Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Sebuah Insiden



Ini adalah hari pertama Puteri Illeria memasuki Akademi. Semua murid terlihat sangat menyambut dengan baik kehadiran Illeria. Sesaat setelah kami sampai di Akademi, Hakase Dorothy membawa kami menuju ruangannya, di sana Illeria di berikan beberapa pengarahan.


Karena beberapa alasan, Illeria juga memasuki kelas yang sama denganku dan dia tampak bahagia.


"Baiklah Vallen, sesuai janji kamu harus memanggilku Illeria saja mulai saat ini."


"Baiklah Illeria. Ngomong-ngomong kamu terlihat senang sekarang. Apakah karena kamu akan segera bertemu dengan teman-teman sekelas?"


"Hmm... Aku tidak sabar bertemu dengan mereka."


"Aku yakin mereka pasti akan menyambutmu dengan baik."


Sesaat setelah Illeria memasuki kelas.


"Baiklah perhatikan semua, hari ini adalah hari yang istimewa dimana untuk pertama kalinya Puteri Kerajaan Illeria Alxandria memutuskan untuk belajar di Akademi Alvarez. Sebagai seorang Guru di kelas ini saya dengan senang hati menyambutnya dan saya harap kalian bisa berteman dengannya."


Seperti apapun keluargamu, Akademi tidak akan memandang status. Membicarakan status dianggap sebagai hal yang tabu di sini. Oleh karena itu, Guru tadi berpesan agar semua muridnya dapat berteman dengan Illeria dan bukan untuk melayani.


"Selamat pagi semua. Nama saya Illeria Alxandria dan saya baru memasuki Akademi jadi saya tidak terlalu mengerti situasi tentang bagaimana kehidupan Akademi. Akan tetapi, saya harap teman-teman dapat menerima dan berteman denganku. Izinkan aku untuk mengatakannya sekali lagi, mulai sekarang saya mohon bantuannya."


Semua orang berdiri dan menunduk dihadapan Puteri, dan dengan serentak mereka berteriak.


"Kami juga mohon bantuannya Puteri."


"Teman-teman semua, saya harap kalian tidak memanggilku Puteri di sini dan akan jadi lebih baik jika mulai sekarang kalian memanggilku Illeria saja."


Semua orang tampaknya bingung dan saling melihat. Namun, akhirnya mereka semua dapat menerima permintaan Illeria.


"Baiklah waktunya jam pertama dimulai, semuanya segera kembali ke tempat duduk masing-masing. Oh, Illeria kamu akan duduk dengan Vallen dan juga Diana."


Setelah Illeria duduk.


"Illeria aku merindukanmu..."


Diana langsung memeluk Illeria.


"Diana, sudah lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu?"


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Aku tau suatu saat hari ini akan tiba."


"Diana... Terima kasih banyak."


Hmm, ternyata mereka sudah saling mengenal.


"Heh... Ternyata kalian sudah saling mengenal ya."


"Tentu saja, aku sudah mengenal Illeria mulai dari kecil. Kita adalah teman masa kecil yang sangat akrab, bahkan sampai sekarang kami masih tetap berteman."


"Syukurlah kalian berdua bisa bersama di Akademi."


Illeria terharu mendengar ucapan Diana.


"Pada saat itu hingga sekarang, Diana tidak pernah berubah. Vallen dengarkan ini, dulu ketika aku pertama kali bertemu dengan Diana...."


"Wah... jangan katakan itu di depan Vallen."


Diana menutup mulut Illeria.


"Ada apa, ayolah ceritakan padaku."


"Diam Vallen..! Illeria lebih baik kamu berhati-hati mulai dari sekarang. Vallen itu sudah memperbudak dua wanita cantik."


"Apa maksudmu memperbudak, mereka berdua kekasihku tahu."


"Blekk...." Diana mengejek Vallen.


"Hehehe... Kalian berdua terlihat sangat akrab."


"Siapa yang akrab dengan dia?" Vallen dan Diana serentak berkata.


Illeria hanya bisa tertawa mendengar pembicaraan mereka. Di dalam hatinya dia sangat bahagia saat ini.


Setelah jam pertama selesai. Illeria menjadi pusat perhatian, mereka memberikan beberapa pertanyaan kepadanya.


Vallen berdiri di pojok dan menjaga Illeria, dikarenakan banyak kerumunan dia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Illeria apa benar kamu dan Vallen berpacaran?"


"Eh, Vallen itu Knight pribadiku."


"Jadi apakah kamu suka dengan seseorang?"


"Eh itu..." Illeria melihat Vallen.


