Back To Start

Back To Start
#24 Ceritaku [Kai Side] - Janganlah Jauh Dulu Dariku




[All pict from Pinterest]


"Kai tunggu dulu, dengarkan aku dulu!" Karin menarik tangan Kai.


"Lepaskan aku, air matamu itu tidak akan merubah apa yang sudah ku katakan tadi! Mengerti?!" Kata Kai membanting tangan Karin lagi lalu pergi meninggalkannya.


"Kai... hei Kwon Kaisun... Kau akan menyesal membuang aku seperti ini!" Karin berteriak di belakang Kai sambil menangis.


"Arrrrggghhhh! perempuan bernama Minna itu. Lihat saja nanti kau akan mendapat balasannya!" Kata karin kesal.


...****************...


...#24...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Janganlah Jauh Dulu Dariku...


Kai pun meninggalkan Karin di samping gedung dan ia pun kembali ke pintu masuk untuk menunghu Jihyun.


Beberapa menit kemudian Jihyun tiba...


"Ahhh Jihyun!" Kai memanggil Jihyun yang baru tiba di kampus.


"Ohhh Kai, ada perlu denganku?" Tanya Jihyun.


"Ohhh begini... hmmm... bagaimana ya?" Kai ragu-ragu berbicara.


"Heiii~ katakan saja, kenapa kau jadi ragu-ragu begitu? kalau ini mengenai Minna aku dengan senang hati akan membantumu." Kata Jihyun.


"Ahhh begini, aku sangat ingin minta maaf dan menjelaskan semua yang terjadi kemarin pada Minna tapi aku takut dia tidak mau mendengarkanku." Jawab Kai.


"Kai, aku sangat kenal dengan Minna. Dia bukan orang seperti itu, dia pasti akan mendengarkanmu semarah apapun dia padamu, dia bereaksi seperti kemarin karena dia benar-benar kaget dan tidak mengerti situasinya. Jadi jangan khawatir dan bicaralah padanya." Kata Jihyun.


"Baiklah kalau sahabatnya berkata seperti itu, aku harus percaya kan?" Kata Kai dengan semangat.


"Ya tentu saja! lalu apa rencanamu? apakah ada yang perlu kubantu?" Jawab Jihyun.


Kai menjelaskan rencananya.


"Tentu saja~ bicaralah padanya, ya walaupun dia pasti marah padaku karena sudah menungguku lama tapi nanti aku akan menjelaskan padanya." Jawab Jihyun.


"Aku sangat berterimakasih padamu Jihyun." Kata Kai.


"Aku bahkan belum melakukan apa-apa berlebihan sekali kau ini." Jawab Jihyun.


"Bagaimanapun juga, aku akan berterimakasih padamu dengan benar nanti ya. Jangan menolaknya!" kata Kai.


"Ya baiklah, yasudah sana pergilah ke perpustakaan. Aku akan bilang pada Minna kalau aku sedang di jalan." Jawab Minna.


Tiba-tiba...


"Kai!" Sera teriak ketika melihat Kai sedang berbicara dengan Jihyun.


"Nunna, kau sudah disini?" Jawab Kai.


"Cepat selesaikan masalahmu sana dasar anak nakal!" Kata Sera.


"Hahahaha...." Jihyun tertawa.


"Terimakasih ya kalian berdua! aku akan selesaikan secepatnya. Nunna nanti aku akan mengirimu pesan ya kalau sudah selesai!" Kata Kai sambil bergegas ke arah lift.


"Lihat jalanmu! iya, cepat sana!" Kata Sera.



<"Semoga Minna mau memaafkan aku. Aku tidak mau terus-terusan membuat orang di sekitarku tidak nyaman."> Kata Kai dalam hati di dalam lift.


....



Kai masuk dan melihat Minna sedang duduk di sambil membaca buku.


<"Itu Minna. Aku harus bilang apa ya?"> Kata Kai dalam hati sambil terus masuk ke dalam.


*Tuk... tuk... tuk...* Suara langkah kaki.


Minna tidak sadar siapa yang masuk karena fokus dengan bukunya.


"Hei Jihyun jam berapa ini? kau ini, tega sekali tidak membalas pesanku!" Kata Minna sambil menunduk sehingga tidak sadar siapa yang datang.


"Anu... Minna, ini aku Kai." Kata Kai pada Minna sambil ragu-ragu.


"Ahhh tidak-tidak aku yang harusnya minta maaf karena datang tanpa suara." Kata Kai.


"Hmmm... bolehkah aku duduk?" Kai lanjut bertanya.


"Duduklah." Jawab Minna.


