Back To Start

Back To Start
#61 Sisi Lain Karin



*Tiiiinnnn* Donghwi menekan klakson karena kaget.


"Hah? Kenapa?" Jihyun terbangun karena terkejut mendengar suara klakson.


"Hei! Bukankah itu mobilnya Karin seonbae?" Kata Donghwi kesal.


"Sepertinya dia sedang terburu-buru." Kata Sera.


"Karin seonbae... Ohhhh.... Aku ingat." Kata Yeora yang ingat cerita dari Minna dan Jihyun.


"Iya benar, seonbae yang itu." Kata Jihyun berbisik.


"Biarkan saja, dia kan memang sudah gila." Kata Kai santai.


"Santai sekali kau, memangnya kau tidak lihat kita hampir kecelakaan tadi?!" Kata Donghwi kesal.


"Hampir kan? Toh, sekarang kita baik-baik saja untuk apa diributkan? Aku benar-benar tidak suka membahas segala sesuatu mengenai Karin jadi lupakan saja tidak perlu kita bicarakan lagi." Kata Kai serius.


"Baiklah aku mengerti." Jawab Donghwi yang mengerti perasaan Kai.


...****************...


...#61...


...Sisi Lain Karin...



*Tiiinnnnnn...* Mobil lain membunyilan klakson.


"Karin kau sudah gila ya? Kita hampir menabrak mobil itu tahu!" Teriak Taegyeong.


"Oppa ini kan hari terakhir kita bersenang-senang, besok di jepang aku tidak bisa bermain seperti ini." Jawab Karin.


"Tapi tetap saja, kalau tadi terjadi kecelakaan memangnya kau akan tiba di Jepang hah?" Taegyeong kesal.


"Sudahlah oppa, sekarang kita baik-baik saja kan tidak terjadi apa-apa." Kata Karin santai sambil terus mengemudi.


"Hentikan mobilnya biar aku yang mengemudi!" Kata Taegyeong.


"Baiklah oppa aku akan menurunkan giginya, kau ini penakut sekali sih!" Kata Karin sambil menurunkan laju mobilnya.


"Karin, kubilang hentikan mobilnya biar aku yang mengemudi!" Taegyeong mulai serius.


"Tapi oppa..." Kata Karin.


"Sekarang!" Bentak Taegyeong.


"Baiklah oppa." Jawab Karin.


*Srreeettt...* Karin mengerem mendadak.


"Tuh kan! Apa harus kau rem mendadak seperti itu?" Taegyeong kesal.


Karin tidak menjawab dia pun kesal pada Taegyeong.


"Sudah, cepat tukar tempat!" Kata Taegyeong lalu keluar dari mobil, Karin pun bergeser ke seat sebelah.


*Klak...* Taegyeong kembali masuk ke dalam mobil.


"Kau marah padaku?" Tanya Taegyeong.


Karin tidak menjawab.


"Lihat siapa yang sedang marah~" Taegyeong menggoda sambil memegang dagu Karin.


Karin tetap terdiam cemberut.


"Ohhh... Mau dikelitiki ya..." Taegyeong pun mengelitiki Karin.


"Oppa! Oppa hentikan geli!" Kata Karin.


"Ayo masih mau marah?" Tanya Taegyeong sambil terus mengelitiki Karin.


"Iya, iya baiklah oppa aku tidak marah lagi hentikan." Jawab Karin sambil tersenyum.


"Nah, begini kan cantik." Kata Taegyeong.


"Oppa... Apa oppa akan merindukanku ketika aku di Jepang?" Tanya Karin.


"Tentu saja! Kenapa kau bertanya seperti itu?" Jawab Taegyeong.


"Tidak... Aku hanya takut oppa melupakanku ketika aku ada disana." Jawab Karin.


"Kau ini bicara apa sih?" Taegyeong bertanya sambil mengelus rambut Karin.


"Sepertinya semua orang sangat mudah melupakanku, ayahku, ibuku, teman-teman kampusku tidak ada yang menanyai kabarku, Kai juga sepertinya sudah melupakanku." Jawab Karin murung.


"Kenapa kau murung seperti itu? Memangnya aku sama dengan mereka? Lihat aku selalu ada untukmu kan?" Taegyeong meyakinkan Karin.


"Oppa janji kan akan tetap bersamaku walau kita berjauhan?" Tanya Karin.


"Tentu saja Karin, sejak kapan sih kau meragukan aku? Hmmm? Apa aku pernah mengecewakanmu?" Jawab Taegyeong.


"Tidak kok, aku sangat cinta oppa. Jadi oppa janji jangan meninggalkanku ya." Kata Karin sambil memeluk Taegyeong.


"Kau bisa menggantungkan seluruh hidupmu padaku, jangan khawatir ya." Jawab Taegyeong.


"Baiklah oppa." Kata Karin.


"Yasudah ayo kembali ke bar." Kata Taegyeong lalu menyalakan mobil.


....



"Wuuuu.... Rumahnya Kai..." Kata Yeora.


"Kalian tidur di kamar tamu paling pojok ya, jika ingin kamar yang berbeda pakai saja kamar sebelahnya." Kata Kai.


"Oh... Iya eonni." Jawab Sera yang masih terpaku melihat sekliling rumah Kai.