Vallen tidak sadar ketika dilihat oleh Illeria, wajahnya menoleh ke samping pada saat itu. Namun, disaat inilah Illeria merasa bahwa Vallen terlihat lebih tampan.


Wajah Illeria memerah ketika memikirkan hal itu.


"Oh, Illeria kenapa wajahmu memerah?"


"Eh tidak apa-apa kok."


Kembali ke Vallen.


Hmm... Illeria dikelilingi oleh wanita, untuk para laki-laki mereka hanya melihat dan memperhatikan seorang Primadona baru di kelas sihir ini


Tiba-tiba Vallen merasakan hawa keberadaan yang tidak biasa.


Hmm... Mata? Bukan ini adalah...


Vallen mencari sumber hawa itu.


Setelah mencari dia tidak menemukan apapun.


Apakah hanya perasaanku saja..?


Sedangkan di tempat lain. Seseorang yang tidak terlihat wajahnya.


"Illeria... Dia ada disini. Hahaha, aku tidak menyangka dia disini... Apakah dia ingin menemui ku? Ya pasti dia ingin menemui ku. Hihihi."


Beberapa waktu berlalu dan akhirnya bel terakhir berbunyi menandakan bahwa ini adalah waktunya untuk pulang.


"Illeria ini sudah waktunya kita pulang."


"Baiklah ayo Val kita pulang. Diana bagaimana kalau kita pulang bersama? Lagipula rumah kita satu arah."


"Tentu saja aku akan bersamamu Illeria, aku tidak bisa membiarkanmu berdua saja dengan binatang buas itu."


"Heh... Apakah kamu memanggilku sebagai binatang buas?"


"Heh... Siapa lagi kalau bukan kamu Vallen."


"Lihatlah si Ratu es sedang mencoba bertindak konyol."


"Siapa yang kau panggil Ratu es, Hah?"


"Eee... Baiklah aku tidak mengucapkan apapun."


Wanita sangat menakutkan ketika marah


Tiba-tiba ada seseorang yang berlari ke arah Illeria dan berteriak memanggil namanya.


"Illeria...!"


Vallen yang mengetahui ini langsung menghadang dan memukul perut orang itu dengan sarung pedangnya.


"Ugh..."


Orang itu terjatuh.


"Vallen... Jangan terlalu kasar."


"He... Ini salahku?"


"Apa kamu tidak apa-apa tuan? Maafkan pengawal ku ini."


"Ah aku tidak apa-apa."


"Apa yang kamu lakukan? Berlari dan berteriak kepada Puteri Kerajaan seperti itu."


"Illeria apakah kamu tidak ingat denganku?"


Orang ini mengabaikan pertanyaanku.


"Eh, Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"


Dibelakang Diana berbisik kepada Vallen.


"Vallen, orang ini bukanlah orang baik."


"Hem, Apakah kamu yakin?"


"Ya, aku mendengar banyak rumor mengenainya. Dia dijuluki sebagai **** Gemuk oleh semua wanita di Akademi."


"**** Gemuk? Julukan apa itu?"


"Dia adalah anak dari seorang Noble yang dikabarkan suka menindas rakyat kecil."


"Terus rumor apa yang beredar tentangnya?"


"Suatu hari dia pernah mendekati seorang gadis namun di tolak mentah-mentah. Namun keesokan harinya gadis itu tiba-tiba menjadi pacarnya."


"Huh, jadi apa ada yang salah dengan itu?"


"Masalahnya adalah, gadis itu dipeluk dan dicium sepanjang waktu di depan siswa lainnya, dan yang paling parah adalah ekspresi dari gadis itu seperti putus asa dan pasrah."


"Jadi maksudmu gadis itu mengalami sesuatu?"


"Ya aku yakin, juga **** itu berganti-ganti wanita setiap waktu. Tapi.."


"Mereka semua seperti pasrah dan putus asa ketika itu terjadi."


"Itu benar, maka dari itu aku mohon lindungi Illeria."


"Tenang saja aku akan mengatasi hal ini."


Vallen menarik tangan Illeria.


"Namamu Joan kan?"


"Itu benar Tuan Kesatria. Namaku Joan."


"Sepertinya Puteri Illeria tidak tahu siapa kamu, aku sarankan kamu segera pergi dan jangan pernah muncul lagi di hadapan kami."


"Ah tapi..."


Vallen memegang tangan Illeria dan berjalan menuju kereta diikuti oleh Diana.


"Dasar Knight yang merepotkan. Tunggu saja aku akan segera memilikimu Illeria. Kecantikanmu hanya boleh disentuh olehku. Hihihi."