
Raisa dan Angga berlari ke arah Rara, ia melihat ada gadis yang tidak di undang di pesta itu,Aurel sengaja mewakili orangtuanya agar rencananya berhasil. Begitu juga Clara melihat kedatangan Aurel. Clara tersenyum dan melanjutkan makanannya.
Raisa dan Angga tidak ingin di hari bahagianya ada keributan. Ia menyuruh bawahannya untuk membereskan semuanya.
Dan mereka pun melanjutkan pesta kembali dan tidak perlu mengkhawatirkan Rara suruh Pak Adit.
Rara bersama keluarganya langsung ke rumah sakit. Siapa yang menyangka keluarga Pak Harris akan kaget ketika mendengar Rara hamil.
Setelah di periksa dokter, Rara baru saja mengalami keguguran. Itu akibat benturan keras dan juga lemahnya kandungan Rara akibat ia yang mengalami stres akhir-akhir ini.
Rara hanya bisa menangis dan melamun mendengarkan itu. Orang yang di butuhkan saat ini tidak ada. Bahkan di saat ia kehilangan calon bayi pertama.
Bu Shireen menenangkan dan memeluk anaknya. Sedangkan Pak Adit semakin merasa bersalah setelah menjodohkan anaknya. Ia melihat Rara semakin sengsara dan terlintas di pikiran Pak Adit untuk mengembalikan Rara ke Los Angeles.
Pernikahan yang seharusnya berjalan lancar. Namun, di kacaukan oleh dalang pembuat keributan. Clara yang melihat Aurel mendorong Rara tersenyum simpul. Tanpa ragu setelah selesai menikmati makanan Clara mendekati Aurel yang sedang berbaur bersama teman-teman sosialita yang ia temukan di pesta itu. Clara memukul bahu Aurel seperti orang yang sangat akrab
"Hi parasit" Sapa Clara tersenyum kecut. Spontan saja teman-teman Aurel mengalihkan pandangannya
"Kalian kaget ya, aku sahabatnya dari pengantin wanita" Sambung Clara memperkenalkan diri asal-asalan
"Lalu siapa yang kamu bilang parasit?"
"Ini wanita parasit, yang menempel hidup di suami orang" Tutur Clara dan berlalu pergi meninggalkan mereka. Teman-teman Aurel mulai tersenyum ejek, seraya berbisik satu sama lain.
Aurel tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Wajahnya memerah menahan malu. Anak kecil yang baru dewasa mempermalukannya. Bahkan ia sendiri tidak mengenal gadis yang mengejeknya itu.
Clara bergegas pergi dan kembali mencari keberadaan team kantornya. Dan di saat pulang emosi Aurel bertambah, kala melihat Clara sedang tertawa bersama teman-temannya di dekat parkiran mobil.
Aurel kembali masuk dan ia keluar dengan menggenggam segelas air di tangannya. Beberapa menit kemudian Air di gelas itu sudah berpindah ke wajah Clara
"Biar mulut kama bicara yang baik-baik" Ucap Aurel semakin geram
"Apa?"
"Wanita sampah dan tidak tahu terimakasih" Ujar Clara langsung mendorong Aurel hingga terjatuh
"Balasan buat kau yang kembali mengganggu kehidupan Rendy!"
"Kau..."
"Tidak burukkan?" Tanya Clara seraya merebut minuman di tangan temannya lalu menumpahkan minuman bewarna itu ke arah kepala Aurel.
Aurel semakin malu dan marah. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Clara sudah pergi bersama mobilnya, mengejar pun juga tidak berguna. Rambutnya sudah berantakan.
Aurel bergegas masuk ke mobilnya. Sesampai disana wanita itu berteriak histeris. Anak kemarin sore sudah berani mempermainkannnya.
Sedangkan keluarga Rendy yang melihat Rara jatuh, segera meninggal pesta Angga dan mengunjungi menantunya di rumah sakit.
Pak Harris bertemu Rara dan bersyukur Rara baik-baik saja.
Pak Harris mencoba menghubungi Rendy, tetapi nomor Rendy sedang tidak aktif. Dan Pak Harris kembali mengirimkan pesan berharap di baca Rendy.
Rara masuk rumah sakit dan dia keguguran
Dan ketika malam mulai menyapa, Rendy baru melihat ponselnya yang tertinggal di hotel.
Baru saja di hidupkan, Rendy sudah mendapat kabar buruk.
Rendy terduduk diam, bagaimana bisa Ia melupakan kejadian di hari itu dan di saat Rara membutuhkannya lagi. Rendy tidak ada di sampingnya. Ia mencoba menghubungi Rara. Namun, wanita itu tidak mengangkatnya. Wajah pucat Rara tidak bisa di sembunyikan tetapi ia terlihat tidur nyenyak.
Bersambung