Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Selamat Datang Puteri Illeria



Pagi yang cerah di Kerajaan Estora. Ya, pagi itu aku mendengar suara ayam jantan berkokok, burung berkicau.


Hari pertama Puteri Illeria memasuki Akademi kah?


Aku harus segera menjemputnya.


Karena beberapa alasan sekarang aku tinggal di dalam Kastil Kerajaan dengan maksud agar selalu bisa dekat dengan Puteri dan menemaninya dalam segala situasi.


Yah bukannya aku tidak senang, tetapi mereka memberiku sebuah kamar yang terlalu mewah dan aku merasa tidak enak tidur di kamar itu. Ruangan yang luas, terdapat meja kerja dan belajar, dan yang paling memalukan adalah mereka menaruh sebuah lukisan yang sangat besar dengan aku sebagai modelnya.


Tetapi semua itu tidaklah buruk. Kecuali...


"Tuan Vallen silahkan, menu sarapan hari adalah Egg Benedict."


"Ya... terima kasih"


Aku sekarang mempunyai Maid pribadi.


"Tuan Vallen apakah anda ingin mandi? Saya akan menemani anda."


"Ahh... Aku rasa itu tidak perlu kok."


Ketika aku sedang mandi, dia tiba-tiba masuk dan...


"Tuan Vallen, apakah anda ingin saya menggosok punggung anda?"


"Waaahhh.... tolong keluar."


Bahkan ketika aku sedang ganti baju.


"Tuan Vallen, seragam anda di dalam lemari ini."


"Eh, bagaimana caramu masuk ke dalam lemari ini?"


Ah... Mempunyai Maid pribadi itu mengerikan, aku akan memberinya beberapa petunjuk nanti.


"Tuan Vallen, ini adalah bekal anda untuk hari ini. Semoga hari anda menyenangkan."


"Ohh... baiklah terima kasih banyak."


"Iya Tuan." Mengangguk.


"Jadi Tiffa, apa yang akan kamu lakukan ketika aku sedang keluar?"


"Saya akan merapikan tempat tidur anda, membersihkan lantai kamar anda, dan memeriksa semua pakaian anda, terutama celana dalam anda."


"Hoahhh.... untuk celana dalam, aku bisa melakukan itu sendiri."


"Tidak boleh Tuan, lantas bagaimana aku bisa bekerja dengan benar tanpa mengecek celana dalam anda?"


"Etto... kamu maid bukan?"


"Tentu saja Tuan."


Aku punya seorang Maid dengan Fetish celana dalam.


"Apakah seorang Maid akan berbicara tentang celana dalam dengan ekspresi seperti itu?"


"Ahh, jangan khawatir ini hanya kebiasaan saya."


"Mengerikan, sangat mengerikan."


"Hmmm, apakah celana dalam itu mengerikan? Mungkinkah Tuan tidak memakai celana dalam. Sungguh luar biasa..."


"Ahhh... dengarkan dulu orang berbicara..."


Hah... Pagi-pagi sudah merasa kewalahan.


Aku akan menjemput Puteri.


Setelah beberapa saat Vallen tiba di Mansion Puteri Illeria.


Hemm... kenapa ramai sekali yah?


"Ohh Puteri Illeria tolong menoleh kesini."


"Sungguh sangat cantik."


"Dia adalah titisan Dewi kecantikan."


"Sungguh Permata Kerajaan yang sangat indah."


"Para penduduk tolong jangan berdesakan." Ucap penjaga.


Para penduduk yang penasaran dengan kehadiran sang Puteri menjadi heboh.


Wahh bagaimana caraku bisa masuk?


"Oh mungkinkah anda Sir Vallen?" Kata penjaga itu.


"Ya... aku datang kesini untuk menemani Puteri."


"Kami sudah menunggu anda. Silahkan masuk." Menunduk.


Penjaga itu memberi hormat kepada Vallen


Jadi seperti ini rasanya dihormati.


