CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 11



Langit sore mulai menampakkan keindahannya. Dan semilir angin juga membuat penikmat jalan sedikit bersyukur. Orang-orang terlihat terburu-buru untuk kembali ke rumah mereka masing-masing setelah seharian bekerja.


Begitu juga Angga dan Raisa, mereka menaiki mobil yang sama. Senyuman mereka mengambang manis. Mereka seperti dua orang yang sedang di mabuk cinta.


Seperti permintaan Rara, mereka berdua akan menemui Rara di kafe dekat rumah orang tua Rara.


Persekian menit...


Rara yang datang lebih dulu. Terlihat tersenyum ketika menatap Angga dan Raisa bergandengan tangan.


Mereka terlihat cocok bersama. Namun, ketika Angga melihat Rara melamun, pria itu melepaskan genggaman tangannya dari Raisa.


"Kenapa?" Tanya Raisa


"Nggak ada!"


"Kenapa kamu lepasin!" Tanya Raisa Karena penasaran


Rara menyadari orang-orang di sekitarnya mulai berbisik-bisik. Mereka menatap Rara dengan senyuman aneh dan jahat.


"Wanita tidak tahu malu, sudah di nikahi pria kaya tapi kelakuan.."


"Iya! Mereka tidak pantas bersama"


"Aku akan mengutuk perempuan itu seandainya menjadi suaminya"


"Hah! Beraninya dia meminum alkohol di pesta pernikahannya"


"Memalukan!"


"Sungguh memuakkan!"


Itulah sepenggalan kata dan ejekan dari orang-orang. Entah bagaimana video itu mulai menyebar. Namun, mampu membuat Rara malu saat ini. Rara mengalihkan pandangannya keluar, disana Angga dan Raisa terlihat ribut sedang perang mulut.


Dan orang-orang semakin menatap sinis kepadanya, Rara memutuskan untuk kembali pulang. Ia melewati pintu samping agar Angga dan Raisa tidak melihatnya.


Sepanjang perjalanan pulang, Rara membuka sosial medianya. Dan dirinya menjadi perbincangan warganet. Atas kejahatan Rendy semalam. Rara menduduki trending nomor 1. Banyak orang yang menghujatnya dan tidak sedikit juga orang merasa iba.


Dan ketika ia sampai di depan gerbang rumah mewah itu, Ia melihat Rendy bersama perempuan yang tadi siang, dan berkeinginan untuk pergi.


Tidak ingin menambah bebannya, Rara menyembunyikan tubuhnya di sebuah batang pohon rindang di dekat gerbang itu.


Rendy yang keluar bersama perempuan itu. Melihat Rara bersembunyi disana. Ia juga terlihat tersenyum kecil dan aneh


"Yaudah ayo masuk?" Ajak Angga kepada Raisa sambil menggenggam tangan pacarnya kembali


Raisa kembali tersenyum dan ketika Mereka sudah memasuki kafe Rara sudah tidak ada disana lagi. Angga yakin melihat Rara, sedangkan Raisa mencoba menghubungi Rara. Namun, nomor itu sudah tidak aktif lagi


"Apa dia sibuk?" Tanya Raisa


"Sepertinya" Sahut Angga yang berusaha melihat keberadaan Rara di sekeliling ruangan itu


Clara, gadis yang saat ini dekat dengan Rendy. Dan gadis yang juga menjadi sekretaris Rendy. Gadis yang begitu mencintai Rendy. Walaupun cintanya belum terbalas tetapi Clara tidak pernah menyerah untuk mendapatkannya.


Sore sudah berganti malam, Rendy dan Clara memasuki restoran cepat saji. Dan di saat itu juga. Wanita yang pernah di dekati Rendy beberapa hari yang lalu juga ada di tempat yang sama.


Belum sempat Rendy mendudukkan pantatnya. Tangan gadis itu sudah melayang di pipi Rendy.


Ciki, ia adalah salah satu anak pejabat negeri ini. Dan ia juga salah satu model ternama. Merasa Rendy mempermainkannya, Ciki tidak segan-segan menampar Rendy saat ini.


"Hello!" Teriak Clara membalaskan tamparan Kepadan Ciki


"Perempuan murahan dan laki-laki murahan" Teriak Ciki juga menampar Clara


"Sungguh aku tidak menyesal menampar kamu dan untuk kamu apa tidak ada lagi laki-laki lain selain suami orang" Tanya Ciki


"Beraninya kau menampar saya?"


"Ya! Rendy aku merasa kasihan kepada kamu, yang bisa kamu lakukan hanya mempermainkan perasaan wanita! Sampah!" Ucap Ciki dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


Diam dan membiarkan semuanya. Itu bukan tipe Rendy Handoko. Baru saja Ciki masuk ke dalam mobilnya. Rendy sudah lebih dulu beraksi. Ia yang selalu di kawal oleh ajudannya yang tersembunyi. Tiba-tiba saja mobil Ciki di tabrak oleh sebuah mobil dari belakang. Ciki yang saat itu lagi menghadap ke kaca samping, langsung kaget dan membuat kepalanya terbentur. Keningnya langsung berdarah. Dan mobil yang menabraknya sudah menghilang.


Bersambung