Back To Start

Back To Start
#42 Serasi



"Ohhh... Bagaimana kalau makan ke rumahku saja?" Tanya Donghwi.


"Ke rumahmu?" Tanya Kai.


"Iya, aku baru ingat kalau ibuku tadi pagi menyuruhku makan siang di rumah karena ia masak lebih banyak." Jawab Donghwi.


"Boleh, tapi kita mampir ke toko kue dulu ya. Aku mau berterimakasih pada ibunya Donghwi karena sudah membungkuskan makanan untukku dan Kai." Kata Minna.


"Astaga, bukan apa-apa kok jadi tidak perlu repot-repot." Kata Donghwi.


"Tidak apa-apa Donghwi, aku dan Kai sudah merencanakannya kemarin." Kata Minna.


"Iya Dongdong kau santai saja." Kata Kai.


"Tunggu dulu, kenapa dibungkuskan? Merencanakan dengan Kai? Ahhh... Kalian kemana tanpa aku? " Tanya Jihyun dengan nada kecewa.


"Ohh... Iya aku belum cerita." Kata Minna.


...****************...


...#42...


...Serasi...



"Kalian semua jahat~" Kata Jihyun dengan nada manjanya.


"Astaga iya-iya kuceritakan." Kata Minna.


"Sudah cepat ceritakan Minna, keburu Jihyun menangis." Kata Donghwi menggoda Jihyun.


"Tuh... Kan... Kalian jahat." Kata Jihyun.


"Hei, jangan bilang kalian dong aku kan tidak bilang apa-apa." Kata Kai menggoda Jihyun juga.


"Kapan aku ceritanya kalau begini?" Tanya Minna bercanda.


Kai dan Donghwi tertawa melihat Jihyun yang murung sambil menyetir.


"Ayo cepat ceritakan!" Kata Jihyun tidak sabar.


"Iya, kau ingat kan oppa yang bekerja di minimarket bersamaku?" Tanya Minna pada Jihyun.


"Iya aku ingat namanya hmmm... Dohyun? Domin? Siapa ya? Pokoknya Jung Do... Ahh sial aku lupa!" Kata Jihyun kesal sendiri.


"Jung Dohwan!" Jawab Kai dan Donghwi.


"Ohh... Kalian juga kenal dengan teman Minna itu ya?" Tanya Jihyun pada Kai dan Donghwi.


"Iya kami kenal." Jawab Kai.


"Nah... Oppa itu sedang dirawat di rumah sakit waktu itu kebetulan aku yang melihatnya pingsan dan aku bingung harus menghubungi siapa makanya aku telepon Kai untuk membantuku." Jawab Minna.


"Astaga, lalu sekarang keadaannya bagaimana?" Tanya Jihyun.


"Dia sudah membaik, sepertinya besok sudah boleh pulang." Jawab Minna.


"Lalu bagaimana bisa makasan ibu Donghwi?" Tanya Jihyun lagi.


"Iya waktu itu Kai menelpon Donghwi untuk menemaninya menjaga oppa, lalu Donghwi membawakan makanan yang sudah dibungkus oleh ibunya untuk kami makan di rumah sakit." Jawab Minna.


"Ohh... Begitu, kukira kalian jalan-jalan tanpa aku." Kata Jihyun.


"Astaga, apa kami sejahat itu dalam pikiranmu?" Tanya Donghwi.


"Tidak juga kok, hahaha..." Jawab Jihyun.


"Jihyun, kemampuan menyetirmu oke juga ya kau mendengar cerita Minna bahkan sambil mengobrol begini masih tetap fokus. Kau lulus dan boleh bergantian menyetir denganku kalau begitu." Kata Kai memuji Jihyun.


"Woahhh... Dengan senang hati. Tolong izinkan aku menyetir mobilmu yang lebih mahal dari ini." Kata Jihyun bercanda.


"Hahahaha... Kau ini ada-ada saja!" Kata Kai.


"Ohh, kita beli kue di cafe langgananku saja ya kan kebetulan searah menuju rumah Donghwi." Lanjut Kai mengalihkan topik.


"Oki doki boss!" Jawab Jihyun.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di cafe itu.



"Siapa yang mau masuk? Aku di mobil saja." Kata Jihyun.


"Aku juga di mobil saja." Kata Donghwi.


"Yasudah, biar aku yang masuk." Kata Kai.


"Aku mau americano." Kata Donghwi.


"Aku mau vanilla latte." Kata Jihyun.


"Kalian ini, haha... Yasudah aku ikut masuk kalau begitu biar Kai tidak repot membawa semuanya." Kata Minna lalu keluar dari mobil.


"Wahh... Rencanaku berhasil hahaha... Untung saja kau mengerti Donghwi" Kata Jihyun bangga.


"Pasti mengertilah hahaha... Hi five dulu!" Kata Donghwi menyodorkan telapak tangannya, lalu Jihyun membalas hi five Donghwi.


"Pasti agak lama kan? Aku mau memejamkan mata sebentar ya." Kata Jihyun.


"Oke, aku juga mau menelpon ibuku dulu." Kata Donghwi.



Minna dan Kai pun sudah di dalam cafe.


"Permisi, saya mau pesan iced americano dan iced vanilla latte. Take away ya." Kata Kai pada pelayan cafe itu.


"Baik, ada lagi?" Tanya pelayan itu.


"Tunggu sebentar." Kata Kai pada pelayan.


"Minna, kau mau beli cake yang mana?" Tanya Kai pada Minna.


