
"Tidak kok Minna, ini memang keadaan yang nyata sekarang aku akan menebus semua kesalahanku aku akan menjaga ibu, ayah dan Minna dengan baik. Tolong tunggu oppa sampai saat itu ya Minna." Jawab Minno mengangkat lagi kepalanya sambil tersenyum cerah.
"Aku akan menunggunya oppa, tolong oppa juga tunggu sampai aku mampu membantu oppa menjaga ayah dan ibu ya." Kata Minna sambil menggenggam tangan Minno.
"Cepatlah sembuh itu yang terpenting sekarang." Kata Minno.
"Baik oppa, besok pemeriksaan terakhir yang menjadi keputusan apakah aku bisa pulang atau tidak. Aku yakin besok aku sudah bisa pulang, oppa akan menemaniku kan?" Tanya Minna.
"Baiklah oppa akan menunggu sampai kau keluar dari rumah sakit ini, tapi oppa harus pulang besok karena harus membantu ayah dan ibu ya." Jawab Minno.
"Baik oppa, hubungi aku jika sudah tiba di rumah ya." Kata Minna.
"Baiklah. Hmmm... Minna oppa ada sedikit permintaan untukmu." Kata Minno.
"Permintaan apa oppa? Jika aku bisa aku pasti akan memberikannya." Jawab Minna.
...****************...
...#81...
...Kemajuan yang Sangat Pesat...
"Tetaplah dengan Kai ya. Oppa yakin dia akan menjagamu dengan baik." Jawab Minno.
"Kai?" Gumam Minna.
"Dia sangat baik kepadamu, dia menjagamu dan merawatmu dengan hati-hati, bahkan dia menyelamatkanmu dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri jadi permintaan oppa adalah tetaplah berada di sisinya karena oppa merasa dia adalah seseorang yang baik untukmu." Jawab Minno sambil menggenggam tangan Minna.
"Baik oppa, aku akan melakukan apa yang oppa minta." Jawab Minna tersenyum.
"Tapi Minna kau harus ingat satu hal, jangan lakukan permintaan oppa apabila kau terpaksa atau menganggapnya hanya untuk balas budi padanya. Perasaannya padamu sangat tulus Minna, jika kau bisa menyaksikannya ketika kau belum sadar kau pasti akan memahami seberapa tulus perasaannya terhadapmu jadi oppa harap jangan lakukan ini jika hanya untuk oppa karena kebahagiaanmu yang paling penting." Minno menjelaskan.
"Sejujurnya oppa, ketika aku bangun dari koma hanya Kai yang ku rasa paling dekat dan paling aku kenal. Aku belum memahami perasaan ini tapi itulah yang aku rasakan ketika pertama aku melihatnya." Jawab Minna.
"Oppa harap itu adalah kata hatimu, ikutilah kata hatimu karena hatimu yang paling tahu apa yang akan membuatmu bahagia." Kata Minno.
....
"Wah... Hari ini pemeriksaan terkahir Minna untuk mengambil keputusan apa dia sudah boleh pulang apa belum kan?" Tanya Yeora antusias.
"Iya benar, semoga saja dia sudah bisa pulang. Aku ingin sekali belajar bersamanya lagi." Jawab Jihyun.
"Oh, itu Donghwi!" Kata Yeora melihat Donghwi tiba di kampus.
"Donghwi disini!" Teriak Yeora memanggil Donghwi.
"Oh, Yeora, Jihyun!" Jawab Donghwi sambil menghampiri mereka dan melambaikan tangan.
"Kau juga ada kelas pagi?" Tanya Donghwi seketika didekat mereka.
"Iya, kelasku hanya pagi ini saja setelah itu aku akan ke rumah sakit ah menemui Minna." Jawab Yeora.
"Hah... Enak sekali. Sedangkan kita hari ini full sampai sore hari." Kata Jihyun dengan nada kecewa.
"Iya ya, hari ini kelas kita padat." Jawab Donghwi kecewa juga.
"Ah... Aku tidak sabar mengantar Minna pulang." Kata Yeora memanas-manasi Jihyun dan Donghwi.
