CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 45



Rendy, Rara dan Aurel saling berpandangan. Aurel sudah memperlihatkan raut wajah ketakutan sedangkan Rendy masih bingung dengan ucapan Rara yang menuduh Aurel membunuh anaknya.


Persekian menit suara teriakan terdengar dari pintu masuk.


Bu Silvi menyambangi kediaman Rendy, ia datang bukan karena ingin menolong Rara tetapi karena ingin mempekeruh suasana saat ini. Aurel tersenyum melihat kedatangan Bu Silvi, ia sedikit lega soal bernafas.


Setidaknya Bu Silvi akan membantunya.


"Selama kamu pergi menjalankan bisnis, istri kamu ini hamil oleh lelaki lain!" Ucap Bu Silvi meyakinkan Rendy


"Apa?" Ekspresi kaget Rendy tidak bisa di sembunyikan


"Semua orang sudah tahu kebenarannya, bagaimana bisa ia hamil sedangkan suaminya di luar kota"


"Kebohongan apa lagi yang kalian buat?" Tanya Rara menahan emosinya


"Rara kau main lelaki di belakang saya?" Tanya Rendy


"Sebanyak apapun aku menjawab tidak, kamu tidak akan percaya, karena dari awal kepercayaan kamu itu terhadap aku tidak ada!" Tutur Rara menarik kopernya dan meninggal mereka bertiga


"Percaya sama Mama!"


"Jika Mama dan Aurel yang berbohong maka kalian akan dapat konsekuensinya dan jika Rara yang berbohong aku akan menceraikannya" Ucap Rendy mengejar Rara


"Jawab saya, kau selingkuh di belakang saya?" Ujar Rendy menahan tangan Rara agar tidak pergi


"Lepaskan!"


"Rendy lepaskan!" Teriak Rara


"Jawab saya?"


"TIDAK!"


"kamu puas!"


"Kau bohong Rara!"


"Jika kamu akan mengatakan aku berbohong kenapa kamu harus menanyakan pertanyaan sampah itu!"


"Karena aku masih suami kamu!"


"Oke!"


Selalu menyalahkan aku dengan hal yang tidak pernah aku lakukan!"


"Aku tidak butuh nasihat saat ini!" Sahut Rendy


"Dan aku juga nggak butuh kepercayaan kamu saat ini, lepas!" Rara mencoba menarik tangannya sebisa mungkin


Bu Silvi dan Aurel ikut mengejar keluar. Dan ketika melihat mereka berdua Rara menggigit tangan Rendy sehingga genggaman itu lepas. Rara masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah Rendy.


Aurel tersenyum penuh kemenangan melihat keributan itu.


Rendy meninggalkan Mamanya dan Aurel. Ia seperti dilema dan melupakan kejadian pada hari itu.


Di tengah perjalanan Rara menepikan mobilnya. Ia menarik nafasnya sekuat mungkin. Setelah Rendy menghilang dan kembali tidak ada yang berubah darinya.


Ia masih seperti Rendy yang dulu. Tidak pernah mempercayainya bahkan dalam situasi tersulit sekalipun.


Ketika Rara ingin meninggalkan tempat itu. Dari belakang mobilnya di tabrak oleh seseorang sehingga ia mengalami guncangan yang membuat ia sedikit trauma mengingat kejadian tempo lalu.


Rara berteriak dan keluar dari mobil. Setidaknya dia akan melepaskan emosinya lewat orang yang menabrak mobilnya saat ini.


Namun, ketika keluar Rara terdiam membisu, ia menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Tidak percaya melihat siapa yang berdiri di samping mobil bewarna hitam itu.


Sedangkan pria itu juga diam membisu. Mereka sama-sama tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


William, pria keturunan Indonesia-Amerika, pria yang pernah membuat Rara tertawa penuh arti. Pria yang membuat Rara melupakan kesedihannya saat itu. Pria yang menemani Rara selama tiga tahun.


Ya, William adalah mantan Rara saat kuliah. Mereka putus karena sudah merasa tidak cocok. Pertama sering salah paham dan kedua sering berantem untuk masalah kecil.


Rara tidak percaya melihat pria itu kembali, bahkan sekarang di negara yang sama lagi setelah tidak melihatnya beberapa tahun.


"Rara?" Sapa William mendekati Rara yang masih kebingungan


"Ini benaran kamu?" Tanya William dan mendapatkan anggukan dari Rara


"Kamu sudah menikah?" Pertanyaan itu langsung membuat Rara tersenyum kecil dan membayangkan betapa menyebalkannya rumah tangganya saat ini


"Belum" Ucap Rara berbohong


Bersambung