CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 29



Satu jam lamanya Rendy duduk di bangku itu. Ia tersadar dari lamunannya. Dan Rendy masih ingin melihat Rara. Ia tidak ingin ini semua hanya mimpi.


Dan ketika Rendy kembali ke ruangan itu.


Rara sudah tidak ada disana. Ruangan itu kosong. Bahkan Bu Shireen juga tidak terlihat.


Rendy mencoba mencari Rara mengelilingi rumah sakit itu. Dan kakinya berhenti mencari ketika melihat Rara bersama seorang pria. Ya, Rendy tahu siapa pria itu. Ia adalah Angga. Orang yang pernah di ceritakan Rara.


Rara dan Angga sedang berjalan-jalan di taman rumah sakit. Angga mendorong kursi roda Rara. Dan Rara terlihat menikmati udara di sana. Tetapi tidak dengan hati dan pikirannya. Hatinya masih memikirkan siapa pria yang memeluknya. Pelukannya terasa menghangatkan.


"Ra..." Panggil Angga


"Rara!" Sambung Angga ketika menyadari Rara sedang memikirkan sesuatu


"Yuk masuk, aku capek" Ajak Rara merasa belum terbiasa dengan namanya


Angga mengantarkan Rara kembali ke ruangannya. Dan setelah menunggu beberapa saat, Angga juga berpamitan. Rara hanya mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya ke taman rumah sakit. Ia seorang diri dan beberapa menit juga Rendy mengintip Rara dari celah pintu yang sedikit terbuka.


Sedangkan Angga membawa mobilnya ke rumah Raisa. Ia tidak mengerti kenapa kakinya mengajak untuk menemui Raisa.


Angga keluar dari mobil. Namun, ketika ia melihat Raisa juga keluar dari rumahnya, Angga bersembunyi di sebuah batang pohon di dekat Rumah Raisa.


"Raisa!" Panggil Adam teman kerjanya Raisa


"Eh Adam ada apa?" Tanya Raisa tidak percaya pria itu mengunjunginya


"Hmmm, aku berniat mengajak kamu untuk makan bersama?"


"Apa alasan aku harus menerima ajakan kamu?" Tanya Raisa tersenyum simpul dan menoleh ke sekitar rumahnya karena melihat mobil Angga


"Aku dengar kamu lagi sendiri!"


"Ya aku sendiri sudah cukup lama, baiklah. Mari kita makan" Sahut Raisa mengeraskan suaranya


Angga yang mendengar itu merasa geram. Dan ketika Raisa mau membuka pintu mobil Adam. Angga sudah lebih dulu mengangkat badan kecil Raisa dan merebahkannya di bahunya yang kuat


Raisa memberontak tetapi Angga tidak juga menurunkannya.


"Apa? Sudah lama sendiri?"


"Hi Raisa kamu itu milik aku!" Ucap Angga tatkala sudah menurunkan Raisa yang mulai cemberut


"Aku bukan barang yang harus di miliki!"


"Kamu pacar aku!"


"Kamu sudah lupa kalau kamu sudah memutuskan aku?"


"Wah... Perempuan satu ini selalu mengingat hal yang buruk"


"Ya sampai kapan pun!" Balas Raisa menyenggol dan pergi meninggalkan Angga


"Rara sudah sadar!" Ucap Angga


"Benaran?" Tanya Raisa membalikkan badannya


Tidak perlu menunggu lama, Angga dan Raisa langsung meluncur ke rumah sakit. Semangat Raisa menggebu-gebu karena ia begitu merindukan sahabatnya.


Namun, ketika mereka membuka pintu kamar Rara, Rara sudah menghilang. Ia sudah tidak ada lagi di tempat tidurnya.


Angga dan Raisa saling bertatapan, tidak mungkin Rara pulang. Sedangkan pakainnya masih ada disana.


Angga dan Raisa berlarian mencari perawat. Dan ketika para perawat mengetahui itu mereka juga mencari Rara keliling rumah sakit. Satu jam mereka juga tidak menemukan Rara. Angga langsung melihat CCTV rumah sakit dan melihat Rara di bawa oleh seorang pria yang menutupi kepalanya dengan topi hitam dan Kecamata hitam.


Angga langsung mengabari keluarga Rara, begitu juga keluarga Rara langsung menghubungi Pak Harris.


Setengah jam kemudian Pak Adit dan Pak Harris sampai di rumah sakit. Setelah melihat rekaman CCTV itu, mereka semakin yakin kalau Rara di bawa oleh Rendy.


Bersambung