"Jihyun, ayo kita bolos!" Seru Donghwi bersemangat.
"Ayo, tidak peduli siapa dosen yang mengajar Minna lebih penting untukku!" Jawab Jihyun mengangguk.
"Yaaa... Terserah saja sih, toh selama ini kalian kan tidak pernah bolos." Kata Yeora.
"Kai sudah di sana kan?" Tanya Jihyun pada Donghwi.
"Iya sudah, aku tadi selesai mengurus izinnya di bagian administrasi." Jawab Donghwi.
"Aku akan menyusul Kai dan bertemu oppa tampan." Kata Yeora.
"Kalau begitu ayo kita bolos saja ya... Sekali saja!" Kata Jihyun.
"Ayo kita bolos saja selesai kelas pertama." Kata Donghwi.
"Hei! Kalian menganggap aku tiang ya? Apa aku transparan sampai kalian tidak melihatku?!" Yeora kesal karena Jihyun dan Donghwi hanya asik mengobrol berdua.
Jihyun dan Donghwi hanya tertawa melihat rekasi Yeora.
"Uhhh... Dasar menyebalkan!" Kata Yeora menggerutu.
....
"Tolong jaga Minna dengan baik ya." Kata Minno pada Kai sambil mereka menikmati sarapan.
"Tentu saja hyeong, jangan khawatirkan masalah itu aku akan pastikan Minna selalu aman dan sehat. Jika keadaan Minna membaik aku juga akan mengantarnya mengunjungi Pohang, berikan aku alamatnya ya hyeong." Jawab Kai sambil terseyum cerah.
"Baiklah, kami akan menunggumu dan Minna di Pohang ajaklah juga teman-teman kalian yang lain." Kata Minno.
"Baik hyeong." Jawab Kai.
"Oppa..." Minna memanggil dari ruang rawat.
"Sebentar ya, Minna sepertinya sudah bangun." Kata Minno.
"Iya, silahkan hyeong." Jawab Kai.
"Semoga hari ini Minna sudah bisa keluar dari rumah sakit." Kata Kai sambil melanjutkan sarapannya.
...
"Aku kira oppa sudah pulang." Kata Minna sambil mengucek matanya.
"Mana mungkin oppa pulang sebelum kau bangun." Jawab Minno.
"Oppa mengobrol dengan siapa?" Tanya Minna.
"Baiklah." Kata Minna sambil mencoba turun dari ranjangnya.
"Wah... Kau sudah kuat untuk turun dari ranjang dan berdiri sendiri ya?" Kata Minno senang.
"Oh iya benar, aku tidak sadar melakukannya oppa." Jawab Minna kaget namun senang.
"Bagus, sangat bagus ini tandanya hari ini kau sudah siap untuk keluar dari rumah sakit." Kata Minno senang.
"Iya oppa, aku sudah merasa sangat sehat." Jawab Minna tersenyum.
"Kau memang hebat Minna. Mau coba berjalan ke luar kamar tanpa kursi roda itu?" Tanya Minno.
"Huh... Baiklah, ayo kita coba oppa." Jawab Minna sambil merangkul erat lengan Minno.
"Oke, langkahkan kakimu pelan-pelan saja ya oppa akan mengimbangimu." Kata Minno sambil memperhatikan langkah Minna.
Mereka pun berjalan keluar, menghampiri Kai yang sedang menikmati sarapan.
Kai menoleh ke arah pintu ruang rawat sambil mengunyah roti isinya.
"Minna, kau..." Kai berdiri seketika melihat Minna bisa berjalan tanpa kursi roda.
"Selamat pagi Kai." Kata Minna sambil tersenyum cerah.
"Se...selamat pagi. Kau hebat sekali Minna, aku yakin hari ini kau sudah bisa pulang." Jawab Kai.
"Iya Kai, aku sangat ingin kuliah dan berjalan-jalan dan mengobrol di cafe bersama kalian semua." Kata Minna.
"Baiklah, mari kita lakukan semua yang kau inginkan ya." Jawab Kai.
"Ehemm... Bisakah kita mengobrol sambil duduk?" Minno menyelah percakapan Kai dan Minna.
