CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 69



Bekerja dan bekerja, Rendy mulai sibuk dengan aktivitasnya. Pergi pagi pulang pagi. Begitu juga Clara di berikan tugas oleh Rendy yang tidak habisnya. Bahkan untuk berkencan dengan pacarnya saja sangat susah.


Clara memandangi meja Rendy dan menatap pria itu dengan kesal.


"Bagaimana bisa otaknya hanya berisi dengan pekerjaan" Keluh Clara dan Bobby yang mendengar itu melirik Clara sekilas


"Dia bos yang kejam dan tidak memiliki perasaan!"


"Nggak ada yang lucu" Sambung Clara membalas tatapan Bobby.


Rendy berdeham memecahkan kesunyian di antara mereka. Baru saja mereka saling berpandangan melihat. Bobby langsung salah tingkah begitu Clara.


Sedangkan siang ini Rara berada di rumah orang tuanya membantu mempersiapkan pernikahan Gerin yang menunggu hitungan hari lagi. Dan beberapa menit kemudian Rara mendapatkan undangan dari seseorang. Ya, dia adalah mantan Rara. William mendatangi rumah untuk memberikan sesuatu kepada Rara. Rara mengajak William untuk duduk di kursi teras rumahnya.


Tidak berapa lama asisten di rumah itu membawakan minuman untuk William


"Silahkan di minum!" Suruh Rara


"Iya"


"Kamu ada perlu apa kesini?"


"Wil aku itu sudah menikah, dan waktu aku bertemu kamu itu aku sudah menikah"


"Waktu itu aku berbohong" Ucap Rara dan William tertawa mendengar itu


"Ya aku tahu!"


"Lalu?"


"Udah menikah aja berdua" Suruh Rendy kepada Clara dan Bobby


Bobby hanya berdeham sedangkan Clara tanpa ragu mumukul bahu Rendy


"Aku yakin sebentar lagi kamu akan putus dengan pacar kamu itu Clara"


"Rendy!"


"Dia itu lelaki tidak baik" Sekali lagi Clara memukul Rendy dan Bobby hanya ikut tersenyum melihat itu


"Aku datang kesini mau memberikan kamu sesuatu" Ucap William memberikan sebuah undangan kepada Rara


"Iya" Jawab William begitu yakin


"Dulu kita selalu merencanakan pernikahan megah" Ujar William membuat Rara tersenyum kecil


"Ternyata skenario Tuhan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita"


"Apa maksudnya?" Tanya Rendy yang entah kapan dia datang


"Rendy" Sahut Rara mendekati suaminya dan mengajak untuk duduk


"Oh jadi kamu ke rumah Mama karena ingin bertemu dia? Rara kamu....."


"Sayang dengarin dulu, aku kesini bukan karena ini tapi benaran karena membantu persiapan pernikahan Kak Gerin"


"Terus kenapa berduan"


"Ini saya mau memberikan undangan pernikahan" pungkas William menyodorkannya ke arah Rendy karena merasa tidak enak


"Ra aku pamit" William pergi meninggalkan mereka berdua yang masih sama-sama diam


"Laku juga teman kamu" sindir Rendy, Rara langsung melotot


"Kok pulangnya cepat?" Rara melihat jam tangannya yang baru menunjukkan pukul satu siang


"Rendy ayo masuk" Panggil mama Rara dari depan pintu


Mama Rara terlihat senang melihat anak dan menantu mengunjunginya di hari sibuk bekerja. Bahkan jarang-jarang ini terjadi


"Rara kamu udah ada tanda-tanda hamil lagi" Tanya mamanya, dan langsung membuat mereka berdua saling berpandangan


"Lagi usaha Ma"


"Usaha dong sayang, sekali-kali honeymoon berdua. Rendy jangan sibuk terus, kamu masih muda nikmati dulu pernikahannya" Rendy menatap Rara yang senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Mamanya.


Dan hari ini keberuntungan berpihak kepada Clara dan Bobby, mereka berdua di izinkan untuk pulang cepat. Dan Clara berniat untuk memberikan kejutan kecil kepada pacarnya dengan cara mengunjungi pria itu ke rumah sakit. Namun, tidak seperti senyuman Clara sebelumnya. Ia diam berdiri melihat Pacarnya sedang berpelukan bersama wanita lain.


Bersambung