
"Sayang, aku minta maaf aku minta maaf!" Karin mengejar dan memeluk Kai dari belakang sambil mengangis.
"Tolong lepaskan aku sebelum aku melakukannya dengan kasar." Kata Kai sambil berusaha melepaskan tangan Karin dari perutnya.
"Tidak mau, aku tidak akan melepaskannya sebelum kau memaafkanku." Jawab Karin.
"Karin tolong lepaskan aku." Kata Kai.
Karin semakin mengencangkan tangannya.
"Karin!" Kai terus berusaha melepas pelukan Karin.
Kai pun berhasil melepaskan pelukan Karin dan pergi.
....
"Yasudah kita ke perpustakaan saja, aku mau sekalian mencari hiburan." Jawab Kai.
"Hah? dasar orang aneh hiburan apa yang ada di perpustakaan?" Tanya Donghwi.
"Disana ada temanku petugas perpustakaan namanya Baek Sera. Menyenangkan kalau mengobrol dengannya." Jawab Kai.
"Ohhh Sera nunna, iya dia memang ramah sih. Kau pacaran saja dengan dia, sepertinya dia lebih baik daripada Karin seonbae." Kata Donghwi.
....
"Iya sih pasti aneh sekali rasanya pacaran dengan orang yang sudah akrab denganmu sejak kecil, tapi tidak menutup kemungkinan juga kan?" Jawab Donghwi.
"Ahhh intinya tidak mungkinlah kalaupun ada kemungkinan tidak lebih dari 5%." Kata Kai.
"Huuu dasar sok ilmiah kau! hahaha" Jawab Donghwi.
"Hahaha... yasudah ayo habiskan makannya, kita ke perpustakaan." Ajak Kai.
"Nah gitu dong, ini baru Kai yang aku kenal." Jawab Donghwi.
...****************...
...#17...
...Ceritaku [Kai Side] -...
...Satu Langkah...
"Ehhh... tugasmu sudah sampai mana?" Tanya Donghwi pada Kai.
"Tugas prof. Choi?" Tanya Kai balik.
"Yang sangat mendesak dan sulit kan hanya tugas itu, tugas apalagi memangnya?" Jawab Donghwi.
"Ya juga sih, baru satu bab. Referensiku kurang untuk melakukan wawancara lapangan." Kata Kai
"Ohhh begitu, aku belum ada waktu saja untuk melakukan wawancara lapangan karena sering pertemuan club itu." jawab Donghwi.
"Sudah kubilang jangan ikut club kalau sudah semester tengah seperti kita ini." Kata Kai.
...Mereka pun mengobrol hingga tiba di Perpustakaan......
"Sssttt... kita sudah tiba di perpustakaan." Kata Donghwi.
"Kau yang dari tadi berisik!" Jawab Kai.
Donghwi tersenyum karena petugas Perpustakaan melihat padanya dan Kai.
"Kita duduk disana saja." Kata Kai sambil menunjuk ke arah bangku yang dekat.
Merekapun duduk dan membuka laptopnya dan membaca-baca tugas yang sudah mereka masing-masing kerjakan.
"Nah... disini nih bukuku kurang, aku mencari buku dulu ya." Kata Kai berbisik pada Donghwi.
Donghwi hanya mengangguk.
"Dimana ya buku itu, kemarin di rak ini." Gumam Kai sambil mengelilingi rak buku.
"Ehhh itu Minna yang tadi kan? coba kita tes apakah dia benar secuek itu atau hanya kebetulan saja dia memang tidak memperhatikan aku." Kata Kai dalam hati.
"Hap... ini dia." Kai tiba-tiba mengambil buku yang susah payah di gapai Minna sedari tadi.
"Hey itu buku yang ku temukan duluan!" Kata Minna, kepada Kai.
"Aku duluan yang memegangnya tahu!" Jawab Kai.
"Apa-apan kau ini, aku duluan tahu! Kata Minna.
"Siapa suruh kau tidak segera mengambilnya!" Kata Kai.
"Aku sedang berusaha mengambilnya tahu!" Jawab Minna.
"Siapa suruh kau pendek? Karena itulah kau tidak bisa mengambilnya dengan cepat!" Kata Kai.
"Hey kenapa kau jadi kurang ajar?!" Minna mulai kesal dan berteriak.
"sssstttttt!!!" Kata semua orang yang ada di perpustakaan.
"Kenapa kau berteriak dasar aneh!" kata Kai.
"Kau yang aneh, aku tidak mengenalmu dan tidak tau kau muncul dari mana tapi kau tiba-tiba membuat keributan seperti ini." Jawab Minna kesal
"Apa ada lagi informasi tentangku yang ingin kau ketahui?" Lanjut Kai.
"Cih... Dasar laki-laki aneh!" Gumam Minna kesal.
tiba-tiba Jihyun datang...
