
"Jangan sampai kalah Master".
"Heh.. kau kira siapa Mastermu ini ? sudah jangan khawatirkan aku cepatlah kamu menuju tempat yang direncanakan".
"Siap Master."
Master Fafnir akan menghadapi panglima monster Auhmar, aku merasakan kekuatan yang besar dari monster itu, Master semoga kau menang.
Vallen melesat terbang.
"Ohh kau sudah datang nak?"
"Vallen menghadap Tn Damian."
"Jadi dimana Grandmaster?"
"Mohon maaf tuan, tadi kami di hadang oleh Monster Auhmar dan Master Fafnir memutuskan untuk melawannya."
"Baiklah kalau begitu kita harus tetap dalam rencana."
"Hehm kenapa tanah bergetar?".
"Hoi minggir semua!"
Sesuatu yang besar muncul dari dalam tanah menyebabkan gempa yang besar dan membentuk sebuah ngarai.
"Tuan Damian itu..?"
"Monster Lipan raksasa.. Grinheld."
"Grinheld.... kenapa monster seperti ini bisa muncul ke permukaan?"
"Jawabanya hanya satu.. ketua mata gerhana adalah seorang Necromancer berkemampuan tinggi aku tidak yakin mengenai levelnya tapi... dia pasti ada di level Legend."
"Level Legend!! hoi2 anda tidak bercanda kan Tuan Damian?"
"Tsk... Merepotkan, Vallen aku tidak tau apakah rencana akan bisa berjalan tapi yang jelas kita membutuhkan mu agar rencana ini sukses, jadi.... kau mau menghajar Lipan itu?".
"Hehh... kenapa tidak...? aku juga ingin melihat seberapa kuat Tuan Damian".
"Hoo anak muda jaman sekarang selalu bersemangat ya..?"
"Kenapa? anda iri karna sudah tua?"
"Hahaha, Vallen apa kau bisa mengulur waktu untuk bermain dengannya sebentar? aku akan menyiapkan mantra suci."
"Baik tuan.. AKU DATANG GRINHELD!!"
Vallen menghampiri Lipan itu dan menghantam kepalanya dengan tinju.
*Booommm
"Sial tidak mempan kah? kulitnya sangat keras."
Grinheld mulai menyerang.
"HHHzzzaaa." menyemburkan cairam asam.
"Uwwah busuk sekali baunya, aku pasti akan langsung meleleh terkena cairan itu."
Lipan menyerang dengan menerjang.
"Wotto... meskipun dia besar tapi gesit juga."
"Vallen awas ekornya!!"
"Hehmm *Menoleh Uuwwaaggh....."
Vallen terhempas dengan kencang dan menghantam tanah.
*Bbruuuggkk.
"Aarrgg... serangan dari Monster level Legenda, padahal dia hanyalah sebuah mayat hidup."
"Vallen dia datang ke arahmu." Damian berteriak.
Muncul gerbang di samping Vallen, mengeluarkan aura hitam dan melepaskan pedang Kusanagi yang terantai.
*CCRRAAZZHHH(Suara Listrik)
Vallen meraih ganggang dan memulai pembacaan mantra.
"Pedang.. dengarkan permintaanku wahai dirimu yang menyelimuti malam, mengalahkan cahaya bulan dan menerpa kegelapan, aku memanggilmu Yamata No Orochi...."
**Ddiiinggg (suara lonceng).
*Whhooosssshhhh* Seketika angin besar muncul dan membentuk sebuah tornado, dari dalam muncul sesosok Naga berkepala 2 meraung dan mengundang petir di awan, langit yang tadi cerah seketika menjadi gelap.
"Hhyyaaagghhh.... *Mencabut pedang yang tertancap di tanah, Untuk levelku saat ini hanya bisa memanggil 2 kepala kah? errgg cukup menguras Mana."
"Sudah lama sekali sejak kita terakhir bertemu yahh... Tuan Vallen?"
"Hahh... kau benar Yama, lama tak berjumpa gimana kabarmu?"
"Heh seperti biasa kau selalu angkuh, selain itu... dimana kepala saudaraku yang lain? kenapa cuma ada 2 kepala disini?"
"Berisik... untuk saat ini cuma 2 kepala yang bisa kupanggil termasuk kepalamu."
"Hehh Lemahnya.. aku mulai merasa bersalah mewariskan Artifact ini kepadamu."
"Haahhh.. iya sudah ambil lah ambil.. dasar Naga Jones."
"Ooggg sepertinya kau memiliki masalah serius kali ini.... baiklah aku akan menunjukanmu seberapa kuat Naga meskipun masih berkepala 2."
"Woohhh sungguh hebat Yama, aku bergantung kepadamu."
"TAPI BO.OONG."
"Heh...? Yama? tolong jangan Prank tuanmu disaat seperti ini."
"Ha ha ha... baiklah liat ini."
Tekanan udara mulai melemah disekitar Yama, seperti sedang mengumpulkan suatu energy kehidupan disekitar, angin mulai mendekati Yama dan membentuk sebuah bola angin...
*Wwhhoooossshhh (angin)
*Zzzzzzzppppppp(Listrik)
"Yama ini adalah?"
*Cccuuuuuuuuzzzzzzzz(Menompang energy)
*Ceeeddddduuaaarrrrr(Blast)
Yama mengeluarkan semburan Angin disertai Petir yang besar yang mendorong mundur Grinheld, suara ini bisa terdengar sampai sejauh Puluhan Kilometer.
"Aku tak menyangka anak ini bisa memanggil hewan Mistik, tidak heran kenapa Grandmaster Fafnir mengangkatmu sebagai murid, tapi kalau hanya dengan semburan itu saja kau tidak akan bisa mengalahkanya."
"Tuan Damian sekarang..!! "
"Heh, support yang sangat bagus Vallen, sekarang kau hanya perlu melihat."
"Itu..? tuan Damian sihir apa yang kau keluarkan? kenapa aku merasakan tekanan yang hebat bahkan sampai ke sini.... Yama dorong dia sampai tepat dibawah Damian."
"Baik Tuan.."
*Cccxuuuzzzzzzz
Yama mendorong Grinheld sampai di titik target.
"*Sihir Cahaya Light Javelin..."
*Wwwwhhhiinggg(Cahaya Menyilaukan mata*)
"Inikah keturunan Guardian? Damian Esthera?."
Gringeld mulai lenyap seperti daun2 kecil yang terhempas oleh angin, seakan membawa mayat hidup itu menuju kehampaan..