
Lima belas menit kemudian, kantor Rendy sudah sepi, karyawan sudah meninggalkan kantor itu. Karena ini juga sudah waktunya pulang.
Dan beberapa menit juga polisi dan pengacara Rendy datang menemui Rara.
Tidak menunggu lama, Rara berangkat menuju ke rumah Bu Silvi.
Suasana rumah besar itu terlihat sepi. Ketika melihat kedatangan Rara satpam di rumah itu membukakan pintu. Dan mendengar keributan Andre pergi melihat keluar. Benar saja, di luar sudah ada dua orang polisi dan beberapa orang ajudan Rendy.
Rara keluar dari mobil dan tersenyum menatap Kakak Iparnya yang sedang kebingungan.
Mendengar ada keributan Bu Silvi, Hana dan suaminya juga ikut melihat keluar.
Bu Silvi langsung naik darah ketika melihat kedatangan Rara bersama polisi.
Tamparan langsung melayang ke pipi Rara, Rara hanya membalas dengan senyuman
"Pak silakan bawa dia ke kantor polisi!"
"Kamu benar-benar kurang ajar ya!" Omel Bu Silvi
"Yang kurang ajar disini itu anak Mama, saudara mana yang membunuh adiknya sendiri?"
"Bukan aku Ma!" Sahut Hana sebelum di tuduh
"Kenapa Kakak ketakutan?"
"Hana!"
"Dia di balik penembakan Rendy!" Ucap Rara, spontan Bu Silvi kaget begitu juga suaminya dan Andre
"Ma!"
"Hana apa yang kau lakukan?" Tanya suaminya
"Hana?" Ujar Bu Silvi
Aurel yang sudah mendengar kabar bahwa anak buahnya tertangkap oleh Rara. Ia mencari cara untuk kabur dari kejaran polisi.
Beberapa menit kemudian seseorang menelepon Rara dan mengabari Aurel berhasil melarikan diri.
Tidak berselang lama, Clara terlihat datang dan menghampiri Rara.
"Clara telepon keluarga saya dan Angga untuk meminta pertolongan mencari keberadaan Aurel"
"Siap Buk!"
"Rara apa yang terjadi?" Tanya Andre kebingungan
"Apa yang terjadi?" Andre kembali bertanya
"Saya menemukan siapa yang membunuh Pak Harris, Aurel. Manusia kesayangan Mama!"
"Hentikan! Kali ini kamu menuduh orang yang tidak bersalah" Bela Bu Silvi
"Mama ayolah buka mata, jika dia tidak bersalah kenapa harus bersembunyi?"
Bu Silvi langsung terduduk di lantai yang dingin. Sedangkan Andre baginya tidak ada waktu bersedih. Ia menghubungi bawahannya dan ikut mencari keberadaan Aurel.
Aurel atas bantuan keluarganya berhasil menyelinap masuk ke bandara.
Sedangkan keluarga Rara dan Angga mengerahkan semua orang-orang mereka.
Angga, yang memiliki bisnis di beberapa bidang penerbangan. Langsung mencari nama-nama orang yang akan berangkat malam ini.
Dan Angga berhasil menemukan nama Aurel yang akan melakukan penerbangan beberapa menit lagi.
Angga menyuruh anggotanya menuju bandara.
Tidak menunggu waktu lama, dan dengan bantuan pihak bandara Aurel bersama orangnya berhasil di amankan petugas bandara.
Persekian menit polisi datang menjemput Aurel dan langsung membawanya ke kantor polisi. Disana sudah ada Rara dan keluarga suaminya.
Kali ini Rara hanya diam, sedangkan Bu Silvi menangis histeris melihat Video kematian suaminya.
Melihat kedatangan Aurel, Bu Silvi langsung menarik rambut Aurel dan menamparnya berulang kali.
Andre mencoba menghentikan Mamanya dari kebrutalan.
"Tega kamu Aurel!" Ucap Hana ikut menangis dan menyesali
"Aurel salah apa kami?" Tanya Bu Silvi
"Saya pastikan kamu seumur hidup di penjara"
"Ma biarkan pihak kepolisian dan pengacara yang menyelesaikannya" Ucap Andre
Perlahan Rara mengajak Pak Joko untuk meninggalkan kantor polisi. Rara akan menuju ke rumah sakit untuk melihat suaminya.
Semuanya sudah berhasil di lakukan Rara, kini hanya menunggu waktunya Rendy bangun dari komanya.
Bersambung