"Iya beliau suka kok." Jawab Kai.


"Yasudah beli ini saja." Kata Minna sambil berjalan mendekati Kai di counter.


"Tolong bungkuskan satu loyang cheese cake itu ya, tolong bungkus dengan baik dan rapi." Kata Kai pada pelayan.


"Baik, apa ada lagi?" Tanya pelayan itu.


"caramel macchiato satu." Jawab Kai dan Minna bersamaan.


Minna dan Kai saling menatap karena kaget.


"Ahaha... caramel macchiato dua ya." Kata Kai pada pelayan.


"Baik, saya akan buatkan pesanannya mohon ditunggu sebentar ya." Kata pelayan.


"Minna juga suka caramel macchiato ya?" Tanya Kai sambil menyusul Minna yang hendak duduk.


"Iya, aku sangat suka, tapi Jihyun bilang seleraku aneh karena caramel macchiato itu rasanya seperti gula gosong." Jawab Minna.


"Jihyun bilang begitu? Hahaha... Namanya juga karamel, memang gula yang digosongkan kan?" Kata Kai.


"Benar juga sih, berarti bukan aku yang aneh tapi Jihyun." Kata Minna.


"Astaga! Kenapa dia imut sekali sih?" Kata Kai dalam hati sambil menatap Minna.


"Kenapa selera minumanku sama terus dengan Kai ya? Kemarin jus stroberi, sekarang caramel macchiato. Hahh... Lagipula untuk apa kupikirkan? Semua orang kan punya selera." Kata Minna dalam hati.


Tidak lama Minna sadar kalau Kai sedang menatapnya.


"Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Minna pada Kai.


"Ohh, ya? Tidak ada apa-apa kok." Jawab Kai agak tersentak.


"Hmmm... Baiklah." Kata Minna sambil tersenyum.


"Ahhh... Senyuman itu lagi!" Kata Kai dengan wajah tersipu.


"Permisi, ini pesanannya dan ini bill nya." Kata pelayan itu.


"Terimakasih, ini..." Kai hendak membayar dengan memberikan kartu kreditnya.


"Kai, biar yang ini aku yang bayar ya." Kata Minna.


"Eh... Tidak apa-apa biar aku saja yang membayar." Kata Kai.


"Kai, aku tidak mau terus-terusan ditraktir dan dibayarkan teman bukan hanya menerima tapi juga harus memberi. Jadi, biarkan aku membayarnya ya." Kata Minna.


"Ba...Baiklah." Kata Kai.


"Lagi-lagi kata-katanya tidak bisa kubantah, dia realistis dan bijaksana sekali. Semakin aku mengenalnya semakin aku menyukainya." Kata Kai dalam hati.


"Maaf, saya bayar dengan cash ya. Ini." Kata Minna sambil memberikan uang pada pelayan.


"Baik, terimakasih." Kata pelayan.


"Ayo kita ke mobil, kasihan Donghwi dan Jihyun menunggu lama." Kata Minna sambil berdiri dari bangku.


"Iya ayo." Kata Kai sambil mengikuti Minna.


Mereka pun keluar dari cafe dan menuju ke mobil.


....


*Cekrek... Cekrek... Cekrek...* Orang yang mengikuti Minna kembali mengambil foto Minna dan Kai diam-diam.


....


"Itu lihat mereka keluar dari cafe, mereka serasi sekali kan?" Kata Jihyun pada Donghwi.


"Sangat! Tapi jujur saja ya, aku baru tahu Kai bisa menyukai perempuan yang sederhana seperti Minna karena biasanya pacar yang Kai kenalkan padaku itu sangat modis." Kata Donghwi.


"Benar kan? Itulah yang membuat aku dan Yeora heran pada Kai jujur juga kami pun takut Kai hanya main-main dengan Minna." Kata Jihyun.


"Kai bukan laki-laki yang seperti itu, kau harus tahu kalau selama ini Kai tidak pernah mengejar perempuan biasanya perempuan-perempuan itulah yang menembak Kai." Kata Donghwi.


"Hah? Benarkah?" Tanya Jihyun tidak percaya.


"Iya, Kai juga tidak pernah main-main walaupun bukan dia yang berusaha mendapatkan perempuan itu jika Kai sudah menerimanya Kai tidak akan main-main dan akan menjaganya tapi pada akhirnya biasanya Kai yang tersakiti." Kata Donghwi.


"Laki-laki seperti Kai dicampakkan? Yang benar saja!" Kata Jihyun.


"Itulah yang kulihat selama aku berteman dengannya." Kata Donghwi.


"Ohh itu mereka sudah tiba." Kata Jihyun.


"Buka pintunya Jihyun." Kata Donghwi.


Jihyun menekan tombol untuk membuka pintu.


"Maaf ya kami lama, ini pesanan kalian." Kata Kai sambil masuk ke dalam mobil.


"Terimakasih." Kata Jihyun dan Donghwi.


"Minna biar aku yang pegang cakenya, pasti tidak nyaman duduk di depan memegang itu." Kata Kai.


"Baiklah, ini." Kata Minna sambil memberikan cake itu ke kursi belakang.


"Baiklah, apa semuanya sudah siap?" Kata Jihyun.


"Ayo jalan. Minum sambil jalan saja." Kata Kai.


"Minna harus memeberiku minum kalau begitu." Kata Jihyun.


"Baik nona." Kata Minna polos.


Mereka tertawa bersama.


...****************...