
Setelah mengantarkan Clara pulang. Pak Joko dan Rara sebelum kembali ke kantor ia mengunjungi suaminya ke rumah sakit.
Rara menyenderkan kepalanya mendekati Rendy. Ia menepis air matanya begitu mengetahui perjuangan Rendy mempertahankan bisnisnya. Rara tidak akan menyerah sedikit pun untuk membuktikan bahwa keluarganya tidak bersalah.
Sebelum pergi, Rara membersihkan beberapa bagian tubuh Rendy dengan kain basah. Rara berharap setelah semuanya berhasil Rendy akan sadar dari komanya. Setidaknya ini salah satu cara Rara untuk membantu suaminya.
Tiga puluh menit kemudian Rara kembali ke kantor. Bobby mendapat kabar bahwa bawahannya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Pak Harris.
Bobby memberitahukan kepada Rara dan hari ini juga Rara menyuruh mereka untuk kembali ke ibu kota dan membawa pecundang itu.
Entah berapa kali Rara memutari ruangan itu, ia tidak sabar menunggu dan tangannya sudah gemetaran ingin menampar orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.
Di sisi lain, dan seperti mendapatkan rejeki nomplok, Rara juga di beritahu bahwa orang yang menembak Rendy juga sudah di temukan.
Dan dua orang pecundang itu sedang menuju ke kantornya.
Karena orang yang menembak Rendy berada di kota yang sama. Dua jam kemudian Bobby berhasil membawa ia kehadapan Rara.
Rara dengan emosi yang berapi-api menampar pria itu beberapa kali.
Rara menjambak rambut lelaki itu tanpa ampun.
"Katakan siapa yang menyuruh kau melakukan ini?" Teriak Rara melihat lelaki itu diam membisu
Beberapa kali Rara bertanya, dia tetap memilih diam dan menyembunyikan siapa dalang di balik ini semua.
Rara memberikan kode kepada Bobby untuk memukul pria itu sampai ia mengaku.
Entah berapa kali pukulan, lelaki itu tumbang juga. Ia meminta ampun kepada Bobby dan Rara
"Katakan!" Teriak laki-laki berotot itu
"Temukan keluarganya dan bawa kesini" Suruh Rara ketika melihat pria itu kembali diam
"Ampun Buk dan jangan libatkan keluarga saya" Pintanya mendekati Rara. Namun, dengan cepat Bobby menariknya untuk mundur ke belakang. Bobby berjaga-jaga agar ia tidak melukai Rara
"Saya di suruh Bu Hana!"
"Hana?"
"Iya Bu Hana Handoko!"
Rara terdiam mendengar ucapan pria itu. Bagaimana bisa saudara Rendy sendiri ingin membunuh adiknya. Rara terduduk diam dan memandangi lelaki itu. Dan bagaimana juga reaksi Rendy jika ia tahu yang menyakitinya adalah Kakaknya sendiri.
Rara melampiaskan kekesalannya kepada lelaki bertato di seluruh tubuhnya itu. Rara menampar pria itu dengan buku tebal yang di milikinya. Sedangkan pria itu hanya heran melihat wanita yang tidak di kenalinya.
"Saya tidak merasa menyakiti keluarga anda?" Ucap lelaki itu mengambil buku yang di pegang Rara
Mendengar itu, Bobby langsung memukul dia sampai tersungkur ke lantai.
Rara membiarkan Bobby memukulnya sampai puas.
"Stop Bobby!"
"Anda mengenal ini?" Tanya Rara melemparkan beberapa lembar foto yang ia dapat dari kantor polisi
"Apa pelakunya juga orang yang sama?" Tanya Rara menatap secara bergantian
"Saya tidak suka basa-basi, saya tidak suka kebohongan dan saya orangnya tidak penybar!"
"Katakan?" Teriak Rara
"Siapa dalang di balik pembunuhan Pak Harris?" Pria itu hanya memilih diam untuk menyelamatkan bosnya
"Dengarkan saya, anda memilih diam berarti anda lebih suka hidup di penjara seumur hidup tetapi bila anda mengatakan kebenarannya, saya tidak akan memberatkan anda bahkan saya akan melindungi anda dari pembunuh asli"
"Haaa... Haaa"
"Saya hanya di suruh oleh bos saya, tetapi saya tahu siapa di balik ini semua"
"Dia adalah wanita dan saat ini bos saya sedang bersamanya"
Rara berharap itu bukan Hana.
"Siapa?"
"Aurel, anak pengusaha dari HD Grup"
"APA?"
"Bobby, bawa orang ini ke penjara sekarang juga, dan hubungi polisi dan pengacara kepercayaan Rendy" Suruh Rara meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang sudah bergejolak.
Bersambung