CEO, MY HUSBAND

CEO, MY HUSBAND
CHAPTER 25



Dan dua minggu telah berlalu sehabis kecelakaan itu. Dan dua minggu itu juga Rendy mencoba bangkit. Dan hari ini ia sudah kembali bekerja seperti biasa.


Rendy untuk pertama kalinya setelah beberapa hari ia tidak keluar dari rumah. Dan pagi ini juga ia menyempatkan untuk mengunjungi rumah mertuanya.


Dan ketika sampai di depan gerbang rumah itu, Rendy mencari keberaniannya. Namun, ia melihat kejanggalan ketika Ibu Mertuanya terlihat membawa koper kecil dan beberapa buah yang di masukkan oleh ART ke dalam mobil.


Tidak berapa lama Bu Shireen dan sopir pribadinya meninggalkan rumah. Rendy mengikuti mobil Bu Shireen sampai mereka sampai di rumah sakit.


Rendy tahu tidak ada keluarganya yang sakit.


Ya satu hari yang lalu, Rara sudah sadar dari tidur panjangnya. Tetapi Rara tidak mengingat apa-apa termaksud keluarganya


Menurut Dokter Rara mengalami gegar otak sementara.


Yang disebut sebagai Anterograde amnesia. Dia kehilangan ingatan pasca kejadian yang menimpanya, walaupun setelah kecelakaan ia dalam keadaan sadar.


Amnesia ini juga dapat dikarenakan kurangnya nutrisi dalam tubuh atau adanya kerusakan pada otak.


Tetapi Bu Shireen tidak terlalu khawatir, karena ingatan anaknya akan segera kembali walaupun tidak tahu kapan.


Rendy mengikuti Bu Shireen dari belakang, ia berjalan di lorong rumah sakit sampai tiba di ruangan Rara di rawat.


Rara sedang duduk di ranjang tidurnya, ia melepaskan pandangannya dari celah jendela. Di luar sana taman rumah sakit menjadi pemandangan yang ia lihat setelah dari sadar.


Bu Shireen mengetuk pintu sebelum masuk. Dan ia juga membiarkan pintu itu terbuka lebar.


Rara tersenyum melihat kedatangan wanita yang tidak di ingatnya itu. Sedangkan Rendy yang melihat pemandangan itu langsung tersandar di tembok rumah sakit. Ia tidak salah melihat, itu benar adalah Rara. Dan Rendy baru juga sadar bahwa ia di permainankan oleh keluarganya. Karena beberapa hari ini, hanya ia yang menderita sedangkan kedua keluarganya hanya biasa-biasa saja.


Rendy tidak perlu menunggu persetujuan siapa-siapa lagi. Ia menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Bu Shireen kaget luar biasa melihat kedatangan Rendy. Begitu juga Rara kebingungan ketika menyadari Rendy memeluknya.


Rendy sudah cukup menderita karena rasa bersalah. Rendy tidak dapat lagi menahan kerinduannya. Ia menepikan kegengsiannya demi mengucapkan terimakasih karena Rara masih hidup.


"Terimakasih!"


"Terimakasih" Ucap Rendy beberapa kali.


Bu Shireen langsung menarik tangan Rendy untuk keluar. Ia menutup pintu ruangan itu dan membawa Rendy untuk menjauh dari kamar inap Rara.


Bu Shireen menampar Rendy karena telah berani memeluk anaknya.


Bu Shireen juga sudah tahu bahwa Rendy memperlakukan Rara cukup buruk setelah hari pernikahan mereka.


Dulu memang Bu Shireen diam, karena ia tidak ingin miskin. Tetapi setelah melihat anaknya berjuang dari kesakitan. Bu Shireen tidak tinggal diam. Ia juga akan menghancurkan setiap orang yang menyakiti anaknya.


"Kalian membohongi aku? Dia itu masih istri aku Ma!"


"Dan dengan teganya kalian menyatakan bahwa Rara sudah meninggal!"


"Ya saya melakukan itu demi anak saya agar tidak bertemu lagi dengan kamu" Ucap bu Shireen


"Kalian yang menjodohkan kami..."


"Dan kami juga yang akan membuat kalian bercerai..." Seru Bu Shireen memotong pembicaraan Rendy. Dan ia meninggalkan Rendy dengan amarah yang telah menguasai dirinya


Sedangkan Rendy tersenyum. Entah kecewa atau bahagia hanya ia yang mengerti.


Dan Rendy memilih duduk di bangku rumah sakit. Tanpa sadar ia mengingat kejahatannya selama ini kepada Rara.


Bersambung