"Oh, iya maaf biar aku yang membantu Minna duduk." Kata Kai kaget dan langsung membantu Minna untuk duduk.
"Wah... Tega sekali kalian mengobrol tanpa ingat aku." Kata Minno menggoda Kai dan Minna.
"Ah, maafkan kami oppa." Jawab Minna.
"Maaf hyeong, kami malah asik mengobrol." Kata Kai sambil menundukkan kepala.
"Hahaha... Astaga, ya ampun! Kalian ini lucu sekali! Sudah, sudah jangan serius begitu aku hanya bercanda kok." Kata Minno tertawa puas.
"Dasar oppa menyebalkan!" Kata Minna.
Kai hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu memakan roti isinya.
"Hahahaha... Sudah ini makan roti isinya, enak sekali loh." Kata Minno.
....
"Baiklah pak polisi aku akan segera kesana setelah semua pekerjaanku selesai." Jawab Dohwan.
"Baik, kami akan menunggu." Jawab polisi di telepon.
"Baik pak, terimakasih atas informasinya. Selamat bertugas." Kata Dohwan.
"Sama-sama, selamat beraktivitas." Jawab polisi itu lalu mematikan telepon.
"Syukurlah rekaman CCTV itu cepat di lacak, semoga semua urusan ini semakin jelas dan Minna bisa mendapatkan keadilan." Kata Dohwan sambil duduk di meja kasir.
....
"Bagus sekali nona Minna, perkembanganmu sangat pesat." Kata dokter.
"Iya dokter aku merasa saaaangat sehat. Jadi ijinkan aku pulang ya dokter." Kata Minna dengan manja.
"Minna sangat bersemangat hari ini dokter, hingga dia sendiri tidak sadar dia dapat turun dari ranjangnya sendiri tadi." Kata Minno.
"Wah... Itu kemajuan yang sangat bagus. Baiklah, jika begitu nona Minna sudah boleh pulang dan melakukan rawat jalan." Kata dokter.
"Yes! Kai aku sudah boleh pulang, kau dengar kan? Aku sudah bisa pulang!" Kata Minna sambil memeluk Kai.
"I...iya, aku dengar. Kau sudah melewatinya dengan baik." Kai kaget di peluk oleh Minna, lalu mengelus-elus punggung Minna.
"Terimakasih banyak dokter, terimakasih banyak perawat semuanya juga." Kata Minna.
"Sama-sama. Tapi nona Minna, jangan lupa minum obat, jangan melupakan kontrol mingguan dan ikuti jadwal terapi ya. Saya akan berikan jadwalnya kepada tuan Kai jadi anda tinggal mencocokan jadwalnya dengan kegiatan anda saja." Dokter menjelaskan.
"Baiklah dokter aku tidak akan melewatkannya, aku berjanji." Jawab Minna.
"Tenang dokter jika Minna lupa aku akan mengingatkannya, jika Minna malas aku akan menggendongnya sendiri dan membawanya ke rumah sakit." Kata Kai.
"Haha... Baiklah saya harap semuanya akan berjalan lancar dan nona Minna akan segera pulih." Kata dokter.
"Sekali lagi terimakasih dokter." Kata Minna.
"Sama-sama nona Minna, anda wanita yang sangat kuat saya percaya ingatan nona Minna akan segera kembali dan semuanya akan pulih kembali dengan cepat." Jawab dokter.
"Tuan Kai tolong nanti datang ke ruangan saya untuk mengambil resep dan jadwal fisioterapi ya saya akan sekaligus memeriksa kesehatan anda dan memberikan resep vitamim untuk anda." Lanjut dokter.
"Baik dokter, saya akan mengurus semuanya dengan cepat." Jawab Kai.
"Baiklah kalau begitu, apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanya dokter pada mereka.
"Tidak ada dokter, terimakasih." Jawab Minno.
"Baik, kami permisi dulu. Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan hubungi saya." Kata dokter.
"Terimakasih banyak dokter, selamat bertugas." Kata mereka semua.
"Semoga hari anda semua menyenangkan." Jawab dokter lalu pergi diikuti oleh para perawat.
...****************...