Back To Start

Back To Start
#41 Menghargai




*Tok... tok... tok...* Suara seseorang mengetok pintu.


"Nunna." Panggil Dohwan.


"Doyeon nunna ayo masuk." Kata Donghwi sambil membukakan pintu.


"Halo semuanya. Kalian sudah mau berangkat kuliah ya? Maaf ya sudah merepotkan kalian semua." Kata Doyeon sambil membungkuk.


"Aisshhh... Merepotkan apanya sih, tentu saja kami harua membantu." Kata Kai sambil menghentikan Doyeon membungkuk.


"Eonni, salam kenal saya Minna (Minna membungkuk). Tidak apa-apa kok eonni kami sama sekali tidak merasa di repotkan." Kata Minna.


"Baiklah, sekali lagi terimakasih banyak ya." Kata Doyeon.


"Hei! Ini sudah pukul 10 lewat nanti kalian bisa terlambat." Kata Dohwan.


"Baiklah kami berangkat dulu ya. Nanti sore aku dan Donghwi datang lagi hyeong." Kata Kai.


"Baiklah, hati-hati dijalan ya. Kai jangan ngebut!" Kata Dohwan sambil melambaikan tangan.


"Tenang hyeong jika membawa perempuan Kai akan hati-hati bahkan sangat lambat~" Kata Donghwi menengok kembali ke pintu.


"Kau mau kutinggal saja disini hah?" Teriak Kai kesal.


"Hei tunggu aku! Kai!" Donghwi berlali mengejar Kai dan Minna.


Dohwan dan Doyeon pun tertawa melihat kekonyolan Kai dan Donghwi.


...****************...


...#41...


...Menghargai...



"Hei, kau ganti mobil lagi?" Tanya Donghwi ketika mendekati mobil Kai.


"Iya, soalnya mobil kemarin sabuk pengamannya macet." Jawab Kai.


"Ahhh... Bahkan aku tidak ingat sabuk pengaman mobilmu yang mana yang macet, tapi seingatku memang ada yang agak sulit untuk di tarik." Kata Donghwi.


"Makanya, daripada kesulitan lebih baik aku pakai mobil lain saja." Jawab Kai.


"Astaga, kenapa aku tidak memperhatikan kalau Kai ganti mobil ya? Bodoh sekali saking memikirkan bagaimana bersikap biasa. Hanya karena sabuk pengaman dia ganti mobil? Siapa sih dia ini sebenarnya?" Kata Minna dalam hati.


"Minna, ayo masuk." Kata Donghwi.


"Oh... Iya aku masuk." Jawab Minna kaget.


"Kau duduk di depan saja ya Minna." Kata Donghwi.


"Eh, kenapa? Donghwi saja yang di depan." Kata Minna.


"Sudah~ Ayo cepat masuk." Kata Donghwi sambil membuka pintu depan mobil lalu mendorong Minna masuk ke dalam, setelah itu Donghwi pun langsung duduk di belakang.


"Sudah siap? Ayo kita ke kampus." Kata Kai sambil memakai sabuk pengamannya.


"Iya sudah." Jawab Minna sambil memasang sabuk pengamannya juga.


"Berangkat!" Kata Donghwi semangat.


Mereka pun berbincang-bincang di mobil selama perjalanan.



"Kita belum terlambat kan?" Tanya Minna pada Kai dan Donghwi.


"Belum kok masih ada waktu 15 menit lagi." Jawab Kai.


"kita jalan santai saja kalau begitu." Kata Donghwi.


Mereka pun berjalan menuju kelas mereka.


"Oh iya hari ini kita akan mulai cari narasumber kan?" Tanya Donghwi.


"Iya benar, aku hampir saja lupa." Jawab Kai.


"Iya. Hari ini kan kita hanya kuliah sampai jam makan siang bagaimana kalau kita makan siang di luar lalu pergi wawancara?" Lanjut Kai.


"Baiklah." Jawab Minna.


"Setuju!" Jawab Donghwi.


"Sepertinya Jihyun juga sudah di kelas nanti aku beritahu dia."


Kai dan Donghwi mengangguk.



"Minna, Kai, disini!" Jihyun memanggil.


"Ohhh... Donghwi juga." Lanjut Jihyun.


"Hai." Jawab Minna sambil berjalan menuju tempat duduknya.


"Kenapa kalian bisa bertiga?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Ceritanya panjang nanti saja aku ceritakan ya." Jawab Minna.


"Huhh, aku malah semakin penasaran." Kata Jihyun.


"Halo Kai, Donghwi." Sapa Jihyun.


"Hai Jihyun." Jawab Kai dan Donghwi.


"Ohh iya Jihyun, hari ini ayo kita pergi wawancara untuk tugas." Kata Kai.


"Astaga, aku hampir lupa. Baiklah, kita hari ini hanya satu mata kuliah juga." Jawab Jihyun.


"Iya benar, nanti Kai traktir kita makan siang." Jawab Donghwi.


"Ya... Ya... Baiklah." Kata Kai ketus.


"Hahahaha..." Minna dan Jihyun tertawa.


Dosen pun datang dan memulai kelas.


"Pssstt... Jihyun." Minna berbisik pada Jihyun.


"Nanti kita patungan ya untuk bayar makan siang, soalnya aku tidak enak kalau Kai terus yang membayarnya. Dia sudah mengantar kita, mengemudi untuk kita, masa dia juga yang bayar makan kita." Kata Minna.


"Iya aku juga sudah berencana seperti itu kok, nanti aku juga akan gantian mengemudi dengannya." Jawab Jihyun.


