Back To Start

Back To Start
#46 Minna, kau dimana? (1)



"Tidak... Eonni, jangan bilang kau akan membakar tempat ini?" Kata Minna panik.


"Ternyata kau memang sangat pintar ya. Aku ini kan ingin membantumu karena kau bilang disini gelap dan dingin maka aku akan membuatnya terang dan hangat." Kata perempuan itu.


"Tidak eonni, jangan bunuh aku. Aku mohon eonni! Aku minta maaf eonni, tolong biarkan aku hidup!" Kata Minna sangat ketakutan.


"Haaahhhh (membuang nafas)... Coba kau bilang maaf sejak lama, pasti kita tidak akan bertemu seperti ini Minna. Tapi bagaimana ya? Sudah terlambat tuh, jadi nikmatilah waktu yang akan kuberikan ya. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya!" Kata perempuan itu lalu pergi.


"Eonni! Tolong aku eonni! Eonni biarkan aku hidup, aku akan lakukan apapun yang eonni suruh. Lepaskan aku eonni! Hu...hu....hu..." Minna menangis sangat keras.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Kata Minna sambil menangis dan melihat sekitarnya.


"Ohh... Ponselku..." Kata Minna sambil mencari ponselnya di lantai.


"Ini dia!" Kata Minna yang kesulitan meraih ponselnya yang tergeletak di lantai karena tangannya terikat.


"Uhh... Susah sekali..." Kata Minna sambil terus berusaha meraih ponselnya.


...****************...


...#46...


...Minna, kau dimana? (1)...


"Sepertinya Minna tidak di rumahnya." Kata Jihyun sambil melihat jendela unit Minna yang lampunya mati.


"Ahh... Bagaimana kalau di minimarket tempatnya bekerja?" Tanya Kai.


"Lebih baik kita cek dulu saja masuk ke dalam gedung ini, jika tidak ada kita cek ke minimarket." Kata Donghwi.


"Aku yakin Minna tidak ada di sini, Minna itu benci sekali dengan gelap jadi tidak mungkin tidak ada cahaya sama sekali dari unitnya seperti itu. Tapi ayo kita coba saja kesana bersama." Kata Jihyun.


"Yasudah ayo. Kau mau tunggu disini atau ikut ke atas?" Tanya Kai pada Donghwi.


"Aku disini saja, sambil mencoba menghubungi Minna ya." Jawab Donghwi.


"Baiklah." Kata Kai.


Mereka pun bergegas masuk ke dalam gedung apartemen Minna.


"Kau tahu unitnya yang mana kan?" Tanya Kai pada Jihyun sambil berjalan di tangga.


"Iya aku tahu kok." Jawab Jihyun.


Mereka pun tiba di depan pintu unit apartemen Minna.


*Tririring... Tririring...* Jihyun membunyikan bel.


"Minna... Minna... Apa kau di dalam?" Teriak Kai.


*Tririring... Tririring...* Jihyun membunyikan bel lagi.


"Minna, apa kau dirumah?" Tanya Jihyun.


Tiba-tiba...


"Nak... Kalian mencari Minna?" Tanya seorang ibu.


"Iya bibi, kami mencari Minna." Jawab Jihyun.


"Nak Minna belum pulang, kebetulan saya tadi mau memberikan lauk padanya tapi sepertinya dia tidak ada di rumahnya." Kata ibu itu.


"Oh begitu ya, baiklah terimakasih informasinya." Kata Kai.


Ibu itu pun pergi.


"Benar kan dia tidak ada di rumah." Kata Jihyun.


"Yasudah, berarti sekarang kita ke minimarket saja." Jawab Kai.


Mereka pun turun menghampiri Donghwi.


"Bagaimana?" Tanya Donghwi seketika melihat Kai.


"Dia tidak ada di sini." Jawab Kai.


"Aku juga belum bisa menghubunginya." Kata Donghwi.


"Yasudah kita cek ke minimarket sekarang." Kata Kai.


"Jihyun kau pasti lelah biar aku saja yang menyetir." Lanjut Kai.


"Baiklah." Jawab Jihyun.


Mereka pun menuju ke minimarket tempat Minna dan Dohwan bekerja.


....


"Awww... Tanganku sakit sekali, tapi aku harus... meraih ponsel itu..." Kata Minna sambil terus mencoba meraih ponselnya.


*Drrttt... Drrttt... Drrttt...* Ponsel Minna bergetar.


"Haaa... Ada yang menelpon, terus telponlah supaya ponselnya bergetar dan lebih mendekat." Kata Minna sambil terus berusaha mengambil ponselnya.


"Ayo sedikit lagi..." Kata Minna.


"Ahh... ini dia. Kai, Donghwi dan Jihyun menelponku berulang kali." Kata Minna yang sudah bisa meraih ponselnya.


*Kretek... Kretek... Kretek...* Bunyi sesuatu terbakar.


"Bunyi itu... Bunyi itu bunyi kayu yang terbakar!" Kata Minna sangat panik.



"Apinya sudah akan masuk! Tolong... Tolong... Tolong!" Kata Minna berteriak.


....



"Selamat malam paman." Kata Kai seraya masuk ke dalam minimarket.


"Ohh iya selamat malam... Kalian temannya Dohwan ya?" Tanya pak Manjun.


"Iya betul paman, paman apakah hari ini Minna masuk bekerja?" Tanya Kai langsung tanpa basa-basi.


