
...#15...
...Ceritaku [Kai Side] -...
...Memulai untuk Mengakhirinya...
*Pip...pip...pip...* Bunyi alarm di pagi hari.
"Kenapa berisik sekali sih!" Kata Kai sambil mematikan alarmnya, lalu menarik selimutnya lagi.
*drrttt.... drrtttt... drrrttt...* ponsel Kai bergetar.
"Apalagi sih ya ampun" Kata Kai melihat ponselnya yang bergetar.
"Sayang, apa kau sudah bangun? aku di depan." Kata perempuan di telepon.
"Ada apa pagi-pagi sudah datang? aku mengantuk sekali." Jawab Kai.
"Aku membawakanmu sarapan sayang, apa aku harus membawanya ke rumah orang tuamu saja?" Kata perempuan itu.
"Yasudah yasudah aku turun, tunggu disitu!" Jawab Kai.
"Ahhh perempuan ini benar-benar membuatku gila" Gerutu Kai sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Hahh..." Kai menghela nafas sambil melihat kamera pintu, lalu berjalan lagi membuka pintu.
"Sayang...." Kata perempuan itu seraya pintu di buka.
*Cup...* perempuan itu mencium bibir Kai.
"Ayo sarapan sebelum makanannya dingin." kata perempuan itu sambil mengganti sepatunya dengan sandal rumah.
Kai hanya berjalan saja ke meja makan tanpa mengatakan apapun.
"Ini sayang habiskan ya." Kata perempuan itu.
"Karin, kau dari mana semalam?" Tanya Kai pada perempuan itu dengan serius.
"Aku? aku di rumah sayang, kan aku sudah bilang padamu." Jawab Karin.
"Dirumah? Kau bahkan belum mengganti bajumu, apa masuk akal kalau kau dari rumah?" Tanya Kai.
"A...aku benar dari rumah kok, kenapa kamu bertanya seperti itu sayang?" Jawab Karin.
"Kau bertemu dengan Taegyeong kan?" Tanya Kai.
"Hmmm... sayang aku bertemu dengannya sebentar kemarin." Jawab Karin sambil memegang tangan Kai.
"Jadi kau di rumah atau bertemu Taegyeong?" Tanya Kai kesal.
"Ya... a...aku bertemu Taegyeong sebentar lalu pulang kerumah." Jawab Karin dengan gugup.
"Makan ini, aku tidak lapar." Kata Kai sambil berdiri dari kursinya.
"Sayang, maaf... maafkan aku... aku salah... maafkan aku sayang." Kata Karin sambil memegang tangan Kai yang sudah berbalik.
"Kenapa kau seperti ini terus? setiap kali kau berbuat salah kau yang menangis! kau tahu tidak kalau aku lelah dengan sikapmu ini?!" Kata Kai sambil berbalik lagi melihat Karin.
"Aku minta maaf sayang hu...hu...hu..." Kata Karin sambil menangis memeluk pinggang Kai.
"Tolong pulanglah. Aku sedang tidak ingin diganggu." Kata Kai sambil melepaskan pelukan Karin.
"Sayang tunggu, aku bisa jelaskan." Kata Karin sambil menyeka air matanya.
"Jelaskan apa lagi? kau selalu saja melakukan hal-hal yang tidak aku mengerti di belakangku, kau selalu membuat aku kecewa padahal aku sangat menyayangimu! Aku benar-benar lelah denganmu Karin." Jawab Kai.
"Maafkan aku sayang, aku..." Karin berusaha menjawab.
"Tolong pergi selagi aku masih memintanya dengan baik, aku tidak mau *ajumma pembersih rumah melihat kita seperti ini." Kata Kai memotong kalimat Karin.
[*ajumma: panggilan kepada wanita paruh baya yang tidak memiliki hubungan darah biasanya digunakan untuk menyapa pedagang, pemberi jasa, dsb.]
*Kai pun pergi kelantai atas meninggalkan Karin yang terdiam.
Karin pun pergi dengan tenang dari rumah Kai.
di kamar Kai*...
"Hah... aku tidak tidak tahu harus melakukan apa pada Karin, aku benar-benar kecewa! Kenapa dia selalu membuatku kecewa padahal aku sangat memperhatikannya." Kata Kai sambil terduduk di kasurnya.
*drrrt... drrtt... drrrttt...* ponsel Kai bergetar.
"Ya, Donghwi." Jawab Kai.
"Kau sudah bangun? ayo ke kampus, hari ini ada kelas pukul 10." Jawab Donghwi.
"Ya aku akan bersiap, tugasmu sudah selesai?" Tanya Kai.
"Sudah kok tenang saja aku tidak akan menyalin punyamu lagi." Jawab Donghwi.
"Hahahaha bagus-bagus... Yasudah sampai ketemu di kampus." Kata Kai.
"Hei jemput aku dong, mobilku sedang di pinjam." Kata Donghwi.
"Oke hehehe" Jawab Donghwi lalu mematikan teleponnya.
Kai pun bersiap-siap dan memanaskan mobilnya...