"Oke." Kata Minna lalu mereka memperhatikan dosen lagi.


....


"Ahhhh... Panas sekali ya." Kata Kai sambil berjalan keluar kelas.


Tiba-tiba seorang mahasiswi datang.


"Kai seonbae, ini terimalah. Salam kenal aku Eunjeong, Lee Eunjeong." Kata Eunjeong sambil memberikan sekaleng soda sambil malu-malu.


"Ohh... Hmmm... Iya salam kenal Eunjeong. Aku terima ya, terimakasih. Ayo teman-teman." Kata Kai lalu lanjut berjalan.


"Tunggu seonbae." Eunjeong mengejar Kai.


"Di bawah kaleng itu ada nomor teleponku, hubungi aku jika ada waktu ya." Lanjut Eunjeong.


"Baiklah. Maaf ya, aku sedang ada perlu dengan teman-temanku dan buru-buru." Kata Kai lalu berjalan.


"Aku tunggu ya seonbae!" Teriak Eunjeong.


"Haahhhh... Muncul lagi adik tingkat yang seperti itu." Kata Donghwi.


"Entahlah, nih minum saja." Kata Kai memberikan soda itu pada Donghwi.


Tiba-tiba Minna menahan kaleng soda itu. Kai dan Donghwi menatap Minna bingung.


"Kau tidak boleh seperti itu, hoobae itu kan memberikannya untukmu jadi kau harus menghargainya." Kata Minna.


Minna mengambil soda itu dari tangan Kai lalu membuka kalengnya.


"Ini, minumlah." Kata Minna sambil memberikan soda itu pada Kai.


Tanpa jawaban apapun Kai meminum soda itu sampai habis.


"Uuuhhhhh.... Langsung di tenggak sampai habis." Kata Jihyun.


"Wahh... Patuh sekali!" Seru Donghwi.


"Kau boleh menolak untuk menghubunginya, tapi tidak boleh memberikan apa yang sudah kau terima dari orang lain lalu memberikannya lagi kepada orang lain, lebih baik kau menolak dari pada melakukan hal itu. Kata Minna pada Kai.


"Ma... Maafkan aku." Jawab Kai ragu-ragu.


"Hei, aku tidak marah kok. Kalian juga jangan tegang begitu dong." Kata Minna sambil tersenyum.


"Tidak, kami terkesima saja dengan apa yang kau katakan dan kau lakukan." Kata Donghwi.


"Ya, beginilah Minna. Saking bijaksananya kadang membuat bingung harus bereaksi seperti apa." Kata Jihyun.


"Woahhh... Dia menegurku tapi kenapa aku senang ya? Kata-katanya membuat aku seakan tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya." Kata Kai dalam hati.


"Kai?" Panggil Minna.


"Ohhh, iya kenapa?" Jawab Kai agak tersentak.


"Tidak apa-apa, ayo kita berangkat keburu sore." Kata Minna.


"Ohhh, iya, baiklah." Kata Kai seperti gugup.


Mereka pun berjalan lagi menuju parkiran.


"Semakin mengenal Minna aku semakin senang jika dia dan Kai bisa jadian. Semoga aku dan Jihyun bisa membantu mereka jadi dekat." Kata Donghwi dalam hati.


Mereka pun tiba di parkiran dan hendak masuk ke mobil.


"Hmmm... Kai, bagaimana jika aku saja yang menyetir?" Kata Jihyun menawarkan diri.


Kai dan Donghwi terdiam. Ketika melihat Minna mengangguk Kai pun menjawab.


"Baiklah, ini kuncinya. Hmmm... Kau ada SIM kan?" Kai memberikan kunci mobilnya lalu bertanya.


"Tentu saja, mana mungkin aku menawarkan diri untuk melakukannya jika tidak punya SIM." Jawab Jihyun.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Kai.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, lalu mobil itu pun berangkat.


"Sepertinya kemarin mobilmu bukan yang ini kan?" Tanya Jihyun pada Kai.


"Ohh... Itu, mobilku yang kemarin sabuk pengamannya agak macet jadi aku pakai mobil yang ini." Jawab Kai.


"Ohhh begitu." Jawab Jihyun.


"Ohh iya kalian mau makan apa?" Tanya Kai.


"Apa saja tidak masalah." Jawab Minna.


"Aku ingin makan, makanan yang berat dan membuatku kenyang." Jawab Donghwi.


"Makanan berat? Makan batu sana." Kata Kai.


"Yang kubilang kan makanan bukan benda lain!" Jawab Donghwi.


"Hahahah... Sudah... Sudah..." Kata Jihyun.


"Ohhh... Bagaimana kalau makan ke rumahku saja?" Tanya Donghwi.


"Ke rumahmu?" Tanya Kai.


"Iya, aku baru ingat kalau ibuku tadi pagi menyuruhku makan siang di rumah karena ia masak lebih banyak." Jawab Donghwi.


"Boleh, tapi kita mampir ke toko kue dulu ya. Aku mau berterimakasih pada ibunya Donghwi karena sudah membungkuskan makanan untukku dan Kai." Kata Minna.


"Astaga, bukan apa-apa kok jadi tidak perlu repot-repot." Kata Donghwi.


"Tidak apa-apa Donghwi, aku dan Kai sudah merencanakannya kemarin." Kata Minna.


"Iya Dongdong kau santai saja." Kata Kai.


"Tunggu dulu, kenapa dibungkuskan? Merencanakan dengan Kai? Ahhh... Kalian kemana tanpa aku? " Tanya Jihyun dengan nada kecewa.


"Ohh... Iya aku belum cerita." Kata Minna.


...****************...