
Semua mata menoleh ke arah suara Rendy. Angga dan Raisa sudah tidak asing lagi dengan pria itu. Beberapa kali wajahnya muncul di televisi dan majalah terkenal.
Yang menjadi pertanyaan mereka, kenapa Rendy muncul tiba-tiba di rumah Rara dan ikut serta.
"Aku pulang karena ini, dan ini calon suami aku" Ucap Rara menunjuk Rendy dan meyakinkan sahabatnya agar tidak terjadi kesalahpahaman
"Ra maafkan aku?" Ucap Raisa memeluk sahabatnya
"Drama apalagi ini?" Tanya Rendy dan langsung menarik Rara untuk masuk ke dalam rumah
Rara mencoba memberontak dari tarikan Rendy, tetapi ia tidak berhasil lolos. Ia akhirnya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan sahabatnya.
"Kamu kenapa tiba-tiba seperti ini?" Tanya Angga kepada Raisa
"Aku minta maaf!Ya aku cemburu lah" Ucap Raisa menundukkan kepala dan langsung di rangkul Angga untuk kembali kedalam rumahnya yang hanya berjarak tiga rumah dari rumah Rara
"Kamu nggak mencintai Rara lagikan?" Tanya Raisa
"Tidak!" Jawab Angga tersenyum manis
"Kita harus mendengarkan cerita Rara besok hari!"
"Oke!"
Sedangkan di rumah Rara terlihat menegangkan. Untuk pertama kali juga Rendy memasuki rumah calon mertuanya. Rendy melihat ke sekeliling dinding rumah itu. Tidak ada foto Rara yang terpajang di dinding bercat putih itu. Namun, Rara mempunyai kemiripan dengan Mamanya. Tanpa di suruh duduk, Rendy sudah duduk terlebih dahulu.
"Adakan pernikahan itu besok!" Ucap Rendy kepada Pak Adit
"Besok? Oh iya!" Sahut Pak Adit begitu antusias
"Kamu sepertinya memang benar-benar gila ya?" Ucap Rara begitu mendengar permintaan Rendy yang mendadak
"Rara" Sahut Pak Adit sedikit menaikkan nada suaranya
Rendy hanya mengangkat bahu dan kembali berdiri dari duduknya. Ia meninggalkan ruang tamu itu dan Pak Adit ikut mengantar menantunya ke depan rumah.
Rendy meninggalkan perumahan itu dan kembali ke rumahnya yang nyaman.
Ketika ia membuka pintu, Bu Silvi sudah menunggu sedari tadi.
Ia memeluk Mamanya. Bagi Bu Silvi Rendy masih anak kecil yang selalu ingin di manja.
"Acara resepsi pernikahan tidak perlu di hotel megah, di rumah ini saja" Ucap Rendy
"Kamu yakin?"
"Aku sudah mempunyai rencana, tinggal Mama dan Kak Hana yang akan membantunya"
"Iya"
"Dia sama seperti perempuan lain, hanya mengharapkan harta kita!" Ucap Bu Silvi menjadi kompor dalam hubungan anaknya.
Dan pagi hari ini, ketika Rara bangun, di kamarnya sudah di kelilingi oleh beberapa orang yang akan bersiap-siap mendandaninya. Acara pernikahan mereka hanya di hadiri oleh keluarga terdekat.
Rara melihat sebuah gaun pengantin bergaya putri dongeng. Entah siapa yang mencetuskan ide seperti itu.
"Kita mulai kak?" Ucap para perempuan itu bersemangat
"Apanya?"
"Dandan, karena acara sebentar lagi akan di mulai"
"Apa?"
"Mau mandi sendiri apa kami bantu?"
"Lupakan!" Ujar Rara masuk ke dalam kamar mandi
Setelah selesai mandi dan beberapa jam berdandan.
Rara menarik nafas panjang dan berjalan keluar bersama Pak Adit,Rendy sudah mengucapkan ijab kabul di tengah-tengah keluarga yang datang. Rendy berdiri seorang diri menunggu istrinya mendekat kearahnya. Tanpa disadari tangan Rendy sedikit gemetaran, ia menyembunyikan senyuman dibalik telapak tangannya.
Mata sedikit berkaca-kaca melihat Rara semakin mendekat kearahnya. Rendy tidak mengerti dengan perasaan saat ini. Seperti Rendy, Rara tersenyum manis membuat orang-orang memuji kecantikannya yang tersembunyi. Matanya juga berkaca-kaca menatap Rendy, ia juga tidak mengerti perasaannya. Namun, seperti debaran menikahi orang yang paling dicintai.
Rendy tidak melepaskan penglihatanndari gadis yang berjalan ke arahnya itu, ia terpukau , pilihan Papanya tidak pernah salah kalau soal perempuan, sampai Rendy menggerakkan bibir mengucapkan kata Wow begitu lirih. Tetapi sebagian otak kecil masih menganggap Rara adalah orang asing dan juga sama saja seperti wanita lainnya cuma mengharapkan kekayaan.
Acara sakral itu sudah berlangsung. Hanya butuh beberapa jam, dan kini Pak Adit benar-benar sudah mendapatkan setengah saham dari menantunya. Perusahaannya tidak jadi gulung tikar.
Dan Rara juga akan meninggalkan rumah. Ia akan mengikuti kemana Rendy membawanya.
Bersambung.