
Hujan semakin deras, hampir seluruh kota di turuni hujan. Tiba-tiba saja mobil bewarna merah merk BMW terlihat beberapa kali menyembunyikan klaksonnya.
Dan karena hujan juga pandangan Rendy sedikit kabur.
Ia bangkit dari duduknya, dan melihat siapa tamu yang datang di tengah malam ini.
Rendy bersama payung hitamnya membuka pagar dan mempersilakan mobil itu masuk.
Rendy langsung terdiam ketika melihat wanita itu turun dari mobilnya. Payung yang tadi melindunginya dari hujan kini sudah terjatuh ke bawah.
Sedangkan wanita itu tersenyum manis menatap Rendy.
Ia seperti sangat merindukan pria itu.
"Aku tahu kamu sudah menikah dan aku juga tahu kamu sudah kehilangan dia" Ucap wanita itu memeluk Rendy
Rendy hanya terdiam, ia masih terkejut dengan apa yang di lihatnya.
Wanita yang menemaninya setengah dari umurnya. Wanita yang selalu bersama dari sekolah sampai kuliah. Wanita yang selalu di banggakan Rendy. Wanita yang bertahan di hatinya selama ini. Dan wanita itu juga yang membuat ia mati rasa.
Wanita itu adalah Aurel Andita, teman masa kecil Rendy. Teman yang berubah menjadi kekasih. Bersama Aurel, Rendy tidak pernah melirik cewek lain. Bahkan Rendy selalu memperlakukan Aurel seperti ratu. Sampai pada akhirnya Aurel meninggalkan Rendy karena pria lain. Dan pria itu juga berteman dekat dengan Rendy.
Dan setelah tiga tahun berlalu Aurel kini muncul kembali dan di saat hati Rendy benar-benar patah.
Aurel tiga tahun yang lalu menetap di Paris bersama pacarnya. Dan kini ia kembali dan menemui Rendy kembali.
Mereka sudah basah dengan air hujan yang tak kunjung berhenti. Rendy melepaskan pelukan dari Aurel, ia menatap wanita itu cukup lama. Dan ketika petir menyambar lagi. Rendy menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Kenapa kamu kembali?" Tanya Rendy
"Aku tahu kamu tidak pernah pindah dari rumah ini karena menunggu aku. Dan itu yang kamu katakan beberapa tahun yang lalu Ren"
"Aurel" Sahut Rendy tersenyum getir
"Kamu tidak tahu malu, saya tidak pernah menunggu kamu dan...."
"Dan aku tahu Ren kamu tidak mencintai wanita itu!" Sambung Aurel memotong pembicaraan Rendy
"Kamu tahu apa? Setelah kamu pergi, dia wanita yang saya cintai" Kata Rendy dan meninggalkan Aurel begitu saja
Rendy mengunci pintu rumahnya. Ia mengambil handuk dan mengintip Aurel dari jendela kamarnya. Aurel masih berdiri disana, entah kenapa Aurel tersenyum. Dan persekian menit Aurel meninggalkan rumah Rendy.
Rendy duduk di tepi ranjangnya, entah apa yang ia pikirkan. Namun, hati dan logikanya benar-benar berantakan hari ini.
Di rumah sakit, Angga menatap Rara yang masih terbaring lemah. Ia lebih mengasihani Rara. Angga bertanya-tanya apa benar ia mencintai Rara setelah 8 tahun wanita itu menghilang. Apa benar keputusannya meninggalkan Raisa tidak akan membuat ia kecewa di kemudian hari.
Angga mengelus alis Rara, ia juga berharap wanita itu segera sadar. Agar semua kembali kepada tempatnya.
Sedangkan Bu Shireen menyembunyikan tangisannya di dalam kamar seorang diri. Ia menyesal menjual kebahagiaan anaknya. Dan ketika Pak Adit masuk Bu Shireen menepis air matanya dan ia tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa
"Kamu kenapa?" Tanya Pak Adit, mendengar pertanyaan itu Bu Shireen langsung menangis dan memeluk suaminya
"Pa, kita yang membunuh anak kita sendiri"
"Udah Ma, sekarang tidak ada yang di sesali, kita hanya berusaha untuk kesembuhan Rara" Ucap Pak Adit menyemangati istrinya. Namun, ia juga menepis air matanya yang jatuh tiba-tiba.
Bersambung