengarkan para Knight kerajaan yang kami banggakan, kami akan memilih beberapa orang dari setiap Tier untuk menjalankan suatu misi."
(Misi? Aku penasaran siapa yang akan dipilih.)
"Dari Tier 1, kami memilih...."
(Selanjutnya lagi Tier 2, aku berharap akan dipilih.)
"Tier 2, kami memilih Vallen."
"Siap komandan." Vallen berdiri dan memberi hormat, lalu duduk kembali.
"Tier 3, kami memilih...."
(Kesempatan besar untuk meraih kesempatan menjadi Tier 3. Aku akan menjalankan tugas ini sebaik-baiknya.)
"Bagi Knight yang sudah terpilih, silahkan menuju ruangan Prime Minister untuk menerima detail misi yang sudah disiapkan."
(Prime Minister, aku mendengar ucapan Kak Fiona yang mengatakan bahwa wajah orang itu cukup menyeramkan.)
Vallen dan kedua orang lainnya memasuki ruangan Prime.
"Baiklah ini adalah dokumen yang menjelaskan detail misi yang akan kalian kerjakan, jika ada yang perlu di tanyakan silahkan menemui sekretarisku di ruang sebelah."
"Baik Tuan."
(Baiklah sekarang kita lihat misi apa yang kuterima.)
Vallen membuka isi dokumen dan membacanya.
Misi penyelidikan. Vallen tampak sedikit terkejut karena target misi kali ini adalah keluarga Noble yang mempunyai catatan buruk dalam keuangan dan cara memerintah wilayah yang kacau. Akan tetapi, Vallen tertawa karena target kali ini adalah Orev Polac, dan anaknya bernama Joan Polac.
(Joan. Kau berani menaruh tanganmu ke Illeria, maka aku tidak akan sungkan untuk memberi hadiah kepadamu.)
Beberapa ketentuan diberikan di dalam misi kali ini, yaitu apabila terbukti bersalah maka target harus di tangkap untuk mengikuti proses pengadilan di Cathredal Ares. Pembunuhan sebagai tindakan perlindungan diri di izinkan. Apabila Knight gagal menjalankan misi, maka akan diberikan pinalti serta hukuman percobaan.
(Jadi misi kali ini hanya mencari bukti yang otentik dan membawa Polac ke pengadilan. Apabila aku berada dalam keadaan yang terpojok, maka diperbolehkan untuk membunuh. Sangat menarik.)
Keesokan harinya.
Sebelum memulai menjalankan misi, Vallen mencoba untuk menggali informasi mengenai keluarga Noble Polac di sekitar wilayahnya. Namun, entah mengapa kebanyakan penduduk enggan untuk diajak berbincang mengenai Noble Polac, mereka terlihat ketakutan.
Di saat Vallen masih berjalan dia melihat Joan Polac bersama pengawalnya membawa seorang wanita dari desa.
Vallen menyelinap dan mengamati.
"Sudah kubilang untuk segera melunasi hutangmu, Ayahku sudah kehilangan kesabaran."
"Eii... Aku tidak perduli dengan hal itu. Namun, kalau anak perempuanmu ikut dengan kami, maka aku akan menganggap masalah ini selesai. Bagaimana?"
"Tuan jangan, saya mohon. Anak saya masih kecil."
"Ayah tolong..." Gadis itu menangis.
"Hei, mereka akan menjadi mahal dengan sedikit sentuhan. Lagipula banyak diluar sana yang menyukai gadis sepertinya, dia akan menjadi selir keluarga yang kaya, dan tentu saja hidupnya akan menjadi lebih baik."
"Tuan, saya mohon jangan."
"Ayah, aku tidak mau. Tolong aku."
"Eii... Berisik. Hoi kalian hajar pria tua itu."
Joan memerintahkan para pengawalnya untuk menghajar pria tua itu. Namun...
"Joan, pergi kau dari sini."
"Eii... Kamu jangan menggangguku lagi Ethan."
Pemuda itu berlari dan menarik gadis itu.
"Berapa hutang dari kakek ini?"
"2000 Jewel, kenapa? Apa kamu mau melunasi hutang pria tua itu?"
"Aku akan membayar setengahnya, sisanya kau masukan ke tagihanku."
"Heh... Kamu kira bisa menawar denganku? Anak dari kepala desa yang sok menjadi pahlawan."
"Kau mau terima penawaranku, atau kamu akan berbicara dengan penduduk desa yang lain?"
Para penduduk desa mulai berkumpul dan mengusir Joan dan para pengawalnya.
"Tch... Aku akan mengingat ini."
"Cepat ambil uang ini dan segera pergi dari sini."
Vallen yang bersembunyi dan mengamati.
(Tampaknya meskipun tanpa bantuanku, mereka bisa menangani masalah ini. Anak kepala desa kah? Mungkin aku bisa mendapat beberapa informasi tentang keluarga Polac.)
Hari menjelang sore.
Tok... Tok... (Suara ketokan pintu.)
"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?"
"Bisa minta waktu sebentar? Aku perlu mendapat beberapa informasi mengenai keluarga Noble di wilayah ini."
"Lambang itu, Mungkinkah anda seorang Knight?"
"Namaku Vallen, mohon bantuannya."