CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 5



Rasanya kaki Rara berat melangkah, ketika menyadari pria itu adalah calon suaminya. Namun, Mamanya segera menyuruh Rara untuk masuk ke dalam mobil, Rara di bukakan pintu mobil oleh pria yang di anggap tua. Entah mengapa Rara merasa geli ketika melihat pria tua itu tersenyum manis kepadanya.


"Pak Saya ini sudah seperti anak Bapak bukan?" Tanya Rara ketika mereka sudah meninggalkan perumahan


"Iya!"


"Lalu kenapa Bapak menerima perjodohan ini?" Mendengar keluhan itu. Pak Joko tersenyum lepas dan di sambut muka masam oleh Rara


"Bapak tidak waras atau Bapak seorang psikopat? Tidak! Sorry! Dan mari kita batalkan pernikahan ini" Ucap Rara yang selalu mengoceh tanpa jeda. Sedangkan Pak Joko hanya tertawa geli


"Saya sedang marah loh Pak, bukan sedang ngelawak!"


"Maaf non, tapi Bapak hanya sopir tuan muda!"


"APA?" Sahut Rara kaget bercampur malu


"Calon suami non masih muda dan tampan"


"Terserah Pak!"


"Tunggu, Apa yang dia benci?" Tanya Rara tersenyum kecil


"Dia hampir membenci semuanya non"


"Kenapa?"


"Nanti Non akan tahu sendiri"


Sedikit ada kelegaan di hati Rara. Ketika mengetahui apa yang di pikirkannya tidak terjadi.


Ia kembali dalam keheningan menikmati perjalanan menuju tempat yang sudah mereka janjikan.


"Sudah sampai non" Ucap Pak Joko


"Bapak sudah menikah?" Tanya Rara hati-hati


"Belum non, kenapa?"


"Pas! Bapak temani saya menemui dia, nanti Bapak akan saya jodohkan dengan Bibi saya"


"Terima kasih Non, tapi non sendiri aja yang kesana"


"Pak Please!" Pinta Rara memohon kepada Pak Joko


"Non aja sendiri, nanti kalau saya kesana bisa-bisa saya di pecat" Keluh Pak Joko


"Saya janji Pak itu tidak akan terjadi! Please!"


Persekian menit akhirnya mereka berjalan bersama. Pak Joko tidak bisa menyembunyikan senyuman karena tidak akan lagi melihat Rendy kesepian.


Rara sedikit takut ketika Rendy mengajak pertemuan itu di salah satu hotel terkenal di kota mereka tinggal .


Dan ketika pelayan hotel itu mengantarkan mereka kepada Rendy. Rendy terdiam kesal, ketika melihat Pak Joko ikut masuk.


Rara tersenyum kecil ketika melihat raut kekesalan di wajah pria yang akan menjadi suaminya.


"Silahkan duduk Pak!" Suruh Rara menarik kursi mempersilakan Pak Joko duduk


Di meja itu hanya ada dua kursi. Dan ketika Pak Joko sudah duduk. Rara mengalihkan pandangannya kepada Rendy, ia sedikit terdiam menatap pria itu. Tampan, kata yang keluar dari otak Rara.


Begitu juga Rendy, ia yang tadi kesal ketika melihat Rara sedikit lega. Tidak seperti bayangannya. Ternyata Rara adalah wanita sempurna untuk penampilan.


"Ooo, kursinya hanya dua" Ucap Rara memecahkan keheningan


"Saya wanita gila yang akan di nikahkan dengan anda" Sambung Rara tersenyum jahat seraya mengulurkan tangan


"Bye!" Seketika Rendy menyilangkan kakinya kepada pelayan hotel yang sedang membawa minuman untuk mereka. Tanpa sengaja, pelayan itu terjatuh dan menyenggol Rara, minuman itu tumpah ke gaun Rara. Dan Rara juga ikut terjatuh.


Melihat itu Rendy tersenyum penuh kemenangan. Dan matanya menyuruh Pak Joko untuk segera kembali ke mobil.


Pak Joko yang mengerti itu, mengambil langkah cepat, sebelum tuan mudanya membentak dirinya.


"Maaf Non" Ucap pelayan itu ketakutan


"Pergi!" Suruh Rendy


Rara tersenyum sumbang ketika melihat permainan Rendy berjalan sempurna. Dan tak lama kemudian, Rara bangkit dan hendak meninggalkan pria berengsek itu.


"Wanita gila, saya lebih gila" Ucap Rendy dan membuat Rara berhenti melangkah


"Seperti halnya keluarga anda menginginkan perjodohan ini, maka seperti hal itu juga saya menghancurkan hidup anaknya"


"Kenapa? Wah! Saya bakalan takut mendengar ancaman ini" Ucap Rara sedikit menggeser gelas yang berisikan air putih di samping Rendy


Gelas itu tepat jatuh ke paha dan membasahi celana Rendy. Rendy langsung bangkit dan menahan emosinya untuk perempuan yang akan menjadi istrinya.


"Oppsst sorry!" Ucap Rara memberanikan diri mengelus dada Rendy


"Di sengaja!" Sambung Rara menampakkan wajah jutek seraya tersenyum manis


"Kau akan saya nikahi dan membuat hidupmu menderita!" Ancam Rendy kembali dan ia tidak berniat lagi untuk melanjutkan makan malam yang sudah berantakan.Bagi Rendy sebuah pembalasan nantinya.Dan hanya Rara wanita yang berani mengajak dirinya berdebat .


Bersambung