
Aurel kembali mengunjungi rumah Rendy. Namun, ia tidak menemui pria itu. Aurel memilih menunggu Rendy kira-kira sudah setengah jam. Tetapi pria yang di tunggunya tidak kunjung datang.
Sedangkan di kantor Clara tanpa sibuk memikul pekerjaan Rendy yang di berat kepadanya. Tetapi Clara tidak pernah mengeluh. Yang Ia tahu saat ini Rendy masih berduka.
Baru saja Clara mau keluar ia melihat kedatangan Pak Harris bersama beberapa ajudannya. Raut wajah Pak Harris seperti orang marah. Pak Harris langsung menerobos masuk ke ruangan Rendy dan mendapati pria itu tidak ada disana bahkan karyawan Rendy yang lain berkata sudah dua minggu lebih Rendy tidak ke kantor.
Clara tahu ini sedang terjadi sesuatu atau Rendy membuat ulah baru lagi. Clara menyembunyikan tubuhnya di sudut tembok arah tangga, ia tidak ingin di intograsi perihal yang terjadi belakangan ini. Dan setelah Pak Harris meninggalkan kantor Rendy. Clara segera meluncur ke rumah bosnya.
Saat sampai Clara melihat Aurel sedang berjongkok di samping mobilnya. Clara tersenyum kesal melihat wanita itu. Bagi Clara, Aurel adalah wanita yang tidak tahu diri. Wanita yang merepotkan. Clara mengarahkan kakinya kepada punggung Aurel, sehingga Aurel sedikit goyah dan hampir jatuh.
"Benar-benar tidak tahu malu?" Ucap Clara berdecak geram seraya melipat kedua tangannya
"Kau lagi?" Balas Aurel membalas tajam tatapan Clara
"Datang untuk mengemis, murahan!" Seru Clara tersenyum ejek
"Aku kasihan kepada kau Clara sampai sekarang cinta itu tidak terbalas!"
"Hah! Aku lebih kasihan melihat kau yang datang tanpa di undang setelah hal memalukan terjadi!"
"Kau kira Rendy akan berpaling lagi? Hello! Ini bukan tiga tahun yang lalu"
"Oppts, Apa kau juga di buang oleh pria itu?" Tanya Clara tersenyum sumbang
Pak Budi dan Pak Joko yang melihat itu hanya bisa menjadi penonton. Karena bukan sekali dua kali perempuan berantem di depan rumah Rendy. Bagi Pak Joko dan Pak Budi itu sudah menjadi hal yang biasa
Aurel masuk ke dalam mobilnya dan berteriak histeris melihat ejekan Clara. Dan karena itu juga membuat semangat Aurel mengebu-gebu untuk mendapatkan Rendy kembali setidaknya ia akan membuat Clara membayar atas ucapannya yang merendahkan dirinya.
Cukup lama Aurel di dalam mobil. Sampai ia mengingat tempat yang sering di kunjungi Rendy ketika ingin sendiri.
Aurel bertolak ke Villa yang cukup jauh dari pusat kota itu.
Sedangkan Rendy dan Rara masih tertidur, persekian menit Rara bangun dari tidur panasnya semalam. Ia seperti mendapatkan tenaga lagi setelah melihat suaminya dan Rara juga percaya ketika Rendy melihatkan buku nikah mereka.
Setelah mandi Rara berjalan-jalan santai mengelilingi sudut ruangan itu, Rendy melupakan sesuatu. Ia lupa menyembunyikan foto kebersamaannya dengan Aurel. Foto itu masih terpajang rapi di dinding belakang dekat kolam renang.
Rara terdiam menatap foto itu, disana ia menemukan senyuman Rendy yang terlihat ikhlas.
Dan tidak berselang lama, sebuah mobil juga terlihat mengarah ke Villa mereka. Rara yang melihat itu mencoba menyembunyikan wajahnya. Ia takut jika itu dari keluarga yang mencarinya. Namun, ketika turun ia melihat wanita yang ada di foto itu. Bahkan ia juga terlihat akrab dengan Villa itu.
Aurel tersenyum ketika melihat mobil Rendy terparkir di halaman. Aurel langsung berlari ke arah kamar dan benar ia mendapati Rendy sedang tertidur. Aurel langsung memeluk Rendy, dan karena belum terlalu sadar, Rendy mengira itu adalah Rara. Ia juga membalas pelukan Aurel yang sudah tidur di sampingnya.
Bersambung