CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 68



Aktivitas biasa di mulai. Rendy berangkat ke kantor dan Rara terlihat sibuk di rumah. Siang ini Rara menunggu seseorang untuk di berikan kejutan kepada Pak Joko.


Rendy bersama Clara, dan juga Bobby mengelilingi setengah dari kota untuk meeting bersama klien mereka. Dan Rendy juga semakin akrab dengan Angga. Tidak ada lagi kesalahpahaman dari mereka berdua. Dan Rendy juga memutuskan untuk meninggalkan Pak Joko Di rumah untuk menjaga dan membantu Rara.


Sedangkan Bobby mengambil alih mengemudi juga. Sesekali Bobby mencuri pandang melihat Clara. Hanya saja Bobby tahu Clara sudah memiliki seorang pacar,


Dan hari ini Clara mengabari Rendy untuk ikut meeting bersama BM Grup membahas beberapa saham di perusahaan yang di dirikan Papanya. Rendy menolak untuk tidak ikut pertemuan itu.


Bu Silvi terlihat menunggu kedatangan anaknya sampai meeting itu di tunda beberapa menit.


Setengah jam telah berlalu, Bu Silvi terpaksa memulai meetingnya. Hanya saja dia membahas yang lain, yaitu mengenai keuntungan yang mereka dapat sebulan ini.


Sekretarisnya mengatakan mereka mengalami beberapa kerugian. Andre hanya menghela nafas mendengar itu.


Mari kita melihat ke sisi lain. Perusahaan Pak Adit sedang di ambang kesuksesan. Beberapa bulan yang lalu Bu Silvi membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan Pak Adit.


Dan ketika Rara dan Angga mengajak untuk bekerja sama, perusahaan Pak Adit memiliki keuntungan yang luar biasa.


Begitu juga Angga semakin sukses, dan Angga juga sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. Tidak berapa lama lagi, Raisa akan melahirkan.


Kini Raisa hidup bergelimang harta, menikmati setiap jengkal kesuksesan suaminya. Ia hidup bagai ratu. Dimana-mana ada yang melayaninya, Angga sengaja memanjakan istrinya.


Dan sesekali juga Raisa dan Rara pergi bersenang-senang menikmati uang yang di berikan suaminya.


Yang di tunggu Rara akhirnya datang juga. Ya, asisten rumah tangga. Rara baru saja merekrut beberapa orang pembantu untuk membantunya di rumah.


Dan salah satu dari mereka adalah orang yang akan di jodohkan kepada Pak Joko.


Bi Ina, mantan pembantu Rara dulu. Ia adalah seorang janda tidak memiliki anak. Rara berniat akan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan.


Bi Inem tersenyum manis ketika melihat Rara. Begitu juga Rara tersenyum manis melihat orang yang selalu menjaganya dahulu kala.


"Cieee!" Ejek Rara tertawa lepas melihat Pak Joko malu-malu


"Non Rara bisa aja"


"Kemarin bapak komplen kepada Rendy, sekarang saya cariin deh" Ucap Rara menyenggol bahu Bi Ina yang tidak tahu apa-apa


Pak Joko tersipu malu dan mengajak Bi Ina untuk menuju dapur dan sekalian menunjukkan kamar dan beberapa bagian sudut rumah itu.


Dan di saat malam hari, Rendy kaget melihat isi meja makan tidak seperti biasa.


Rara tersenyum kecil dan langsung mengajak suaminya untuk duduk.


"Pak Joko akan menikah" Ucap Rara


"Hah!" Jawaban tidak terduga dari Rendy


"Benaran loh Sayang"


"Nggak mungkin sayang, mana ada yang mau sama Joko"


Rara memanggil Pak Joko dan Bi Ina, Rendy kaget melihat kehadiran seorang wanita yang berumur sama dengan Pak Joko


"Selamat malam tuan" Sapa Bi Ina


"Bi Ina yang akan mengakhiri masa lajang Pak Joko" Goda Rara dan membuat mereka berdua tersipu malu


"Nggak usah senyum-senyum Joko sebelum halal" Sambung Rendy dan membuat Pak Joko langsung cemberut. Namun, tidak bertahan lama, mereka tertawa bersama saling meledek Pak Joko dan Bi Ina


Bersambung