CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 65



Rara berhenti menceritakan sepenggal kenangan manisnya bersama Rendy kepada Angga dan Raisa.


Ketika Angga dan Raisa mau berpamitan, mereka kaget ketika melihat Rendy sudah membuka mata. Rara langsung tersenyum dan berlari memeluk suaminya. Tidak berselang lama Dokter masuk dan memeriksa Rendy.


Dokter mengatakan Rendy sudah kembali normal.


Angga dan Raisa ikut bahagia melihat itu semua.


Dan tidak ingin mengganggu mereka berdua, Angga langsung pulang bersama istrinya.


Rendy tersenyum melihat Rara baik-baik saja.


"Sayang terimakasih sudah bangun!" Kata Rara tersenyum bahagia


"Kamu tidak perlu memikirkan apa, siapa dan dimana"


"Sayang!" Sahut Rendy


"Semua sudah kembali ke tempatnya masing-masing"


"Maksud kamu?"


Rara tidak menceritakan apapun kepada Rendy, nanti akan di ceritakan ketika mereka sudah di rumah.


Dan dua hari setelah Rendy sadar mereka di perbolehkan pulang. Sesampai di rumah Rendy memilih mencari laptopnya dari pada beristirahat.


"Rendy kamu masih sakit"


"Sayang tidak ada waktu untuk berleha-leha, aku sudah banyak kehilangan waktu"


"Waktu apa?"


"Pekerjaan!"


"Maafkan aku!" Tutur Rara mengambil laptop Rendy dan membawanya masuk ke kamar


"Sayang, ayolah jangan becanda"


"Aku sudah menemukan siapa pembunuh Papa kamu!" Rendy terdiam tidak percaya dengan yang di katakan istrinya


"Maafkan aku, tetapi selama kamu terbaring di rumah sakit aku mengambil alih semua pekerjaan kamu"


"Rara!"


Rara langsung memeluk Rendy, ia ikut menangis melihat suaminya menangis


"Sekarang bagaimana kamu menyikapi Kak Hana?" Tanya Rara


"Dari awal aku tidak pernah mau menjadi pemegang saham utama!"


"Ya aku tahu!"


"Bagaimana pun juga dia saudara kamu"


"Tapi Ra"


"Sekarang dia pasti sudah menyesali perbuatannya" Ucap Rara menepis air mata Rendy. Rara meyakinkan Rendy semuanya akan baik-baik kembali


"Berkat katak dan kuda yang kamu berikan, aku berani melewatinya" Ujar Rara memperlihatkan boneka yang terlantar di kasur


Rendy tersenyum melihat kado pemberiannya yang tidak seberapa. Beberapa menit kemudian Pak Joko memanggil Rendy.


Di ruang tamu sudah ada Clara, Bobby dan beberapa pengacara Rendy.


Clara tersenyum melihat bosnya sudah baik-baik kembali.


Mereka membahas tentang hukuman dan persidangan Aurel. Dan Rendy menyetujui untuk melakukan dan menyudahi secepatnya. Karena ia tidak ingin berlama-lama dengan masalah ini semua.


Melihat mereka semua pada sibuk membahas bagaimana di pengadilan nanti.


Rara terlihat mundur dan melangkah ke dapur. Rara mulai asyik membuatkan beberapa menu untuk tamunya.


Rara meminta bantuan Pak Joko untuk memotong beberapa sayuran agar masakannya cepat selesai. Pak Joko tidak keberatan karena melakukan hal ini Pak Joko seperti sudah biasa.


Rendy dan anggotanya masih belum selesai membahas itu. Sedangkan Rara dan Pak Joko hampir selesai memasak.


Sebelum mereka meninggalkan rumah Rendy, Rara meminta mereka untuk menikmati makan malam terlebih dahulu. Tidak ada yang menolak karena perut juga sudah lapar. Mereka menikmati masakan Rara dan mengisi tenaga untuk berperang di hari esok.


Beberapa kali juga Rendy dan Rara menggoda Clara dan Bobby yang sudah beberapa hari ini selalu bersama-sama.


Clara tersenyum malu-malu seraya menyuap nasi ke mulutnya.


Bersambung