CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 71



Malam semakin gelap dan dingin dan mereka berdua seperti orang sedang ribut soal cinta, Bobby memberikan Jasnya kepada Clara, tetapi Clara menepisnya dan membuat jas itu jatuh ke tanah. Bobbya mengambil dan memasangkan kembali, dan begitu lagi yang di lakukan Clara, kali ini Bobby memasangkannya tanpa berkata-kata dan ketika Clara mau menjatuhkan pria itu langsung memeluk Clara.


Clara benar-benar sudah mabuk, seperti reaksi hebat yang berikan pria tadi. Clara juga menangis di dalam pelukan Bobby.


"Kenapa setiap yang aku lakukan tidak ada yang berhasil?" Keluh Clara semakin menangis dan Bobby sebisa mungkin menenangkan Clara


Clara mendorong tubuh Bobby, dan menatap pria itu kembali


"Pergi" Teriak Clara meninggalkan Bobby


"Mari kita pulang, sepertinya kamu di berikan sesuatu oleh pria itu"


"Lalu kenapa? Kenapa kamu selalu ikut campur urusan aku?" Teriak Clara menepis air matanya


"Kita pulang" Bujuk Bobby


"Apa kamu tahu kesulitan apa yang aku lakukan?"


"Aku seorang gadis sial dan sedang mencari jimat keberuntungan tetapi kamu selalu ikut campur"


"Clara itu hanya tahayul"


"Diam...." Teriak Clara


"Aku kehilangan orang tua, dan kehilangan semuanya bahkan aku sangat takut menyentuh seseorang, aku takut mereka akan terkena sial dari aku"


"Tidak terjadi apa-apakan?" Ucap Bobby menggenggam tangan Clara dan meletakkan di pipi kanannya


"Clara itu hanya imajinasi dan cerita tidak masuk akal yang membuat kamu semakin takut, aku tahu kamu sedang mabuk"


"Aku di sekolah tidak memiliki teman, dan kuliah hanya memiliki satu teman, bahkan dunia percintaanku tidak ada yang berhasil"


"Dan setelah bekerja, aku membuat Rendy untuk mencintai aku tetapi tidah berhasil juga dan orang yang akan menikahiku juga meninggalkan aku"


Bobby terdiam mendengar perkataan Clara, ia tidak tahu betapa sulitnya gadis itu melewatkan hari yang melelahkan.


"Bahkan aku di anggap bodoh dan gila oleh semua orang, aku tidak peduli"


"Clara.."


"Kamu salah satu orang yang mengatakannya"


Clara, berjalan tidak tahu arah dan merasakan pusing yang laur biasa, bahkan jalan di depannya sudah terlihat bergelombang.


"Mari kita menikah" Ucap Bobby menarik tangan Clara


"Lepaskan"


"Kamu mau menikah, dan apa kamu mempercayainya.


Baiklah, aku akan menikahi kamu"


Bobby terus menarik tangan Clara, tidak tahu seberapa kesalnya dia sekarang. Namun, Bobby terus berjalan ke arah mobilnya


"Sakit" Ucap Clara,


Bobby melepas tangannya dan melihat Clara menangis lagi, Bobby terlihat berjongkok membelakangi Clara, ia menoleh ke belakang dan mengajak Clara untuk naik ke punggungnya. Clara hanya berdiri diam menatap bobby.


Beberapa kali Bobby menganggukkan kepala seraya meyakinkan Clara. Bahkan ia tersenyum manis untuk pertama kalinya.


"Ayo naik, kita pulang" Ajak Bobby menatap Clara penuh kejujuran


Clara melangkahkan kakinya dan mendekati Bobby, perlahan Clara melingkarkan tangannya di leher Bobby dan menempelkan badannya ke punggung Bobby.


Bobby menyilangkan kedua tangannya ke badan Clara dan mulai berdiri, ia berjalan langkah perlangkah membawa beban berat. Namun, hatinya begitu hangat.


"Terimakasih sudah menjadi orang pertama yang mau menggendong aku" Ucap Clara menyandarkan kepalanya ke bahu Bobby.


Bobby hanya tersenyum dan membiarkan Clara tidur di bahunya.


Setelah satu jam lebih perjalanan, Bobby membawa Clara ke rumahnya.


Dan melihat Clara masih tertidur, Bobby membaringkan Clara di ranjang tidurnya yang empuk.


Bobby mengusap rambut Clara dan menyeka sisa air mata di pipi gadis itu.


Tidak lupa, Bobby memberikan selimutnya kepada Clara.


Paginya, Clara membuka mata dan melihat langit-langit kamar yang berbeda dari kamar apartemennya. Lalu ia memejamkan mata dan membukanya kembali, masih seperti tadi, Clara memutar badannya ke arah kanan dan mendapati Bobby sedang tertidur di sampingnya. Dalam tidur saja, ia masih terlihat tampan, Clara tidak mengalihkan pandangannya sedari tadi, entah sudah berapa lama Clara menatap Bobby.


"Aku pria yang banyak memiliki nasib keberuntungan" Ucap Bobby ketika ia terbangun dan mendapati Clara sedang menatapnya


"Aku sudah bosan di kelilingi keberuntungan, karena itu aku akan berbagi keberuntungan ku dan mengambil kemalangan mu" Sambung Bobby seraya membawa tangan Clara ke pipinya.


Bersambung