
Rara menyudahi lamunannya ketika Bu Shireen masuk dan mengatakan bahwa ia sudah di perbolehkan pulang hari ini.
Dan tidak berselang lama kedatangan Raisa juga membuat Rara tersenyum lepas. Raisa memeluk sahabatnya dan menciumi kedua pipi Rara seperti orang yang sedang gemas melihat anak kecil.
Bu Shireen hanya tersenyum manis seraya menyusun beberapa barangnya yang ketinggalan.
Setelah selesai mengurus semuanya Rara dan keluarganya meninggalkan rumah sakit.
Sedangkan Pak Harris sudah lebih dulu berpamitan.
Raisa juga ikut mengantar Rara pulang ke rumahnya
Rendy di jemput Pak Joko baru saja sampai di rumahnya. Begitu ia turun dari mobil, Rendy melihat Ryan sedang menunggunya.
Kala itu di hari ulang tahun Aurel. Rendy diam-diam mengunjungi apartemen Aurel dan ketika ia masuk, Rendy tersenyum kecut melihat mereka berduan sedang berpelukan di ranjang tidur, Aurel kaget dan langsung mengejar Rendy. Rendy melemparkan cake dan bunga yang di bawanya ke tempat sampah dan itu langsung di lihat oleh Aurel.
"Rendy!" Panggil Ryan melihat pria itu tidak menyapanya
"Pergi dari sini dan bawa dia juga" Kata Rendy yang sedang pusing memikirkan hubungannya dengan Rara
"Aku minta maaf......"
"Ya!" Ucap Rendy masuk dan mengunci pintu rumahnya
Ryan semakin merasa bersalah kepada sahabatnya. Tetapi yang terjadi sudah terjadi, tidak bisa di tarik kembali.
Semua kesalahan di masa lalu hanya bisa di jadikan pembelajaran di kemudian hari.
Rara sampai di rumah bersama keluarganya. Semua keluarga menyuruh ia untuk beristirahat. Rara hanya mengangguk setuju.
Ia meminta Rendy untuk pergi dan kini dia juga yang merindukan pria itu.
Dan dua hari setelah itu, Rendy melihat bisnisnya semakin terpuruk setelah ia tidak pernah mengurusnya terutama bisnisnya di luar kota.
Dengan berat hati dan permintaan beberapa klien Rendy memutuskan untuk pergi keluar kota.
Dan sebelum pergi Rendy menyempatkan diri untuk melihat Rara dari kejauhan. Cukup lama ia menunggu dari sudut jalan, sampai pada akhirnya wanita itu keluar dari kamar dan berdiri di balkon rumahnya.
Rara yang memiliki kamar di lantai dua lebih suka melihat pemandangan dari ketinggian.
Rendy tersenyum manis menatap istrinya baik-baik saja. Rendy juga mengabadikan momen itu dengan menangkap beberapa gambar istrinya.
Setelah merasa puas memandangi Rara, Rendy meninggalkan kawasan perumahan itu.
Ia juga mengunjungi keluarganya dan meminta orang tuanya agar tidak mengatakannya kepada Rara.
Pak Harris hanya mengangguk setuju, ia melihat anaknya kembali bersemangat.
Setelah selesai mengurus semuanya, Rendy berangkat ke kota awal yang akan di kunjunginya.
Setiap hari ia menyibukkan diri dengan bekerja. Mempromosikan barang-barangnya dan bertemu dengan klien yang akan bekerja sama dengannya.
Pagi Rendy berangkat bekerja dan malamnya ia pulang untuk beristirahat, setelah menyelesaikan di kota itu. Rendy kembali menuju ke kota lain. Tidak lain demi menyelamatkan bisnisnya dari keterpurukan.
Sedangkan Rara sehari-hari hanya di rumah lebih tepatnya menghabiskan waktu di dalam kamar. Sampai Pak Adit menawarkan pekerjaan kepadanya. Rara juga merasa jenuh dan menerima tawaran itu.
Sesekali Rendy dan Rara sama-sama mengecek ponsel mereka berharap salah satu dari mereka mengabari terlebih dahulu.
Sebelum menutup malamnya Rendy selalu menyempatkan melihat beberapa foto Rara, ia tersenyum dan langsung terlelap setelah melihat itu.
Bersambung