Dragon Soar To The Sky (Rewrite)

Dragon Soar To The Sky (Rewrite)
Chapter 97



"Puteri, sebaiknya kita bersiap-siap." (Vallen)


Dengan wajah hangat, aku mencoba untuk menenangkan perasaan Arleana.


"Terima kasih, Vallen. Jika ucapan dari regu pengintai benar, maka kita juga akan kedatangan musuh."


Sebelumnya, Cylaz mengatakan bahwa akan ada kemungkinan bahwa Black Trigger juga mengirimkan pasukan pengintai mereka sendiri, dan pasukan itu dipimpin oleh seseorang yang kuat.


"Kakak, sebaiknya kita tetap tenang."


"Chloe... Maaf, aku terlalu khawatir dengan pertempuran ini."


"Jika itu Cylaz, dan juga Creuz. Aku yakin mereka pasti akan menang, anda harus lebih bisa mempercayai orang-orang anda." (Vallen)


Arleana tersenyum, aku yakin dia sudah merasa agak lebih baik sekarang.


Namun, sesuatu merubah senyuman itu seketika.


"Puteri, ada penyusup..."


Penyusup... Seperti yang dikatakan oleh Cylaz. Mereka sudah datang, pasukan pengintai Black Trigger.


"Perintahkan Prajurit yang berjaga untuk segera berkumpul, lindungi Yang Mulia Puteri." (Vallen)


"Baik..."


Prajurit itu langsung melaksanakan perintah Vallen.


"Vallen, apa yang mau kaulakukan?"


Lagi-lagi dia mengeluarkan tatapan itu, sudah cukup. Jangan khawatir, aku akan melakukan hal yang seharusnya kulakukan.


"Aku akan menghadang para pengintai itu, seharusnya mereka masih belum terlalu dekat dari posisi kita."


"Aku ikut.." (Chloe)


"Tidak bisa, kau harus melindungi Kakakmu disini."


"Eh, apa kamu akan berencana untuk menghadapi mereka sendiri?"


"Itulah yang akan aku lakukan, percayalah padaku."


Arleana terdiam.


"Baiklah, aku percaya padamu."


"Kakak..."


Chloe mencoba untuk menyela pembicaraan Arleana.


"Namun, ketika keadaannya menjadi buruk. Segeralah mundur, dan minta pertolongan, saat itu kami akan membantu."


"Oh, aku mengerti."


Setelah itu aku segera pergi menghadang para penyusup itu.


"Baiklah, waktunya menggunakan itu."


Dragon Eye.


Dengan kekuatan ini, aku meningkatkan sensitifitas penglihatan. Berkat ini aku bisa melihat dalam kegelapan, mendeteksi gerakan, melihat Aura, melihat objek dari jarak puluhan kilo meter, dan melihat perubahan suhu.


"Disana kah? Jumlahnya 6 orang. Ada satu dari mereka yang sangat kuat. Pasti dia pemimpinya."


Vallen segera mencegat kelompok itu.


"Hmm, berhenti..." Pemimpin mereka menghentikan langkah. "Aku kira siapa, hanya satu orang kah."


"Kalian tidak akan bisa melewatiku, aku menyarankan agat kalian pergi dari sini, tetapi. Aku yakin kalian tidak akan mendengarkan hal ini. Jadi, majulah..."


"Menarik... Hoi kalian, serang dia."


"Ehm, cepat." Aku cukup terkejut dengan pola serangan mereka, sangat cepat dan terakurasi dengan baik. Namun, sayangnya lawan kalian adalah aku.


"Field Zone: Blood Strain."


Vallen menciptakan area yang dapat membuat musuh merasa terintimidasi, sihir ini difungsikan untuk menekan laju peredaran darah makhluk hidup, sihir ini terbatas dengan lebar area yang dikeluarkan.


Lima orang berada di dalam Field Zone yang diciptakan oleh Vallen. Mereka kesakitan, otot-otot mereka seakan menjerit, nafas yang tidak terkendali. Hal ini membuat mereka langsung mati di tempat.


Plok...! Plok...!


"Luar biasa... Bisa membunuh secara instan, kamu adalah lawan yang sangat menghibur."


Orang itu memasuki Field Zone milik Vallen.


"Heh, berani sekali kau masuk ke area ini setelah melihat semua kroco itu mati."


"Hanya mainan seperti ini dapat membuat mereka mati?"


Mustahil, dia masuk ke dalam zona itu. Tetapi dia masih bisa bergerak, dan berbicara secara leluasa.


"Terkejut? Hanya seperti ini, sangat mudah untuk dihancurkan."


Bagaikan kaca yang rapuh, Field Zone milik Vallen dihancurkan dengan mudah.


"Sial..." Aku harus menjaga jarak dari orang ini.


"Mau lari kemana?"


"Masih terlalu awal untuk lari."


Bagaimana dia tiba-tiba bisa dibelakangku? "Sial..."


Vallen melesatkan pukulan, mencoba untuk memberi jarak walaupun hanya sementara. Namun....


"Sangat percaya diri..." Mengepalkan tangan. "Terima ini."