"Apa kau bisa menaiki tangga ke kamarmu?" Tanya Sera pada Kai.


"Aku baik-baik saja nunna. Jika kalian ingin mengemil ada makanan di lemari pendingin, jika ingin pesan makanan gunakan telepon yang disana saja mereka akan mengantar dan memberi tagihannya di kreditku." Kata Kai.


"Iya baiklah, sudah sana istirahat." Kata Sera.


"Kai apa aku boleh berkeliling di rumahmu?" Tanya Yeora.


"Tentu saja, anggap saja rumah sendiri ya. Tapi jangan berenang airnya akan seperti es. Kalau kalian butuh baju tidur di closet bawah tangga ada baju wanita, sandinya 1107 ya." Kata Kai.


"Sayang sekali Jihyun malah pulang." Kata Yeora sambil terus melihat sekeliling.


"Dia kan lelah terhitung sudah 24 jam di rumah sakit." Kata Sera pada Jihyun.


"Baik Kai, terimakasih ya." Kata Sera pada Kai.


"Yasudah aku ke kamarku ya. Anggap saja rumah sendiri." Kata Kai lalu menuju ke kamarnya.


....


"Hahhh... Sudah lama sekali aku tidak kesini." Kata Sera sambil membanting diri ke sofa.


"Oh jadi dulu eonni sering kesini?" Tanya Yeora.


"Iya, tapi semenjak Kai sudah keluar dari agensi tempat dia trainee aku belum pernah kesini lagi." Jawab Sera.


"Jadi rumor tentang Kai mengikuti trainee itu benar ya?" Tanya Yeora.


"Emmm..." Sera mengangguk.


"Woahhh... Kenapa dia tidak debut, pasti dia akan diutamakan untuk debut karena dia sangat tampan." Kata Yeora.


"Dia juga cukup berbakat suaranya bagus loh." Kata Sera.


"Lalu kenapa?" Tanya Yeora.


"Dia merasa itu bukan tujuan hidupnya, katanya dia tidak merasa senang saat agensinya bilang dia akan debut." Jawab Sera.


"Kenapa begitu? Ah... Tipe laki-laki seperti Kai ini memang sulit di tebak." Kata Yeora.


"Ya begitulah, aku mau mandi dulu ya." Kata Sera lalu menuju ke kamar mandi.


"Oke eonni, bangunkan aku jika aku ketiduran ya aku juga ingin mandi." Kata Sera.


"Oke." Jawab Sera.


....



"Hyeong..." Kata Donghwi seketika masuk ke ruangan Minna.


"Oh Donghwi kau sudah datang." Jawab Minno yang sedang duduk di sebelah ranjang Minna.


"Hyeong kau tidur disana saja, biar aku tidur di sofa saja." Kata Donghwi menunjuk ranjang rawat Kai.


"Iya baiklah, aku akan tidur sebentar lagi." Jawab Minno.


"Hyeong aku membeli ayam dan sebotol soju, mau makan bersama?" Tanya Donghwi.


"Iya tentu saja, terimakasih ya Donghwi." Jawab Minno.


"Sama-sama hyeong, aku akan menyiapkannya dulu ya." Kata Donghwi.


"Baiklah, aku akan segera keluar." Kata Minno.


"Baik." Jawab Donghwi lalu pergi ke meja makan.


Beberapa saat kemudian Minno keluar dari ruang rawat.


"Oh hyeong, ayo kita makan." Kata Donghwi.


"Baiklah. Apa mereka semua sudah pulang?" Tanya Minno sambil bergegas duduk.


"Jihyun sudah pulang ke rumahnya, tapi Sera dan Yeora menginap di rumah Kai untuk berjaga-jaga memantau keadaan Kai." Jawab Donghwi.


"Oh, iya sih lebih baik seperti itu Kai juga kan belum pulih jadi harus ada yang menjaganya." Kata Minno.


"Iya hyeong, ini dia silahkan dimakan hyeong." Kata Donghwi sambil menyodorkan ayam dan soju.


"Baiklah, mari makan." Kata Minno.


"Minna baik-baik saja kan? Tidak ada sesuatu yang terjadi kan hyeong?" Tanya Donghwi.


"Tidak kok, semuanya baik-baik saja. Aku hanya sedang memikirkan bagaimana caranya menyembunyikan hal ini dari orang tuaku." Kata Minno.


"Benar juga, tidak mungkin kan memberikan kabar seperti ini pada orang tua yang sudah cukup lama ditinggal jauh." Kata Donghwi.


"Iya, untung saja kalian menelponku bukan ibuku. Jika kalian menelpon ibuku pasien akan bertambah." Jawab Minno sambil minum soju.


"Aku dengar ayah Minna juga sakit ya?" Tanya Donghwi.


"Iya betul, ayahku stroke dan tidak bisa lagi bekerja jadi ibuku membuka kedai tradisional di Pohang." Jawab Minno.


"Aku turut prihatin hyeong, semoga paman segera pulih." Kata Donghwi.


"Terimakasih banyak Donghwi. Ayo lanjut lagi makannya." Kata Minno.


"Hmmm... Donghwi, bisa kau ceritakan padaku sedikit tentang Kai?" Tanya Minno.


"Tentang Kai ya? Tentu saja hyeong, kau ingin aku cerita dari mana?" Jawab Donghwi.


...****************...