CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 20



Empat hari sebelum kecelakaan..


Rara memandangi Angga dan Raisa yang sedang bertengkar.


Angga menarik tangan Raisa untuk ikut dia ke dalam mobil.


Raisa memasang wajah jutek dan sebalnya.


Raisa cemburu kepada Rara. Ia sudah gelap mata perihal persahabatan mereka.


"Mari kita akhiri hubungan ini!" Ucap Angga kepada Raisa dengan serius


Sedangkan Raisa langsung kaget mendengar kata-kata yang tiba-tiba itu. Ya, disini memang Raisa yang banyak menyukai Angga. Dan dari awal Angga sudah berkata ia tidak suka perempuan posesif.


Dan bahkan beberapa kali juga Angga meninta putus kepada Raisa. Namun, pada akhirnya mereka kembali lagi.


Raisa menangis, hanya karena hal sepele Angga mengakhiri hubungan mereka yang sebentar lagi akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Seketika kebencian Raisa bertumbuh kepada Rara.


"Kita sudah menjalin hubungan ini beberapa tahun dan karena hal sepele kamu memutuskan aku?" Tanya Raisa


"Hal sepele juga kamu menyiram sahabat kamu di tempat keramain, apa kamu tahu kesulitan apa yang di hadapinya?"


"Gara-gara aku, kamu membatasi semuanya kepada Rara. Dia butuh kamu!" Teriak Angga sedangkan matanya menatap Rara yang sedang membersihkan wajahnya dengan tissu


"Kamu berteriak?"


"Ya, kamu lihat dia, kamu lihat kesulitan itu di wajahnya. Dimana hati kamu yang mengaku selalu merindukan dia" Tanya Angga menunjuk ke arah Rara yang mulai meninggalkan restoran itu


Mendengar kata-kata Angga, Raisa menangis dan merasa bersalah.


"Angga ikuti Rara, aku mau minta maaf!" Suruh Raisa dan mereka mulai mengikuti Rara


"Ada apa?" Tanya Angga kepada pengendara motor yang putar balik


"Di depan ada kecelakaan mobil pribadi dan truk, pengendaranya wanita"


Degggg!


Entah kenapa jantung Raisa berdetak kencang. Tanpa berfikir


apa-apa lagi, Raisa turun dari mobil dan berlari di riuh hujan. Sedangkan Angga mencoba menepikan mobilnya dan ketika sudah berhasil ia mencoba mengejar Raisa.


Angga melihat Raisa terduduk di jalanan itu, sedangkan Raisa menangis, merasa bersalah, ketakutan, campur aduk melihat Rara di angkat keluar oleh pihak kepolisian.


"Kamu kenapa?" Tanya Angga


"Rara... Itu Rara!" Tunjuk Raisa


Angga langsung berlari dan ia berhasil melihat Rara sebelum di masukkan ke dalam mobil ambulans. Angga langsung lemas dan tidak berdaya sama sekali. Bahkan pihak kepolisian juga membantu Angga untuk berdiri dan ikut ke rumah sakit.


Rendy, nafasnya sedang memburu. Gairahnya sedang di puncak-puncaknya. Clara sudah tidak sabar, ia berhasil memasukkan obat perangsang ke minuman Rendy dan ketika Rendy ingin menerkam Clara. Ia mengingat senyuman Rara seketika berubah menjadi tangisan kesakitan. Rendy sadar dan langsung berdiri. Dan tidak berapa lama ia menarik Clara untuk meninggalkan kamarnya. Ia mengunci kamar itu dan merasakan perasaan yang mulai tidak tenang. Rendy meraih ponselnya yang terjatuh dan melihat panggilan keluar kepada Rara. Dan ketika ia mencoba menghubungi Rara kembali. Nomor itu sudah tidak aktif lagi.


Rendy merebahkan tubuhnya ke kasur. Sedangkan tangannya sibuk menghubungi Rara. Sampai ia tertidur dengan pulas. Sedangkan Rara sedang melawan maut di ruang operasi.


Polisi mulai sibuk mewawancarai Angga. Dan Angga sudah kehabisan tenaga ia hanya mengatakan untuk menghubungi Pak Harris Handoko pemilik Bluemoon Grup.


Dan beberapa menit setelah di hubungi Pak Harris beserta istrinya muncul di rumah sakit.


Bersambung