Pukulan yang sangat keras dikerahkan, mengenai wajah Vallen. Akibat pukulan itu dia terhempas jauh.


"Oohh, terlempar cukup jauh ya..."


Orang itu mengejar Vallen. Dalam keadaan yang masih di udara, dia mencengkram kepala Vallen dan menyeretnya ke tanah.


Vallen menghantam batu, dan membuatnya terpental.


"Sekarang, rasakan tendangan ini."


Tendangan itu sangat kuat, mengenai perut Vallen, dia terhempas lagi dan kemudian menghantam sebuah bukit.


"Hoi-hoi, apa cuma itu yang bisa kau lakukan?"


"Sudah babak belur, bisa-bisanya kau mengatakan hal itu."


Orang ini mengerikan, dia bisa bergerak sangat cepat, semua serangannya mengarah ke bagian yang vital. Jika bukan karena Artefak yang diberikan oleh Master Fafnir, tulang-tulangku pasti sudah remuk.


"Siapa namamu?"


"Namaku...? Sebenarnya, aku hanya mengatakan namaku kepada sang Maestro. Orang rendahan seperti kalian, tidak pantas untuk tahu namaku. Tetapi ya, kau juga akan mati sebentar lagi, jadi akan kuberitahu namaku. Dengarkan ini, namaku adalah Belivor Raqzas, salah satu dari Elite 11 Black Trigger, peringkat ke 8."


"Elite 11 kah?" Kekuatan dari peringkat ke 8 seperti ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kekuatan peringkat pertama mereka.


"Sekarang, karena kau sudah tahu namaku. Kau akan mati, tetapi untuk orang yang selamat setelah menerima serangan seperti itu, beritahu namamu."


"Vallen Deovare, itu adalah namaku."


"Vallen kah? Baiklah, silahkan mati."


Belivor mengumpulkan kekuatan di kepalan tangannya. "Ini adalah yang terakhir, matilah..."


"Heh, sudah lama aku tidak pernah merasa senang seperti ini. Iya kan, Kusanagi?"


Kusanagi, sebuah pedang Katana yang pernah mengikat kontrak denganku. Karena beberapa alasan aku belum diperbolehkan memegang Katana ini, salah satu alasannya adalah kekuatanku menjadi tidak terkendali.


"Oh... Aku merasakan tekanan hebat darinya." Balivor menghentikan pukulannya.


"Munculah, wahai pedang pelintas waktu, kau tertawa kepada ketiadaan, kau berduka kepada keberadaan. Kusanagi..."


Sebuah bilah Katana muncul dihadapan Vallen, mengeluarkan Aura merah darah.


"Apa-apaan pedang itu? Berapa banyak jiwa yang sudah dilahap olehnya."


"Sekarang, siapa yang akan mati? Ini adalah pertaruhan."


"Menarik sekali, datanglah."


Tangan kananku menggenggam Kusanagi, kemudian sebuah rantai muncul, mengikat pergelangan tanganku, sebuah duri mencuat dari ganggang Kusanagi menembus telapak tanganku. Inilah Evolusi dari Kusanagi, dia menyerap jiwa penggunanya untuk melahap jiwa lainnya.


"Aliran rahasia Shinmeryu Ougi: Mikazuchi."


Mikazuchi, merupakan salah satu teknik pedang yang disempurnakan oleh Vallen. Tebasan Horizontal yang mengarah langsung ke leher, serta anggota badan lainnya. Diselimuti oleh Aura petir, serta gabungan dengan Light Step, Vallen dapat memaksimalkan potensi dari gerakan ini.


"Dia yang melindungiku jawablah permintaanku: Shield."


"Percuma..."


Vallen menebas, dan memotong perisai sihir yang dikeluarkan oleh Belivor dengan mudah.


Mereka berdua berada di udara.


"Sial... Tujuh lapis."


Belivor mencoba menggandakan Shield, namun Vallen memotong satu persatu dari Shield itu. Hingga saat itulah, Vallen dan Belivor berada dalam jarak dekat.


"Kena kau..."


Vallen melesatkan tebasan mengarah ke leher Belivor.


"Dia yang melindungiku, pantulkan serangan musuhku: Barrier Counter."


Sebuah Aura menyelimuti leher Belivor, hal ini membuat serangan Vallen terpantul, dan sedikit mengejutkan Vallen.


"(Inilah kesempatanku) Dia yang melindungiku, berkahi aku dengan kekuatanmu: Devotion Hand."


Belivor melapisi kepalan tangannya dan mencoba memukul Vallen yang sedikit tersendat karena benturan. Sebuah pukulan Uppercut yang dapat membunuh seketika. Namun....


"Shinmeryu Ougi: Hakku Byakuten."


Vallen menghindari pukulan dari Belivor, dia menghadap kebawah, kemudian berputar, dan menebas lengan Belivor dengan gerakan melingkar.


Belivor kehilangan lengan kananya.


"Aarrgg....!!" Belivor menendang Vallen, dan menghempaskannya.


Bertumpu dengan kaki yang tepat, Vallen dapat mendarat tanpa cedera, sedangkan Belivor kehilangan satu lengannya.