"Minna, sejujurnya aku sangat menyesal dengan kejadian kemarin. Aku benar-benar menyesal karena melibatkanmu dalam masalah pribadiku terlebih lagi hal itu membuatmu malu dan menjadi tidak nyaman. Kau tidak perlu memaafkanku dan menarik ucapanmu kemarin, aku hanya tidak ingin kau menganggap aku laki-laki tidak tahu malu yang sudah membuat masalah tapi tidak berkata apapun padamu." Kata Kai.


"Entahlah... aku juga merasa aku agak berlebihan kemarin. Seharusnya aku tidak mengatakan itu padamu, aku tahu kau juga sama terkejutnya seperti aku tapi aku hanya tidak paham situasinya. Aku juga minta maaf padamu." Jawab Minna.


"Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari urusan pribadiku ini jadi aku mohon sampai hal ini selesai janganlah jauh dulu dariku, aku tidak ingin perempuan itu berbuat macam-macam padamu dan membuat kau dalam bahaya." Kata Kai.


"Baiklah, terimakasih sudah berusaha menjelaskannya padaku. Ayo kita selesaikan tugas kita waktunya sudah tidak banyak." Jawab Minna.


"Terimakasih sudah memaafkanku, aku akan mengerjakan tugas kita sampai selesai dan menyelesaikan masalahku secepat mungkin. Sekali lagi terimakasih." Kata Kai.


"Hmmm..." Minna mengangguk sambil tersenyum.


<"Ya ampun dia tersenyum. Kenapa aku berdebar seperti ini."> Kata Kai sambil pura-pura sibuk merogoh ranselnya.


"Ahhh tapi Jihyun benar-benar lama sekali! Sera eonni juga belum kembali padahal katanya sebentar." Kata Minna sambil kembali melihat ponselnya.


"Ohhh aku akan mengirim pesan pada Sera nunna." Jawab Kai.


"Baiklah." Kata Minna sambil kembali membaca bukunya.


Beberapa menit kemudian...


"Minna cantik... Aku datang!" Kata Jihyun sambil menggoda Minna.


Kai yang sedang mencari buku referensi di rak mendengar suara Jihyun datang.


"Kenapa datang? pergi sana!" Jawab Minna kesal.


"Heii... Aku ada urusan sedikit tadi." Kata Jihyun.


"Kau sudah disini?" Kata Kai yang berjalan ke arah bangku mereka sambil membawa buku.


"Hmmm... Aku datang dan teman yang satu ini menyuruhku pergi." Kata Jihyun dengan nada manja.


"Hahahaha kalian ini lucu sekali." Kata Kai.


"Buku apa yang baru kau ambil itu?" Tanya Jihyun sambil bergegas duduk.


"Ini beberapa referensi yang kita butuhkan untuk menggabungkan tugas yang sudah kita kerjakan, aku akan menyortir beberapa dari buku ini untuk menjadi acuannya." Jawab Kai sambil bergegas duduk juga.


"Hmmm... [Bagaimana apakah permintaan maafmu lancar?]" Jihyun bertanya dengan menggunakan isyarat pada Kai sambil melirik Minna.


Kai mengangguk dan mengangkat jempolnya.


"Ohh... Minna~... Apa yang kau kerjakan?" Tanya Jihyun menggoda Minna.


"Kenapa kau penasaran?" Jawab Minna sinis.


"Iya... iya... aku minta maaf, aku berjanji tidak akan terlambat lagi ya... maaf." Kata Jihyun.


"Hmmm..." Gumam Minna sambil mengangguk.


"Lanjutkan tugasmu, jangan duduk saja." Lanjut Minna.


"Hauhhh... baik ibu ketua~" Jawab Jihyun dengan nada rendah.


"Hahaha kalian benar-benar lucu." Kata Kai.


"Ohhh iya, siapa satu lagi anggota kelompok kita? apa dia ada di kampus hari ini?" Tanya Jihyun pada Kai.


"Ohhh Donghwi? dia sedang ada kelas, sebentar lagi sepertinya dia kesini." Jawab Kai.


"Kai, Jihyun, usahakan besok yang kita kerjakan masing-masing sudah selesai ya supaya lusa kita bisa menentukan mau memakai topik yang mana." Kata Minna pada Kai dan Jihyun.


"Baik..." Jawab Kai dan Jihyun.


"Kai, katakan juga hal itu pada Donghwi ya!" Kata Minna pada Kai.


"O...ohhh... Iya aku akan memberitahunya." Jawab Kai seperti kaget.


Kai kembali membaca bukunya sambil beberapa kali melirik Minna yang fokus mengerjakan tugasnya.


<"Rasanya aku ingin mencungkil mataku! Kenapa aku tidak bisa mengalihkan padanganku darinya?!"> Kata Kai dalam hati sambil menunduk setelah melirik Minna.


Mereka pun mengerjakan tugas tenang.


...****************...