"Minna kenapa berisik seka... eh kenapa ada dia disini?" Tanya Jihyun dengan berbisik kepada Minna.
"Tanyakan saja pada orang aneh ini." Kata Minna sambil pergi dari tempat itu menuju bangku yang sudah dipilih tadi.
"Ehhh Minna bareng dong!" kata Jihyun yang masih menatap bingung ke arah Kai.
*Kai duduk di bangku yang tidak terlalu jauh dengan Minna, Jihyun dan Yeora sehingga mereka masih bisa saling melihat.
Kai yang membuat keributan santai saja membaca buku yang direbutnya tadi dari Minna sedangkan kedua sahabat Minna sibuk berbisik-bisik sambil melirik sesekali ke arah Kai.
Tidak lama kemudian ada seseorang yang datang ke arah Kai sambil berbisik*.
"Kai, itu Karin seonbae ada di Ruang Kesehatan. Tadi dia pingsan dalam keadaan menangis di taman dan bergumam namamu terus." Bisik seorang mahasiswa kepada Kai.
Tanpa basa-basi Kai pun menaruh bukunya dan mengemasi barangnya dari Perpustakaan.
"Hei, dongdong kau mau ikut aku apa disini saja? aku ada perlu." Kata Kai pada Donghwi.
"Tiba-tiba? ada apa sih?" Jawab Donghwi.
"Mau ikut atau tidak ini setengah darurat." Kata Kai.
"Yasudah pergi saja, kau kemana memangnya? nanti aku menyusul." Jawab Donghwi.
"Ruang kesehatan, aku pergi dulu ya." Kata Kai.
"Siapa yang sakit? hei!" Donghwi ingin bertanya tapi Kai keburu pergi tidak sadar ia berteriak.
"Sssstttt...." Kata pengunjung perpustakaan.
"Ehh... maaf... maaf..." Kata Donghwi tersenyum kikuk.
....
Diruang kesehatan...
Kai hanya melihat Karin yang sedang terbaring dengan wajahnya yang berantakan oleh make up karena menangis.
"Apa yang harus kulakukan jika seperti ini? pokoknya aku harus mengakhiri ini. Aku harus bertemu dengan Lee Taegyeong dan membicarakan Karin dengannya." Kata Kai.
"Hmmm... Kai sayang jangan pergi..." Karin mengigau.
Kai pun pergi dari ruang kesehatan untuk menyusun rencana.
"Hei kau mau kemana lagi?" Tanya Donghwi yang masih di lorong sebenernya mau menyusul Kai ke ruang kesehatan.
"Ayo pergi!" Kata Kai yang sudah agak jauh dari tempat Donghwi berdiri.
"Haisssh bocah ini benar-benar suka sekali mengerjaiku!" Gumam Donghwi kesal.
"Hei tunggu aku!" Teriak Donghwi sambil menyusul Kai.
....
"Hei kita mau kemana sih?" Tanya Donghwi pada Kai.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Kai singkat.
"Tidak tahu kau bilang? aku sampai berlari menyusulmu dan kau bilang tidak tahu? ahhh aku bisa benar-benar gila gara-gara kau tahu!" Kata Donghwi kesal.
"Setidaknya kita mendinginkan diri dulu di mobilku, baru aku bisa berpikir." Jawab Kai sambil membuka mobilnya.
"Hadeuh bisa gila aku." Kata Donghwi memukul-mukul kepalanya.
"Cepat masuk Dongdong!" Kata Kai.
Donghwi pun masuk ke mobil.
"Jadi yang di ruang kesehatan itu Karin seonbae kan?" Tanya Donghwi begitu masuk ke mobil.
"Iya, aku tidak tahu harus bagaimana. Satu sisi aku benar-benar ingin menyudahinya tapi kalau dia seperti ini keadaannya lalu bunuh diri bagaimana?" Kata Kai.
"Yahh... benar juga sih, lalu bagaimana rencanamu?" Tanya Donghwi.
"Aku harus berbicara pada Lee Taegyeong." Jawab Kai.
"Ohhh laki-laki itu? yasudah bicara saja dengannya, titipkan karin padanya atau apalah. Toh sepertinya Karin seonbae dekat dengannya." Kata Donghwi.
"Apa kau ada kontaknya?" Tanya Kai polos.
"Mana aku tahu, dia bahkan tidak kuliah disini."Jawab Donghwi.
"Itu dia, darimana aku dapat kontaknya ya?" Tanya Kai.
"Ohhh... kita cari saja media sosialnya, dia kan tipe laki-laki eksis tidak mungkin tidak memiliki media sosial kan?" Jawab Donghwi.
"Nahhh... inilah gunanya aku mengajakmu mendinginkan otak di mobilku." Kata Kai.
"Lain kali kalau menyuruhku berpikir, tolong ajak aku ke tempat makan ya!" Jawab Donghwi sambil meledek.
"Baik tuan Dongdong" Kata Kai bercanda.
...****************...