Devano Pranata Yoga

Devano Pranata Yoga
Devano & Safira (3)



Dev kembali menggenggam tangan kanan Safira, dan menyetir hanya dengan satu tangannya saja. Entah mengapa, Dev merasa begitu kesal saat melihat Bastian yang menatap wajah Safira penuh makna, apalagi ketika melihat Bastian yang enggan melepas tangan Safira saat berjabat tangan dengannya.


"Kak Dev." Safira menggerakkan tangan kanannya, dan berharap Dev melepaskan tangannya yang mulai berkeringat.


"Kenapa? Apa kau tidak suka?" Dev melirik sekilas, tapi belum juga melepaskan tangan Safira dari genggamannya.


"Bukan begitu, tapi aku takut, karena Kak Dev hanya mengemudi dengan satu tangan," jelas Safira.


"Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja." Dev sekilas tersenyum pada Safira lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.


Mobil itu melaju ke arah barat. Dan jelas saja, jalur ini bukan jalur menuju rumah mereka, melainkan jalur menuju pusat kota.


15 menit kemudian.


Mobil terparkir di sebuah restoran bintang lima di kota ini. Dev melepaskan tangan Safira, lalu kembali menggenggamnya saat Safira sudah keluar dari dalam mobilnya.


Keduanya berjalan sambil berpegangan tangan, layaknya seperti pasangan remaja yang sedang kasmaran.


"Kau ingin makan apa, Sa?" tanya Dev pada Safira yang kini duduk di hadapannya.


"Apa saja, Kak," jawab Safira yang bingung ingin memesan apa untuk menu makan malam mereka.


"Baiklah, kau harus makan apapun yang kupesankan!" Dev menutup buku menu lalu menyebutkan menu pesanannya pada seorang pelayan wanita, yang langsung mencatat pesanannya.


'Kenapa jadi seperti ini, ya? Apakah Kak Dev tidak akan melepaskan tanganku sampai nanti?' Batin Safira.


"Ada apa? Apa kau tidak nyaman dengan ini." Dev menggoyangkan tangannya dan juga tangan Safira.


"Aku akan melepaskannya jika menu pesanan kita sudah datang," lanjut Dev tersenyum.


Akhirnya, tangan kanan Safira kini terlepas dari genggaman erat Dev. Membuat Safira merasa leluasa untuk menyuap makanannya. Usai makan, Dev kembali meraih tangan Safira, menggenggam tangan itu sepanjang jalan menuju kasir, untuk membayar semua pesanan mereka.


Dev membuka dompetnya dengan tangan kanan, lalu menyerahkan beberapa lembar uang ratusan pada sang kasir.


"Terimakasih atas kunjungannya, Tuan, Nona," ucap si Mbak kasir tersenyum ramah.


☆ ☆ ☆


20 menit perjalanan.


Sampailah Dev dan Safira di halaman depan. Dev kini membiarkan Safira untuk keluar terlebih dahulu, sedangkan ia masih sibuk dengan Hpnya. Dev sedang mengganti wallpaper Hp dan juga sandi Hpnya, yang belum sempat ia ubah sejak kemarin.


"Aman," ucap Dev lalu keluar dari mobilnya, menyusul langkah Safira memasuki rumah.


"Ada apa? Kenapa kalian berdua...." Dev memotong ucapannya saat menyadari ada yang berbeda dengan dapurnya.


"Davin?!" Dev kini menatap Davin yang tertunduk takut, jangan tanya lagi, ini sudah pasti ulah adiknya itu.


"Maaf, Kak. Tadi aku lupa, lupa kalau sedang memasak air, dan itu...Aku tidak sengaja memecahkannya," jelas Davin sambil menunjuk beberapa butir telur yang terjatuh dan mengotori lantai dapur.


"Kak Dev," panggil Safira lalu tersenyum pada Dev. "Tidak apa, aku akan membersihkannya. Dan Davin, masuklah ke dalam kamarmu, dan istirahatlah," lanjut Safira tersenyum pada Davin.


Davin pun mundur beberapa langkah, dan langsung berjalan secepat kilat memasuki kamarnya.


"Aku akan membantumu," ucap Dev sambil berjalan mendekati kompornya yang terlihat begitu menyedihkan.


"Kak Dev naik saja, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat," ucap Safira sambil menghalangi Dev untuk membersihkan kompor.


"Baiklah, tapi aku akan menunggumu sampai kau selesai!" jawab Dev lalu mendudukkan dirinya di meja makan.


Safira mulai membersihkan kompornya dengan lap basah, lalu mengepel lantai yang berbau cukup menyengat, sampai mengganggu pernapasan.


"Sa, Hpmu berdering," ucap Dev memberitahu. Ia pun meraih benda pipih itu, berniat untuk memberikannya pada Safira.


"Nomer baru?" gumam Dev, Dev pun mengurungkan niatnya, dan langsung mengangkat telepon dari nomor baru itu.


"Selamat malam, Sa. Maaf mengganggu jam istirahatmu."