CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 33



Raisa mengunjungi kediaman Papanya. Papa dan Mama Raisa sudah berpisah beberapa tahun yang lalu. Itu juga yang membuat Raisa menjadi sensitif soal perasaan.


Ia saat ini tinggal bersama Mamanya di Cempaka Asri sedangkan Papanya tinggal di Laguna Lestari. Entah kenapa hati Raisa begitu tergerak untuk mengunjungi Papanya.


Rumah besar itu terlihat sepi, Raisa beberapa kali memencet mobil tetapi tidak ada yang menyahut sedangkan mobil Papanya terparkir di halaman rumah. Saat Raisa bersandar pagar itu terbuka. Ia langsung berlari menuju pintu utama.


Dan ia berteriak begitu mendapati Papanya terbaring di lantai tanpa sadarkan diri. Raisa mencoba membangunkan Papanya, dan ia juga mencoba untuk menghubungi Angga tetapi pria itu tidak kunjung mengangkatnya.


Dan beberapa menit kemudian Raisa yang sudah menghubungi ambulans terlihat sampai di halaman rumahnya. Para tenaga medis langsung membawa Pak Talman ke rumah sakit.


Pak Talman mengalami penumpukan darah di otak sehingga ia harus di operasi. Raisa tidak berhenti menangis karena ketakutan.


Angga melihat ponselnya dan mendapati pesan dari Raisa langsung bergegas ke rumah sakit. Pria itu berlari kesana kesini mencari keberadaan Raisa


"Raisa!" Ucap Angga begitu melihat wanita itu sedang terduduk di depan ruang operasi


"Kenapa kamu selalu tidak ada di saat aku membutuhkan?" Tanya Raisa begitu Angga tepat berada di depannya.


"Maafkan aku, sekali lagi maafkan aku!"


"Apa aku masih menjadi orang yang kesekian di hati kamu?"


"Tidak Raisa!"


Raisa menepis air matanya dan melihat lampu di ruang operasi telah mati. Pak Talman di pindahkan ke ruang transisi.


Angga dan Raisa ikut masuk melihat Papanya.


Tidak berselang lama Pak Talman sadarkan diri dan tersenyum melihat anak dan calon menantunya.


"Angga kapan kamu akan menikahi Raisa?" Tanya Pak Talman dengan mimik wajah serius


"Iya Om, saya akan menikahi Raisa secepatnya!" Jawab Angga terlihat yakin.


Ketika Aurel sampai di rumahnya ia melihat sesosok pria yang telah ia tinggalkan juga.


Ya, Ryan adalah pria yang menjadi selingkuhan Aurel beberapa tahun yang lalu. Karena Ryan menjalankan bisnis di paris maka Aurel juga mengikuti kesana. Namun, karena sering mengalami kesalahpahaman Aurel meninggalkan Ryan dan kembali untuk mengejar Rendy. Ryan dahulunya berteman baik dengan Aurel dan Rendy. Ryan telah lama menyukai Aurel. Tetapi Rendy terlebih dahulu menyatakan perasaannya. Dan ketika memiliki kesempatan Ryan mencoba menggoda Aurel sampai wanita itu tertarik kepadanya.


Ryan tahu caranya salah, tetapi ia lebih tahu bahwa Rendy tidak cocok dengan Aurel yang mudah terpancing rayuan pria lain.


"Kamu?" Tutur Aurel kaget begitu melihat Ryan lagi


"Kemana pun kamu lari, kaki ini akan mengikuti dan mengejar kamu" Jawab Ryan tersenyum lega melihat wanita itu baik-baik saja


Rendy baru saja selesai mandi. Dan ketika ia berdiri di jendela kamarnya. Ia melihat beberapa mobil tampak mendekat ke arah Villanya.


Ternyata itu kedatangan orang tua dan mertuanya.


Rendy terlihat biasa saja, karena ia hanya mengambil haknya. Yaitu istrinya.


"Rara.. Rara" Panggil Bu Shireen terlihat khawatir


Pak Harris langsung menerobos masuk dan melihat Rendy sedang duduk santai di sofa ruangan itu. Pak Harris langsung menampar Rendy dan ketika ka kembali ingin memukul anaknya Bu Silvi melindungi Rendy. Sampai tamparan itu mengenai Bu Silvi


"Cukup Pa!" Ucap Bu Silvi melihat anak dan suaminya yang selalu ribut


"Pa Rara!" Teriak Bu Shireen memanggil suaminya yang terlihat ikut melerai pertengkaran itu.


Bersambung