CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 32



Melihat Aurel yang menerobos ke kamar mereka. Rara mengejar dan langsung mendapati mereka sedang berpelukan. Untung saja Rendy sudah mengenakan celana dan bajunya ketika ia kebelet ke kamar mandi sebelum Rara bangun.


Rara langsung terjatuh ke lantai yang beralaskan tembok. Kakinya tiba-tiba lemah ketika melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain. Sedangkan Aurel yang melihat itu kaget ketika menyadari perempuan itu masih hidup dan kini mereka sedang berduan. Rara mencoba mencari pegangan untuk kembali berdiri dan ketika ia sudah berdiri Rara menyenggol gelas dan jatuh ke lantai. Rara terdiam melihat serpihan kaca itu. Ia seperti tidak mengingat kenangannya yang masih buram.


Rendy membuka matanya dan menoleh ke arah suara itu. Ia melihat Rara sedang berdiam diri. Dan ketika ia menyadari sebuah tangan melingkar diperutnya itu bukan Rara. Rendy langsung bangkit dan menggenggam tangan Rara.


Rara menepis tangan Rendy dan berlari meninggalkan Villa itu.


Walaupun Aurel tidak habis fikir dengan Rara yang masih hidup. Namun, ia tersenyum ketika berhasil membuat mereka berantem.


Rara berlari ke jalan setapak tanpa lelah. Ia menepis air matanya perihal tidak mengingat apa-apa.


"Rara kamu masih sakit?" Ucap Rendy menahan tangan istrinya agar tidak lari lagi


"Sekarang kamu peduli karena aku sakit?"


"Kamu jahat Ren, kamu sengaja membawa aku kesana untuk melihat kebersamaan kalian!"


"Rara aku ti..."


"Kamu mau menjelaskan apa lagi? Sudah cukup jelas dengan foto yang aku lihat di sudut ruangan"


"Aku bingung harus mempercayai kamu atau mempercayai mereka yang mengatakan kamu itu tidak baik buat aku"


"Atau jangan-jangan kamu juga yang membuat aku terluka seperti ini?"


Rendy berfikir tidak aja jalan lain lagi, ia menaikkan Rara di punggung belakangnya. Rendy menggendong Rara agar kembali lagi ke Villa itu.


Beberapa kali Rara memberontak akhirnya ia terdiam karena kelelahan.


"Wanita itu ada di masa laluku, sedangkan kamu ada di masa sekarang dan masa depanku!" Ucap Rendy dan Rara hanya terdiam seraya mempererat pegangan tangannya yang melingkar di dada Rendy.


"Percaya sama aku kali ini" Lagi-lagi Rara hanya terdiam


Aurel berfikir bagaimana Rara bisa hidup lagi. Bukankan ia sudah meninggal dan tidak mungkin juga ia bisa melihat makhluk aksral. Itu tidak mungkin pikir Aurel. Selagi menguras isi otaknya, Ia melihat kedatangan Rendy yang sedang menggendong Rara. Aurel tersenyum kesal. Punggung yang sering menggendongnya dulu kini berubah alih menggendong wanita lain. Jika Rara bisa membuat ia terluka dengan melihat begitu saja, maka Aurel juga bisa membuat Rara lebih terluka lagi.


"Rendy kamu jahat ya?" Omel Aurel menghampiri mereka berdua


"KELUAR DAN PERGI DARI SINI!" Teriak Rendy merasa hilang kesabaran melihat kedatangan Aurel


Aurel langsung pergi begitu melihat kemarahan Rendy. Ia tidak habis pikir kenapa pria itu meneriakinya penuh emosi.


"Aku lelah!" Ucap Rara yang merasa nafasnya semakin sesak, Rendy langsung membaringkan tubuh Rara di ranjang tidur dan Rara langsung terlelap.


Pak Harris dan Pak Adit masih mencari keberadaan Rara dan Rendy. Tidak Pak Harris namanya jika tidak bisa menemukan orang yang hilang. Dan di dalam pencarian ini Bu Silvi juga ikut andil.


Dan ketika orang suruhannya mendapatkan informasi, Pak Adit bersama istrinya begitu juga Pak Harris bersama istrinya langsung menuju ke tempat itu.


Bersambung