
Paginya Rendy mendapatkan kabar perihal kecelakaan yang terjadi dengan Papanya. Polisi mulai mendapatkan beberapa bukti. Bahwa Pak Harris sengaja di tabrak oleh seseorang.
Rendy bersama keluarganya langsung ke kantor polisi, disana polisi melihatkan rekaman CCTV yang di dapat dari toko di tepi jalan itu. Pada hari kecelakaan sampai kemarin pemilik toko itu sedang berlibur ke luar kota. Dan semalam pemilik toko itu sudah kembali membuka tokonya. Polisi langsung bergerak dan mendapatkan bukti rekaman itu.
Rekaman CCTV memperlihatkan beberapa orang menyerang Pak Harris sebelum sebuah mobil menabrak beliau dari belakang.
Bu Silvi yang melihat itu langsung naik darah dan tidak akan memaafkan siapa pelakunya.
Dan polisi juga berkata dalam minggu ini mereka akan menemukan preman bayaran yang telah menyerang Pak Harris.
Malahan Bu Silvi menuduh keluarga Rara yang melakukan itu. Karena keluarga Rara tidak bisa menerima perceraian anaknya pikir Bu Silvi. Rendy tidak tinggal diam, dia membantah bahwa Rara tidak melakukan itu, dan Rendy juga berjanji untuk membuktikan ucapannya dan akan segera menemukan pelakunya.
"Rendy kamu itu anak Mama!"
"Iya, tetapi bukan istri aku pelakunya"
"Jika pun dia berniat membunuh keluarga kita, mungkin Mama orang pertama yang akan di bunuh karena Mama selalu menyakiti dia!" Ucap Rendy ketika mereka sudah berada di kediaman utama.
Plaaak! Tamparan keras melayang di pipi Rendy. Bu Silvi tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Rendy.
Rendy tersenyum lirih dan melonggarkan dasi yang terasa mencekiknya.
"Anak kurang ajar" Omel Bu Silvi dengan mata berapi-api
"Aku pamit!" Jawab Rendy meninggalkan keluarganya yang masih di liputi emosi
Sesampai di kantor Rendy menyuruh Clara menghubungi orang suruhannya. Beberapa ajudan Rendy yang terpercaya mulai berkumpul di ruang meeting yang sudah di siapkan Clara.
Rendy membuka rekaman CCTV dan membiarkan ajudannya menonton beberapa menit.
Sedangkan Aurel kembali mengunjungi kantor Rendy. Dan ketika ia melewati ruang meeting itu, Aurel melihat rekaman itu. Ia mundur beberapa langkah dan meninggalkan tempat itu.
"Kalian sudah melihatnya?"
"Cari orangnya dan bawa kehadapan saya!" Suruh Rendy
Siang harinya Bu Silvi mengunjungi rumah Rara seorang diri. Ia akan melepaskan kekesalannya kepada Rara.
Mobil BMW bewarna hitam itu terlihat memasuki halaman rumah Rara
"Mama" Ucap Rara begitu melihat Ibu Mertuanya yang datang
"Kamu meracuni otak Rendy dengan apa?" Tanya Bu Silvi
"Keluarga kamu bukan yang telah membunuh suami saya?"
"kamu benar-benar wanita yang tidak tahu malu setelah kamu meninggalkan anak saya lalu kamu mengemis lagi kehadapannya, dan itu kamu lakukan setelah suami saya meninggal"
"Tante keluarga aku bukan pembunuh dan aku juga tidak pernah mengemis" Mendengar itu mama Rendy semakin marah dan ingin menampar Rara tapi gadis itu langsung memegang tangan mertuanya
"Sudah cukup satu kali tante menampar aku, aku menikahi anak tante bukan untuk di hina atau di tampar"
"Saya akan pastikan hidup kamu menderita selama menjadi istri anak saya!! Dasar anak tidak tahu terima kasih saya dan suami saya sudah membantu keluarga kamu tapi ini balas budi kamu, ya wajar kamu keluarga kalian bangkrut" Teriak Bu Silvi dan membuat Rara memejamkan matanya
"Berhenti!! Mama berhenti" Teriak Rendy di depan pintu entah kapan dia datang
"Mama berhenti menghina istri aku,semakin Mama menyakiti dia, semakin aku tidak akan melepaskannya"
"RENDY!"
"Ya, aku sudah berjanji kepada Mama untuk membuktikan siapa yang membunuh Papa, dan berhenti ganggu istri aku" Bu Silvi mendengus geram dan berlalu meninggalkan Rendy dan Rara.
Rendy tersenyum menatap istrinya, dan membawa Rara ke dalam pelukannya.
Bersambung