"Ahhh itu, kalian juga mencarinya? Minna tidak bisa kuhubungi sejak tadi dia juga tidak ada kabar tidak biasanya dia seperti ini. Biasanya dia memberikan kabar jika tidak masuk kerja atau sedang sakit." Jawab pak Manjun.


"Bagaimana ini?" Tanya Jihyun semakin panik.


"Ada apa anak-anak? Apa sesuatu yang buruk terjadi?" Kata pak Manjun melihat ekspresi mereka semua.


"Sebenarnya Minna hilang paman." Jawab Kai dengan nada menyesal.


"Apa? Hilang? Bagaimana maksudnya?" Tanya pak Manjun bingung dan kaget.


"Tadi kami mengerjakan tugas paman, lalu kami berpencar mencari bahan sendiri-sendiri tapi Minna belum kembali hingga sekarang dan tidak bisa di hubungi." Jawab Donghwi.


"Ya ampun! Apa kalian sudah pergi ke kantor polisi?" Tanya pak Manjun.


"Astaga! Kenapa aku tidak berpikir untuk melapor ke kantor polisi ya?" Kata Jihyun sambil memukul kepalanya.


"Kami hanya panik dan mencoba mencari sendiri sehingga kami tidak bisa berpikir jernih." Kata Kai.


"Yasudah kalian pergilah ke kantor polisi, laporkan hilangnya Minna. Aku juga belum sempat menjenguk Dohwan." Kata pak Manjun.


"Astaga kita juga janji kan bahwa kita akan menjaga hyeong malam ini Kai?" Kata Donghwi.


"Ahhh... Aku tidak tahu, otakku tidak bisa bekerja sekarang." Jawab Kai frustasi.


"Lebih baik kalian jangan katakan apapun mengenai hal ini padanya, nanti keadaannya malah memburuk dan sulit untuk pulih." Kata pak Manjun.


"Baiklah paman, kalau begitu kami pergi ke kantor polisi dulu untuk melaporkan hilangnya Minna." Kata Kai.


"Baiklah, hati-hati di jalan semoga Minna segera ketemu ya." Jawab pak Manjun.


"Kami pergi dulu paman." Kata Donghwi lalu mereka pun keluar dari Minimarket itu.


Kai pun duduk di kursi yang ada di depan minimarket, Donghwi dan Jihyun pun ikut berhenti.


"Apa yang kau lakukan? Ayo kita pergi ke kantor polisi!" Kata Donghwi.


"Aku benar-benar kacau sekarang, aku menyesal, marah dan bingung sekarang ini." Kata Kai sambil menjambak rambutnya.


"Kai kau harus tenang, jika kau hanya menyalahkan diri sendiri kita tidak akan mendapatkan apapun." Kata Jihyun.


"Jihyun benar, lebih baik kita ke kantor polisi dulu lalu kita cari Minna lagi." Kata Donghwi.


"Tapi sepertinya kita harus menghirup udara segar dulu, kita duduk saja dulu sebentar disini sambil menghubungi minna. Bagaimana Donghwi?" Tanya Jihyun.


"Ya... Kau benar, mencarinya berkeliling dengan panik sepertinya tidak memberikan hasil." Jawab Donghwi lalu duduk.


"Aku akan coba hubungi Minna." Kata Kai lalu menelpon Minna.


*Tuuutt... Tuttt... Tuuutt...* Kai mencoba menelpon Minna


"Ahhh! Dia mengangkat teleponnya!" Teriak Kai terkejut dan langsung berdiri.


"Hah? Benarkah?" Tanya Jihyun dan Donghwi.


"Halo Minna!" Kata Kai dengan nada girang.


"Uhuk... Uhukkk..." Minna mengangkat teleponnya dengan terbatuk.


"Minna! Minna! Kau... Kenapa kau terbatuk-batuk begitu?" Tanya Kai di telepon.


"Ka...Kai to...tolong aku uhuk...uhuk..." Kata Minna terbata-bata.


"Halo Minna, apa yang sedang terjadi? Coba ceritakan pelan-pelan." Kata Kai


"Aku tidak bisa banyak bicara asap disini bertambah banyak, uhuk...uhuk...uhukk.." Kata Minna berbicara dengan sangat cepat.


"Asap? Apa maksudnya? memangnya kau dimana Minna?" Tanya Kai semakin panik.


"Kai uhukk... Ponselku akan segera mati daya baterainya hampir habis, aku sudah mulai sesak disini uhuk...uhuk..." Suara Minna semakin lemah.


"Minna, tolong, tolong bertahanlah sebentar ya aku akan datang menolongmu sekarang kau kirim lokasi terkinimu dan jangan gunakan ponselmu secara berlebihan ya. Sekarang matikan teleponnya sekarang tapi tolong bertahanlah sebentar lagi." Kata Kai menenangkan Minna.


"Baiklah Kai." Minna pun menutup teleponnya.


"Minna mengangkat teleponnya?" Tanya Jihyun.


"Sepertinya keadaannya tidak baik, dia bilang asap dan sesak jangan bilang itu kebakaran!" Kata Kai semakin panik.


"Apa dia mengatakan dia ada dimana?" Tanya Donghwi.


"Dia mengirimkan lokasinya padaku. Kita harus berpencar, ayo kita naik ke mobil dulu." Kata Kai langsung berlari menuju mobil diikuti Jihyun dan Donghwi.


...****************...