
Mempunyai perasaan, terkadang Rendy juga berhati lembut. Ia masih menahan luka di tangan Rara dan mulutnya berteriak memanggil Pak Joko. Sedangkan Rara menarik tangannya dari genggaman Rendy
"Iya tuan?" Jawab Pak Joko dari sudut dapur
"Bawa P3K kesini" Suruh Rendy dan Pak Joko langsung tersenyum melihat kebaikan tuan mudanya
Tidak hanya tangan yang terluka. Rara juga menginjak serpihan kaca itu. Rendy melihat kaki Rara juga di penuhi darah. Sedangkan matanya masih menangis menahan perih.
Rendy langsung mengangkat tubuh Rara ke ranjang tidur. Ia mendudukan Rara di tepi Ranjang dan berjongkok membersihkan serpihan kaca di kaki istrinya.
Pak Joko yang melihat itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya meletakkan sekotak obat di samping Rara.
Rendy meraih kotak obat itu dan membersihkan luka di kaki Rara sebelum di kasih obat merah.
Ketika kaki Rara di bersihkan dengan air alkohol, Rara meringis kesakitan. Dan tidak sengaja Rendy melihat serpihan kaca kecil sudah masuk ke telapak kaki Rara. Tanpa menunggu apa-apa lagi. Rendy kembali mengangkat tubuh Rara dan membawanya ke dalam mobil.
Ia mendudukkan Rara tepat di sampingnya. Rendy mengambil alih kemudi dan segera membawa Rara kerumah sakit dekat rumah mereka tinggal.
Hanya lima belas menit perjalanan, mereka sampai di rumah sakit. Dan ketika Rendy membukakan pintu dan menyentuh tubuh Rara, Rara menggelengkan kepala dan tidak ingin keluar
"Aku malu!" Ucap Rara menatap Rendy
"Diam!" Sahut Rendy dan kembali mengangkat tubuh istrinya. Sepanjang koridor rumah sakit, Rara menutup wajahnya dengan tangan sebelah yang tidak terluka
Rara langsung mendapatkan penanganan medis dan di dalam ruangan itu juga di temani oleh Rendy. Ketika serpihan kaca itu di keluarkan dari kaki Rara. Ia, menarik tangan Rendy dan menggenggam tangan itu sekuat mungkin. Rendy melihat Rara meringis kesakitan dan tangan sebelahnya lagi menutup mata istrinya. Serpihan kaca itu berhasil keluar dan dokter membersihkan luka di kaki dan tangan Rara, lalu memperbannya.
Rendy mendorong Rara keluar dan mereka menyelesaikan pembayaran administrasi sesudah mengambil obat.
Rara menunggu Rendy yang sedang membayar dan seketika saja Orang-orang menatapnya dengan aneh dan berbisik ria.
Rara menundukkan kepala dan berharap Rendy segera membawanya pergi
"Kamu sudah berhasil membuat aku di tertawakan oleh orang-orang di seluruh negeri ini!" Tutur Rara ketika Rendy meletakkan obat di paha istrinya
Rendy melihat ke sekeliling tempat itu dan benar orang-orang sedang menatap ke arah mereka. Rendy merebut ponsel orang yang duduk bersebelahan dengan kursi roda Rara. Ia mendapati wanita itu sedang menonton video kejadian di pesta malam pernikahan mereka.
Rendy merasa geram sehingga membanting ponsel orang yang tidak di kenalnya.
"Minta ganti ke perusahaan Bluemoon Grup" Ucap Rendy meninggalkan tempat itu
Sesampai di mobil, Rara menatap Rendy yang berubah 180 derajat. Dan satu menit saja Rara sudah bisa mencintai Rendy tatkala pria itu menghubungi seseorang dan meminta menghapus video yang saat ini sedang trending di dunia maya.
Rara tersenyum mendengar itu dan untuk pertama kalinya juga ia tersenyum karena Rendy melakukan hal yang bisa membuat ia menyukai pria itu.
Tidak butuh waktu lama bagi wanita untuk mencintai pria yang memberikannya perlakuan istimewa.
Bersambung