....
"Ahhh Donghwi lama sekali, tidak tahu apa kalau orang lapar menunggunya?!" kata Kai yang menunggu di depan rumah Donghwi.
*Kruyuuukkkk* Suara perut Kai.
"Aduh aku benar-benar lapar." Kata Kai sambil mengusap perutnya.
"Hei Kai, kau sudah disini?" Kata Donghwi keluar dari rumah.
"Sudah disini matamu! aku sudah lama disini tahu! kau lama sekali, lebih-lebih dari perempuan yang berdandan untuk berkencan!" Kata Kai kesal.
"Berlebihan sekali sih, aku sudah mau keluar rumah tadi tapi ada panggilan alam mendadak! Kau mau aku mengeluarkannya di mobilmu hah?" Jawab Donghwi bercanda.
"Ahhh yasudah-yasudah cepat masuk! aku lapar sekali sampai mau pingsan tahu! nih kau yang menyetir!" Kata Kai sambil melempar kunci mobilnya pada Donghwi.
"Hauhhhh berandal ini benar-benar. Yasudah mari kita berangkat tuan." Kata Donghwi sambil masuk ke dalam mobil.
....
"Kenapa kau diam saja? biasanya kalau kau lapar kau berisik seperti anak ayam" Kata Donghwi yang melihat Kai melamun.
"Ahhh aku hanya mengantuk, iya aku kurang tidur semalam." Jawab Kai ragu-ragu.
"Hei... jangan bertingkat seperti aku ini baru mengenalmu kemarin. Kau bertengkar lagi dengan seonbae itu?" Tanya Donghwi.
"Haaaahhhh.... aku tidak mengerti lagi harus bagaimana." Jawab Kai.
"Kai, jika sulit untukmu menahannya sudahi saja. Hubungan kalian ini tidak sehat jika kau mengalah terus padanya. Apa kau tidak sakit selalu dibohongi dan diperlakukan seperti kau ini adalah tempat pengungsian? coba pikirkan juga perasaanmu." Kata Donghwi.
"Sejujurnya aku sakit, sangat sakit, kecewa, marah, tapi aku sangat menyayanginya. Satu sisi aku lelah dengan sikapnya tapi disisi lain aku tidak bisa meninggalkannya aku tidak bisa membayangkan dia akan bergantung pada siapa." Jawab Kai.
"Semuanya sulit jika kau hanya membayangkannya kau pasti tidak sanggup untuk meninggalkannya. Seberapa lama kau menahannya bukanlah hal penting, yang penting adalah bagaimana dia melakukan segalanya dengan mempertimbangkan perasaanmu." Kata Donghwi.
"Entahlah Donghwi, aku tidak tahu apa bagaimana untuk memulai mengakhirinya. Tapi yang jelas aku sepertinya sudah tidak tahan dengan hubungan ini. Aku harus memulai sesuatu yang baru untuk lepas dari pikiranku tentang hal ini." Jawab Kai.
"Nahhh.... ini baru Kaisun temanku!" Kata Donghwi sambil menepuk bahu Kai.
....
Kai dan Donghwi tiba di kelas....
Sepanjang Kai berjalan di lorong kedengaran suara riuh...
"ini kelas kita?" Tanya Kai pada Donghwi.
"Iya, ribut sekali kan karena kau." Jawab Donghwi.
"Sialan kau!" Kata Kai sambil menarik topi Donghwi.
"ssssttt... iya benar dia mahasiswa pindahan semester ini."
"*wahhh dia tinggi sekali ya..."
"dia tampan dan dia benar-benar tipeku"
"bla... bla... bla..."
"waa...wa...wa..."
"iya benar, aku kira anak-anak lain mengada-ada."
Dari semua mahasiswi di kelas itu yang heboh dan terpesona melihat Kai, hanya 1 orang yang melihat Kai dengan biasa saja dan tenang.
Hal itu membuat Kai tertarik sekaligus bertanya-tanya.
"Hei siapa itu perempuan yang duduk di belakang kita?" Tanya Kai pada Donghwi.
"Hah? mana itu?" Kata tunjuk Donghwi ke arah belakang.
"Bukan agak di sebelah kanan sini." Kata Kai sambil menunjuk ke arah kanan dengan kepalanya.
"Ahhh itu... itu Minna dan Jihyun. Minna itu cukup populer karena dia pintar." Jawab Donghwi.
"Yang mengenakan baju navy?" Tanya Kai lagi.
"Hmmm... yang berbaju navy Minna, yang berbaju putih sebelahnya Jihyun." Jawab Donghwi sambil melihat hp nya.
"ohhh...." Jawab Kai sambil mengangguk.
"Kenapa... kenapa... kenapa? kau suka padanya? dia memang cantik pintar lagi, tapi dia itu tipe perempuan yang sulit didekati sebagai "gebetan" tapi sangat baik kok." Kata Donghwi bersemangat.
"Haissshh apa sih yang kau bicarakan!" Jawab Kai kesal.
...****************...