"Oh.. apakah anda Sir Vallen? Sungguh sangat tampan."


"Woah dia Sir Vallen itu?"


"Dia Knight pribadi Puteri Illeria."


Wah... aku tidak pernah merasa populer seperti saat ini.


"Vallen aku sudah menunggumu."


Senyuman Puteri Illeria juga suaranya yang sangat halus dan cantik serasa membalikkan dunia.


"Mohon maaf Puteri telah membuat anda menunggu lama."


Vallen menunduk dan mencium tangan Puteri.


"Astaga... Vallen ini sangat memalukan."


Para penduduk bersorak...


"Woah... mereka pasangan yang serasi."


"Sangat romantis Sir Vallen."


"Lelaki macam apa yang telah membuat wanita menunggu."


Mereka semua tampak tersentuh, sedangkan sebagian merasa iri.


"Ah... tolong maafkan keterlambatan saya, baiklah silahkan masuk ke dalam kereta. Puteri..."


"Hu hum... baiklah Kesatriaku."


Aku memegang tangannya dan membantunya menaiki kereta kuda.


Setelah mereka berdua naik kedalam kereta.


"Puteri, anda hari ini terlihat sangat cantik."


"Hemm... apakah sekarang kamu sedang menggombal?"


"Tentu tidak Puteri."


"Baiklah kalau begitu aku terima pujiannya. Kamu juga terlihat keren dan tampan kok wahai Kesatriaku."


Mereka berdua saling melempar pujian di perjalanan.


Hingga tiba saatnya mereka melewati ladang.


"Vallen, apakah mereka itu yang disebut Petani?"


"Betul Puteri, mereka adalah Petani dan seperti yang anda lihat mereka sekarang tengah memberi pupuk kepada tanaman mereka."


"Aku senang..."


"Hum? Ada apa Puteri?"


"Lihatlah mereka semua bekerja dengan senyuman."


"Ayah dan Ibu saya juga seorang Petani dan saya sering membantu mereka berdua. Puteri, bagi seorang Petani hasil panen merupakan sebuah berkah, keberuntungan, kemakmuran, dan suatu yang hampir mirip seperti Emas..."


Karena itulah mereka tersenyum ketika bekerja, mereka seolah sedang membesarkan anak sendiri.


"Vallen aku ingin belajar menjadi Petani."


"Hahaha... Puteri menjadi Petani itu sulit, butuh keterampilan serta teori. Tetapi kalau anda ingin berkebun, saya dengan senang hati akan membantu anda."


"Berkebun?"


"Ya... berkebun juga cukup menyenangkan."


"Baiklah Vallen aku akan meminta Ayah agar membuat suatu kebun untukku."


Akhirnya mereka tiba di Akademi Alvarez.


"Hoi lihatlah... bukankah itu kereta Kerajaan?"


"Wah benar... siapakah yang ada di dalamnya."


Para siswa dan siswi segera mendekat karena penasaran.


Dari kejauhan terdapat belasan Arma yang datang dan menjaga kereta.


Setelah pintu terbuka dan Vallen segera keluar.


Para Arma itu seketika berbaris dan menyambut Puteri.


Ketika Illeria turun, Vallen menawarkan tangannya dan membantu Puteri turun dari kereta.


"Siapa ya dia? Sangat cantik."


"Hei, apakah dia Puteri Kerajaan?"


"Mana mungkin..."


"Dia seperti seorang Puteri."


"Ya aku juga merasakannya, dia pasti seorang Puteri."


Disaat semua orang bertanya-tanya siapakah gerangan gadis itu.


"Puteri Illeria Alxandria... Selamat datang di Academy Alvarez."


"Hakase Dorothy... mohon bimbingannya."


Ketika semua orang tahu bahwa dia adalah Puteri Kerajaan, mereka langsung menunduk dan serentak berkata.


"Selamat Datang Puteri Illeria Alxandria."